Isu Keanekaragaman Hayati dalam Fotografi

- Editor

Selasa, 20 Oktober 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sudah tiga kali lomba foto bertema keanekaragaman hayati diadakan SEAMEO Biotrop Indonesia (Southeast Asian Ministers of Education Organization Bagian Biologi Tropis) yang berpusat di Bogor, Jawa Barat, yaitu pada 2013, 2014, dan 2015. Lembaga kerja sama negara-negara Asia Tenggara ini percaya bahwa melindungi dan menjaga keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab semua pihak dan bahkan semua individu.

Mengenali kekayaan dan keunikan sumber daya hayati yang kita miliki dan memahami nilai-nilai nyata yang terkandung di dalamnya merupakan hal yang sangat penting dan sangat berarti dalam setiap upaya konservasi. Adapun lomba foto yang diadakan mempunyai pemikiran untuk menjabarkan hal tentang keanekaragaman hayati kepada masyarakat dengan cara memancing pemikiran peminat fotografi.

Dalam tiga kali penyelenggaraan, memang umumnya pemenang datang dari Indonesia. Walau begitu, sangat terasa bahwa keanekaragaman hayati belum terlalu dipahami sebagai sebuah tema dalam sebuah pemotretan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara umum, tema ini bisa dilihat dari kenyataan bahwa beragamnya jenis kehidupan di sebuah area menunjukkan bahwa area tersebut merupakan habitat yang sangat baik. Dari pola dasar pemikiran ini, ide pemotretan bisa dikembangkan dalam aneka pemikiran dan penjabaran baru.

a2fb8944dc264f4798f48399f3c3869bFoto karya Brigido D Alcayde dari Filipina, dengan fotonya yang berjudul “Plant for the Future” menjadi pemenang kedua pada lomba tahun 2014.

Di halaman ini terpampang beberapa foto yang pernah memenangi lomba ini. Misalnya, pemenang kedua tahun 2013 yang menggambarkan dua capung sedang kawin, tetapi salah satunya dimakan pemangsa. Keberadaan capung merupakan tanda habitatnya masih baik, sementara adanya pemangsa menunjukkan proses rantai makanan. Demikian pula foto pemenang kedua tahun ini yang menggambarkan adanya burung liar di sebuah sawah dengan seekor kerbau sebagai subyek utama. Sementara foto pemenang kedua tahun 2014 menunjukkan upaya manusia menjaga keanekaragaman hayati tersebut.

95c923e42db14096836a50b3d0b3b074Foto karya Albert dengan judul “white stork and buffalo” menempati urutan ketiga pemenang lomba foto 2015

Diharapkan pada lomba foto keanekaragaman hayati pada tahun-tahun mendatang, tema ini makin dimengerti masyarakat umum, bukan saja sebagai bahan pemotretan, melainkan juga sebagai bahan pemahaman umum yang bisa membantu membangun agar lingkungan hidup kita makin baik dan baik lagi.

SEAMEO didirikan sebagai kerja sama antarnegara ASEAN pada tahun 1965. Dalam rangka HUT ke-50, enam SEAMEO Centre di Indonesia (Biotrop, Recfon, Seamolec, QITEP in Language, QITEP in Mathematics, dan QITEP in Science) akan menyelenggarakan pameran pendidikan pada 7-8 Oktober 2015 di Gedung A Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta.
————————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 6 Oktober 2015, di halaman 27 dengan judul “Isu Keanekaragaman Hayati dalam Fotografi”.

Informasi terkait

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Di Balik Listrik yang Menyalakan Masa Depan
Biomedis atau Teknik Biomedis?
Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Berita ini 59 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:48 WIB

Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya

Sabtu, 26 September 2026 - 21:10 WIB

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 September 2026 - 20:32 WIB

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Berita Terbaru

Artikel

Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:10 WIB

Artikel

Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia

Sabtu, 26 Sep 2026 - 20:32 WIB