Home / Berita / keanekaragaman biota laut; Laut Dalam di Indonesia Timur Diteliti

keanekaragaman biota laut; Laut Dalam di Indonesia Timur Diteliti

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia akan meneliti keanekaragaman biota laut dalam di wilayah perairan Maluku dan perairan Indonesia timur lain. Hal itu untuk mengumpulkan informasi tentang potensi laut di wilayah itu yang belum tersentuh dan diduga telah banyak diketahui pihak asing secara ilegal.

Pelaksana Tugas Pusat Penelitian Laut Dalam Augy Syahailatua di Ambon, Minggu (18/5), mengatakan, pihaknya akan melakukan lokakarya untuk memetakan titik-titik yang diteliti serta pembagian tugas kepada para peneliti. Karena jumlah peneliti terbatas, wilayah perairan Maluku menjadi prioritas utama.

”Peneliti yang ada baru 22 orang, yang dibutuhkan sekitar 75 orang. Sarana pendukung seperti kapal baru dan peralatan masih kurang. Butuh satu kapal lagi dengan peralatan yang mampu menjelajahi kedalaman laut hingga 10.000 meter,” kata Augy.

Sebelumnya, Kepala LIPI Lukman Hakim, di Ambon, Selasa (13/5), meresmikan perubahan status eselonisasi dari Unit Pelaksana Teknis Balai Konservasi Biota Laut Ambon menjadi Pusat Penelitian Laut Dalam. Hal itu menandai penelitian keanekaragaman biota laut dalam di kawasan timur Indonesia.

Menurut Lukman, kondisi wilayah Maluku dan Indonesia timur lain yang didominasi perairan perlu dijamah peneliti karena keanekaragaman biota laut di wilayah itu tertinggi di dunia. Hal itu terbukti dari adanya ekspedisi ilmiah internasional yang singgah di perairan Maluku.

Keinginan meneliti perairan itu dipicu sejumlah temuan Greogory Everhadus Rumphius yang dipublikasikan dalam buku berjudul D’Amboinsche Rariteitkame tahun 1705. Publikasi itu menjadi panduan bagi peneliti berikutnya untuk menyusun The Nature History of Ambon.

Penelitian tersebut membantu mempercepat pembangunan di kawasan itu, tetapi terkendala minimnya anggaran. ”Alokasi anggaran 0,8 persen dari APBN,” kata Lukman. (FRN)

Sumber: Kompas, 19 Mei 2014

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Indonesia Dinilai Tidak Memerlukan Pertanian Monokultur

Pertanian monokultur skala besar dinilai ketinggalan zaman dan tidak berkelanjutan. Sistem pangan berbasis usaha tani ...

%d blogger menyukai ini: