Indonesia Serius Restorasi Gambut

- Editor

Kamis, 4 Februari 2016

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Indonesia menegaskan keseriusannya merestorasi lahan gambut dengan melibatkan para pemangku kepentingan. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Badan Restorasi Gambut bertekad mengembalikan fungsi ekosistem gambut yang rusak karena salah kelola.

Presiden Joko Widodo menegaskan itu saat menerima Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia Vidar Helgesen di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/2). Presiden didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Nazir Foead, dan Staf Khusus Presiden Bidang Informasi Johan Budi.

Pemerintah menegaskan telah mengambil kebijakan moratorium izin di rawa gambut. “Presiden tegas menyatakan bahwa selama moratorium tidak boleh lagi ada izin baru di lahan gambut dan tidak boleh lagi ada pembukaan lahan baru di lahan gambut yang sudah ada izinnya,” kata Siti Nurbaya. Dalam pertemuan itu, Vidar mengapresiasi kebijakan moratorium Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjaga rawa gambut dari konversi sangat penting untuk pencegahan kebakaran yang menimbulkan emisi. Kami pun siap mendukung restorasi gambut secara penuh,” kata Helgesen dalam pertemuan sebelumnya dengan Menteri LHK.

Mengenai penanganan kebakaran lahan dan hutan, kata Siti, pihak Norwegia melihat telah ada upaya serius mengatasi itu.

Terkait itu, pekan depan tim dari Norwegia yang terdiri atas para ahli akan datang ke Indonesia. Mereka intensif menggelar pembicaraan dengan BRG di Jakarta. Norwegia sepakat memperkuat kerja sama menangani lahan gambut di Indonesia.

Selain membicarakan gambut, pertemuan Vidar dengan Presiden juga mendiskusikan kehutanan, penegakan hukum, dan moratorium. Indonesia dan Norwegia telah menandatangani kerja sama pengurangan emisi dari sektor kehutanan lewat program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi lahan (REDD+).

Surat perjanjian (letter of intent) kerja sama ditandatangani Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Menteri Lingkungan Hidup Norwegia Erik Solheim, 27 Mei 2010 di Oslo, Norwegia. Norwegia siap memberikan hibah 1 miliar dollar AS untuk upaya penurunan emisi karbon sektor kehutanan.

Menurut Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Nur Masripatin, dari 1 miliar dollar AS yang diniatkan Norwegia telah digunakan 50 juta dollar AS untuk Satgas REDD (30 juta dollar AS) dan Badan Pengelolaan REDD+ (20 juta dollar AS). Saat ini dialokasikan 11 juta dollar AS, mayoritas untuk membangun sekat kanal di Jambi, Riau, Sumsel, Kalteng, dan Kalbar. (HAM/NDY/ICH)
———–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 Februari 2016, di halaman 14 dengan judul “Indonesia Serius Restorasi Gambut”.

Informasi terkait

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi
Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia
Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Informasi terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Berita Terbaru

Artikel

Di Antara Peta dan Lapisan Bumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 10:19 WIB

Artikel

Ketika Ilmu Sosial Berusaha Memahami Manusia

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:01 WIB