Industri Penerbangan; Dari Indonesia ke Seluruh Dunia

- Editor

Kamis, 19 Februari 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keselamatan faktor utama dalam penerbangan. Oleh karena itu, pesawat terbang dilengkapi beragam peralatan demi menopang penerbangan yang aman. Di antara sejumlah peralatan keselamatan pada ribuan pesawat yang terbang di seluruh dunia, ada peralatan buatan pabrik Indonesia.

Sejumlah peralatan yang menjadi bagian dari sistem keselamatan, navigasi, dan komunikasi pesawat tersebut diproduksi perusahaan asal Amerika Serikat, Honeywell Aerospace, dari salah satu pabriknya yang terletak di Kawasan Industri Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Aneka peralatan itu dipakai mulai dari pesawat kecil hingga pesawat berbadan lebar.

”Produk-produk berteknologi tinggi itu dipakai pesawat-pesawat di seluruh dunia,” kata Direktur Utama Honeywell Indonesia Alex J Pollack, di pabrik Honeywell Aerospace, Bintan, Jumat (30/1). Beberapa produk hanya dibuat di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah produk itu antara lain Enhanced Ground Proximity Warning System (EGPWS) atau alat pengidentifikasi daratan horizontal (dataran) ataupun vertikal (gunung dan tebing) tak normal di sekitar pesawat. Jika pesawat mendekati daratan, tapi posisi sirip sayap (flap) dan roda pesawat (landing gear) tidak pada posisi siap mendarat, alat mengingatkan pilot.

”EGPWS mengingatkan pilot atas posisi pesawat terhadap daratan sekitar,” kata Andrew Kirk, Direktur Senior Perencanaan dan Pelaksanaan Regional Honeywell Aerospace Asia Pasifik, yang juga pemimpin pabrik Honeywell Aerospace di Singapura dan Indonesia.

Ada pula KSN 770 yang menggabungkan beberapa fungsi sekaligus, seperti sistem navigasi, global positioning system (GPS), komunikasi, hingga pemetaan daratan yang ditampilkan citranya di layar monitor. Perangkat itu bisa digunakan untuk memantau kondisi cuaca dan lalu lintas udara sekitar pesawat.

Selain itu, sejumlah peralatan dibuat dan dirakit di Indonesia, termasuk kotak hitam pesawat dan traffic collision allerting systems (TCAS) untuk mencegah tabrakan antarpesawat. Produk-produk itu tak hanya digunakan untuk pesawat komersial, tetapi juga pesawat militer.

Beberapa produk perusahaan di Bintan akan dikirim ke pabrik Honeywell lain di seluruh dunia untuk diperkaya. Ada juga yang dikirim ke pabrikan pesawat seperti Embraer, Boeing, dan Airbus. Sebagian produk dijual kepada operator pesawat dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di Asia Pasifik, Honeywell Aerospace memiliki sejumlah fasilitas produksi, perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan pesawat di Tiongkok, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Di Indonesia, pabrik difokuskan memproduksi sistem avionik, suku cadang, dan komponennya. Pabrik di Malaysia membuat sistem avionik lebih maju dan perawatan menyeluruh mesin daya.

Adapun pabrik di Tiongkok dan Singapura untuk fungsi lebih kompleks. Pabrik di Tiongkok antara lain untuk pengembangan dan produksi bagian mesin daya serta peranti lunak. Di Singapura, fasilitas fokus untuk produksi mesin pesawat, pusat desain sistem pengendalian bahan bakar, dan produk avionik.

Dalam 10 tahun ke depan, Indonesia diprediksi jadi negara dengan pertumbuhan penumpang pesawat keempat dunia. Itu mendorong perkembangan industri penerbangan dan pendukungnya di Tanah Air. Fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan infrastruktur diyakini kian menumbuhkan industri peralatan pendukung pesawat.

Duta Besar AS untuk Indonesia Robert Blake mengatakan, industri AS yang membawa teknologi tinggi ke Indonesia diharapkan memperkuat kemitraan Indonesia dan AS. Itu memungkinkan terjadi transfer teknologi. (M ZAID WAHYUDI)

Sumber: Kompas, 16 Februari 2015

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Galodo dan Ingatan Air
Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri
Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?
Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan
Gen, Data, dan Wahyu
Bobibos: Api Kecil dari Sebuah Gudang Jerami
Biometrik dan AI, Tubuh dalam Cengkeraman Algoritma
Habibie Award: Api Intelektual yang Menyala di Tengah Bangsa
Berita ini 25 kali dibaca

Informasi terkait

Senin, 29 Desember 2025 - 19:32 WIB

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Desember 2025 - 19:06 WIB

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:41 WIB

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:38 WIB

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Desember 2025 - 11:02 WIB

Gen, Data, dan Wahyu

Berita Terbaru

Berita

Galodo dan Ingatan Air

Senin, 29 Des 2025 - 19:32 WIB

Artikel

Ketika Kereta Menghasilkan Listriknya Sendiri

Senin, 29 Des 2025 - 19:06 WIB

Artikel

Siapa yang Berhak Menyebut Ilmu?

Jumat, 26 Des 2025 - 11:41 WIB

Artikel

Ketika Forensik Digital Bertemu Kekuasaan

Jumat, 26 Des 2025 - 11:38 WIB

Artikel

Gen, Data, dan Wahyu

Jumat, 26 Des 2025 - 11:02 WIB