Home / Berita / Kambing Lebih Suka Manusia Bahagia

Kambing Lebih Suka Manusia Bahagia

Penelitian tentang psikologi hewan masih langka, terlebih di luar anjing dan kuda. Penelitian terbaru di Inggris menunjukkan, kambing ternyata juga dapat membedakan ekspresi wajah manusia seperti anjing dan kuda. Kambing terbukti lebih suka berinteraksi dengan orang yang bahagia.

–Kambing digendong manusia, 10 Juli 2017. Kambing dapat membedakan ekspresi manusia.

Penelitian berjudul “Kambing Lebih Menyukai Ekspresi Wajah Emosional Manusia yang Positif” itu dimuat dalam jurnal Royal Society Open Science edisi 29 Agustus 2018 yang juga dipublikasikan sciencedaily.com.

Penelitian dilakukan tim gabungan dari Inggris, Jerman, dan Brasil. Beberapa peneliti yang terlibat di antaranya Christian Nawroth dan Alan G McElligott dari Universitas Maria Ratu, Inggris; Natalia Albuquerque dari Universitas Sao Paulo, Brasil; serta Marie-Sophie Single dari Universitas Munich, Jerman.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA (BAH)–Agus membawa anjingnya yang bernama bunga melintasi banjir luapan Sungai Kemuning di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Senin (12/3/2018).

Sebagai hasil dari domestikasi mereka sebagai hewan pendamping, anjing sangat baik dalam memahami isyarat komunikatif manusia. Anjing mampu membedakan ekspresi wajah emosional manusia dan dapat mengkategorikan dan mengintegrasikan informasi emosi visual dan akustik.

Baru-baru ini, kuda juga telah diketahui juga merespons wajah manusia dengan berbagai variasi emosional. Kuda juga dapat mengingat ekspresi wajah emosional dari masing-masing manusia.

BIRO PERS SETPRES/RUSMAN–Selain meninjau Pelatnas Berkuda, Presiden juga berdialog dengan atlet-atlet dan menanyakan persiapan mereka menuju Asian Games 2018.

Kemampuan memproses ekspresi emosi heterospesifik ini merupakan produk sampingan dari hubungan kerja dekat mereka dengan manusia selama domestikasi. Meskipun sejarah domestikasi anjing dan kuda berbeda, keduanya dijinakkan untuk bekerja sama dengan manusia dalam berbagai konteks, seperti berburu, menjaga atau menunggang kuda. Dalam konteks kerja sama ini, persepsi ekspresi wajah emosional manusia cenderung adaptif untuk kedua spesies.

Natalia Albuquerque mengatakan, studi tentang persepsi emosi hewan telah menunjukkan kemampuan yang sangat kompleks pada anjing dan kuda. Namun, sampai saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan seperti kambing mampu membaca ekspresi wajah manusia.

“Hasil kami membuka jalan baru untuk memahami kehidupan emosional semua hewan peliharaan,” katanya.

KOMPAS/ANITA YOSSIHARA–Presiden Joko Widodo meninjau sejumlah kambing serta domba unggulan yang dipamerkan dalam acara puncak Jambore Peternakan Nasional 2017 di Bumi Pekermahan Cibubur, Jakarta, Minggu (24/9/2017).

Penelitian yang memberikan bukti pertama tentang bagaimana kambing membaca ekspresi emosional manusia itu menyiratkan bahwa kemampuan hewan untuk melihat isyarat wajah manusia tidak terbatas pada mereka yang memiliki sejarah panjang domestikasi sebagai sahabat, seperti anjing dan kuda.
Tim peneliti meneliti 20 kambing berinteraksi dengan gambar ekspresi wajah manusia yang positif (bahagia) dan negatif (marah). Mereka menemukan bahwa mereka lebih suka melihat dan berinteraksi dengan wajah bahagia.

Penelitian, yang dilakukan di Kent, Inggris, menemukan bahwa gambar wajah bahagia manusia memunculkan interaksi yang lebih besar pada kambing yang melihat gambar tersebut. Kambing mendekati wajah bahagia itu dan menjelajahinya dengan moncong mereka. Hal itu terutama terjadi ketika wajah-wajah bahagia manusia diposisikan di sebelah kanan arena uji menunjukkan bahwa kambing menggunakan otak kiri otak mereka untuk memproses emosi positif.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO–Kambing dapat membedakan ekspresi manusia. Kambing lebih suka manusia bahagia.

Alan McElligott mengatakan, studi ini memiliki implikasi penting untuk bagaimana manusia berinteraksi dengan ternak dan spesies lain. Hal itu karena kemampuan hewan untuk merasakan emosi manusia mungkin tersebar luas dan tidak hanya terbatas pada hewan peliharaan.

Christian Nawroth menambahkan, bahasa tubuh kambing sangat selaras dengan bahasa tubuh manusia, tetapi peneliti tidak tahu bagaimana mereka bereaksi terhadap ekspresi emosi manusia yang berbeda, seperti kemarahan dan kebahagiaan.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO–Anak-anak bersama kambing di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, beberapa waktu lalu.

“Di sini, kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa kambing tidak hanya membedakan antara ekspresi ini, tetapi mereka juga lebih suka berinteraksi dengan orang-orang bahagia,” tuturnya.–SUBUR TJAHJONO
Sumber: Kompas, 30 Agustus 2018

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Instrumen Nilai Ekonomi Karbon Diatur Spesifik

Pemerintah sedang menyusun peraturan presiden terkait instrumen nilai ekonomi karbon dalam. Ini akan mengatur hal-hal ...

%d blogger menyukai ini: