Home / Artikel / Jamur Dalam BBM

Jamur Dalam BBM

Jamur bersifat kosmopolit, dapat ditemukan di mana saja dan hampir selalu ada pada berbagai bahan, termasuk bahan bakar minyak (BBM).

KEHADIRAN jamur pada BBM dapat kita ketahui secara visual pada bagian dasarnya, yakni adanya endapan lumpur berwarna kecoklat- coklatan. Menurut penyelidikan yang telah dilakukan oleh para pakar, warna kecoklat-coklatan itu memang berasal dari jamur. Tetapi ada satu jenis yang merupakan komponen utama penyebab warna tditsebut, yakni suatu jenis jamur yang memiliki nama ilmiah Cladosporium resinae, dan para pakar menyebutnya pula sebagai jamur kerosen.

Kerugian yang ditimbulkan
ADANYA jamur dalam BBM tentu saja merugikan, karena dapat menurunkan kualitas BBM itu sendiri. Bahkan apabila kita hubungkan dengan bahan bakar penerbangan, kehadiran jamur sangatlah berbahaya. Hal tersebut dikarenakan lembaran-lembaran miselium (benang-benang vegetatif dari jamur) dapat menyumbat saringan bahan bakar, sehingga aliran bahan bakar dapat terhenti. Bisa dibayangkan apabila keadaan ini terjadi pada pcsawat terbang yang sedang beroperasi, maka kemungkinan besar pesawat itu akan jatuh. Jamur kerosen juga dapat menimbulkan korosi pada tangki, pipa, dan pompa bahan bakar. Sifat korosif tersebut dapat menyebabkan kebocoran pada tangki. Ini merupakan bahaya yang besar. Selain itu peralatan yang berhubungan dengan penggunaan BBM akan mudah rusak, yang berarti daya gunanya menurun.

Korosi yang ditimbulkan oleh jamur dapat disebabkan oleh dihasilkannya zat-zat kimia yang bersifat korosif, seperti karbon dioksida, asam sulfat, dan asam-asam organik. Dan dapat pula disebabkan terjadinya perubahan keseimbangan oksidasi-reduksi (depolarisasi), korosi ini disebut pula korosi elektrokemis. Selain itu ada pula korosi tak langsung, yaitu melalui pembentukan endapan dan melalui aksi jamur terhadap lapisan pelindung (protective coatings). Mekanisme pembentukan korosi sesungguhnya tidak seringkas dan semudah itu. Akan tetapi paling tidak kita mengetahui bahwa kehadiran jamur dalam BBM menim-bulkan kerugian.

Penyebab tumbuhnya jamur
AIR merupakan salah satu kebutuhan vital bagi segala bentuk kehidupan. Oleh karena itu, tanpa air tak akan pernah ada kehidupan. Begitu pula dengan jamur BBM. BBM yang ditumbuhi oleh jamur sebenarnya BBM yang tercemar oleh air. Masalah yang ditimbulkan oleh jamur pada BBM sesungguhnya akan selesai apabila kita dapat menghilangkan air dari BBM tersebut. Tetapi menghindari ataupun menghilangkan air dari BBM adalah hal yang tak mungkin. Ada empat hal yang menyebabkan itu semua. Pertama, setiap hari terjadi kondensasi, ini berarti bahwa BBM tercemar oleh air setiap hari. Kedua, kelarutan air pada BBM (dalam ppm) adalah sebanding dengan suhu penyimpanan BBM. Sebagai contoh, kelarutan air dalam BBM pada suhui 70 derajat Fahrenheit adalah 70 ppm. Ketiga, proses pengeringan tangki tidak dapat dilakukan dengan benar-benar bebas dari air. Sedangkan yang keempat, sulitnya menghindari pencemaran air pada BBM selama proses distribusi dan transportasi BBM.

Selain air, BBM juga mengandung bahan-bahan yang menyebabkan jamur dapat tumbuh. Begitu pula cat-cat tangki dapat dimanfaatkan oleh jamur untuk pertumbuhannya. Bahkan kotoran-kotoran yang ada dalam BBM juga berperan bagi pertumbuhan jamur. Suhu pertumbuhan jamur berkisar antara 15-30 derajat Celcius, dengan suhu optimal sekitar 20-25 derajat Celcius. Dan ini merupakan suhu pada daerah-daerah tropik, termasuk Indonesia.

Cara penanganan
UNTUK mencegah berbagai efek yang ditimbulkan oleh pertumbuhan jamur, dapat digunakan beberapa cara, yaitu: memelihara tempat BBM yang baik, penggunaan zat kimia pembunuh mikroorganisme (biosida), dan pelapisan dinding pelindung (protective coatings) pada tangki bahan bakar. Cara-cara di atas digabungkan menjadi satu metode. Pemeliharaan tempat BBM, dimaksudkan untuk menekan efek yang ditimbulkan dari aktivitas jamur. Cara ini meliputi penghilangan air dari BBM dan penyaringan BBM secara teratur. Penggunaan biosida harus memenuhi syarat berikut, yaitu zat kimia harus dapat larut dalam BBM maupun air, dan tidak bersifat korosif. Jenis-jenis biosida yang memenuhi kriteria ter-sebut adalah kromat, organoborat, dan etilen glikol monometil eter (EGME). Kromat memiliki larut dalam air, sehingga hanya efektif pada bagian dasar BBM yang mengandung air. Sedangkan organoborat dan EGME dapat larut baik dalam air maupun dalam BBM, sehingga lebih efektif dibandingkan kromat. Akan tetapi, kedua biosida tersebut kurang memuaskan karena memerlukan waktu aktif yang relatif lama. Baru-baru ini muncul beberapa biosida baru, di antaranya RH 886 dengan bahan dasar thiazolin produksi Rohm & Hass Ltd. (Inggris). Biosida ini sangat efektif dalam lingkungan BBM yang berubah-ubah. Bahkan pemakaiannya dikombinasikan dengan EGME, RH 886 masih dapat aktif pada kadar sekitar 1 ppm. Pem-buatan lapisan pelindung pada dinding tangki hanya efektif bagi yang menggunakan gasolin sebagai bahan bakar, tidak untuk kerosen. Karena jamur yang tumbuh di kerosen mampu menembus lapisan dinding pelindung tersebut, jadi cara ini kurang efektif.

Dalam urai-uraian di atas, ternyata jamur yang tumbuh dalam BBM telah begitu banyak menyita perhatian, biaya, waktu, tenaga, maupun pikiran. Ternyata jamur ini kecil-kecil cabe rawit. Walaupun ukurannya relatif kecil tetapi dapat menimbulkan masalah besar. Namun demikian, jamur BBM pasti memiliki sifat-sifat yang bermanfaat, bukankah Tuhan menciptaklan sesuatu yang selalu berguna bagi kehidupan manusia?!

Oleh: Nandang Suharna

Sumber: Majalah AKUTAHU/ NOPEMBER 1989

Share
%d blogger menyukai ini: