Investasi Optimalkan Bonus Demografi

- Editor

Kamis, 17 Mei 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berinvestasi serius pada jenjang pendidikan anak usia dini tidak semata-mata untuk kepentingan pendidikan. Investasi pada pendidikan anak usia dini akan memberikan hasil yang signifikan, antara lain dalam mengatasi masalah kemiskinan dan mengoptimalkan bonus demografi.

Demikian terungkap dalam peluncuran buku berjudul Investasi di Usia Emas karya mantan Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ella Yulaelawati, di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal saat tampil sebagai pembahas mengatakan, PAUD harus diyakini sebagai investasi bangsa. Kajian ekonom dari Universitas Chicago, James J Heckman, yang juga peraih hadiah Nobel tahun 2000 memperkuat pandangan PAUD sebagai suatu investasi bagi masa depan bangsa. ”Investasi pada PAUD yang berkualitas, relevan, dan kontekstual akan memberikan imbal balik yang berlipat ganda,” kata Fasli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

–Ella memaparkan, usia 0-5 tahun, atau disebut juga usia emas, menjadi masa yang tepat untuk meletakkan fondasi dalam mengembangkan nalar dan kecakapan sosial emosional serta kreativitas. Jika rangsangan di masa cemerlang anak ini dilakukan secara berkualitas, tumbuh generasi yang cerdas dan sehat sebagai aset yang berharga bagi keluarga dan bangsa.

Ella menambahkan investasi PAUD membutuhkan komitmen dalam investasi usia, investasi lingkungan, dan investasi implementasi. Berinvestasi di usia emas anak dapat berdampak dalam memutus rantai kemiskinan, meraih bonus demografi, merawat keindonesiaan., serta membangun etos kerja dan daya saing bangsa.

Investasi lingkungan yang dibutuhkan agar PAUD memberikan hasil yang baik yakni orang tua yang mengasuh anak dalam buaian atau kasih sayang, membentuk karakter generasi milenial, menyediakan lingkungan yang ramah anak, serta menciptakan guru prasekolah yang ideal. Adapun investasi implementasi diwujudkan antara lain dengan mengutamakan bahasa ibu untuk membantu anak memahami konsep, membebaskan anak untuk berkreasi, hingga membenahi pembelajaran membaca menulis dan menghitung (calistung) yang sesuai tahap perkembangan anak.

KOMPAS/ESTER LINCE NAPITUPULU–Diskusi soal pentingnya pemerintah untuk serius berinvestasi pada pendidikan anak usia dini. Diskusi terkait pelucnuran buku berjudul Investasi di Usia Emas karya Ella Yulaelawati dilakukan di Perpustakaan Nasional di Jakarta, Rabu (16/5/2018)

Investasi lingkungan yang dibutuhkan agar PAUD memberikan hasil yang baik yakni orang tua yang mengasuh anak dalam buaian atau kasih sayang, membentuk karakter generasi milenial, menyediakan lingkungan yang ramah anak, serta menciptakan guru prasekolah yang ideal. Adapun investasi implementasi diwujudkan antara lain dengan mengutamakan bahasa ibu untuk membantu anak memahami konsep, membebaskan anak untuk berkreasi, hingga membenahi pembelajaran membaca menulis dan menghitung (calistung) yang sesuai tahap perkembangan anak.

“Sejak di PAUD pun, soal gender harus diperhatikan. Kepentingan anak laki-laki untuk mendapatkan PAUD yang maskulin mulai harus mulai dipikirkan. KArena guru PAUD sebagian besar perempuan, suasana di PAUD jadi cenderung feminim, mulai dari suasana ruang hingga permainan,”kata Ella.

Selain itu, tambah Ella, ketertarikan anak perempuan pada bidang sains, teknologi, teknik/engineering, dan matematika (STEM) juga bisa ditumbuhkan sejak dini. Sebab, hingga saat ini masih sedikit perempuan yang ketika dewasa berkiprah di bidang STEM.

Wakil Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengatakan, dukungan anggaran untuk PAUD selama ini meningkat, seiring pengembangan program. Jika PAUD diyakini sebagai investasi, dukungan anggaran harus mampu mewujudkan PAUD berkualitas. Tantangan saat ini, peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan guru serta sarana dan prasarana PAUD,” ujar Hetifah.

Ketua Koalisi PAUD Holistik Integratif Widodo Suhartoyo juga tampil berbicara. (ELN)

ESTER LINCE NAPITUPULU

Sumber: Kompas, 17 Mei 2018

Informasi terkait

Titik Temu di Ujung Semesta
Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains
Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern
Menyusuri Jejak Awal Semesta
Memahami Manusia dari Dua Jalan
Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan
Menakar Masa Depan Otomotif, Pilih Listrik, Hybrid, atau Bensin?
Di Ujung Prompt, Di Mana Kebenaran?
Berita ini 10 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 15:10 WIB

Titik Temu di Ujung Semesta

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:51 WIB

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:21 WIB

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:01 WIB

Kosmologi Sebuah Upaya Memahami Kosmos dan Memahami Keberadaan

Berita Terbaru

Artikel

Titik Temu di Ujung Semesta

Senin, 22 Jun 2026 - 15:10 WIB

Artikel

Keajaiban Makhluk Kecil yang Menggetarkan Dunia Sains

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:56 WIB

Artikel

Membaca Rahasia Langit Melalui Al-Qur’an dan Sains Modern

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:51 WIB

Artikel

Iman dan Sains, Dua Sayap Kebangkitan Peradaban Islam

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:27 WIB

Artikel

Menyusuri Jejak Awal Semesta

Selasa, 16 Jun 2026 - 21:21 WIB