Home / Berita / Ilmu Aktuaria Belum Berkembang Optimal

Ilmu Aktuaria Belum Berkembang Optimal

Ilmu aktuaria belum berkembang secara optimal di Indonesia. Padahal, ilmu untuk mengukur risiko keuangan tersebut sangat dibutuhkan seiring berkembangnya bisnis asuransi, dana pensiun, hingga reksa dana.

“Tercatat di Indonesia baru ada 193 sarjana aktuaris yang terdaftar di pemerintah. Total dengan ajun aktuaris dan konsultan tidak lebih dari 500 orang,” kata Kepala Pusat Pembinaan Profesi Keuangan Kementerian Keuangan Langgeng Subur dalam peresmian program studi (prodi) aktuaria di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (14/8). Turut hadir Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Dimyati.

Menurut Rektor UI Muhammad Anis, keputusan membuka prodi aktuaria terwujud setelah berdiskusi dengan Kemenkeu dan Otoritas Jasa Keuangan. Pasalnya, selama ini profesi aktuaria di berbagai perusahaan di Indonesia masih mengandalkan konsultan yang mayoritas berasal dari luar negeri.

“Tentunya Indonesia bisa mencetak aktuaris sendiri yang bermutu dan mampu bersaing di Asia Tenggara,” kata Anis.

Prodi yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi Prudential Indonesia dan Risk Management, Economic Sustainability and Actuarial Science Development in Indonesia (Readi) Project ini akan menerima mahasiswa baru pada 2018.

Readi Project adalah hibah dari Pemerintah Kanada kepada Indonesia untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa S-1 hingga S-3, dosen, serta aktuaris profesional agar bisa menambah ilmu di Kanada.

“Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk ilmu aktuaria. Melalui Readi Project, Kanada dengan senang hati berbagi ilmu dengan mahasiswa dan profesional dari Indonesia,” ujar Direktur Regional Readi Project William Duggan.

Selain UI, prodi aktuaria baru ada di Institut Pertanian Bogor yang kini sudah pada angkatan kuliah kedua. Di Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Pelita Harapan, aktuaria merupakan salah satu bidang peminatan di prodi Matematika dan Statistik.

Selain ilmu aktuaria belum tersosialisasi di masyarakat, alasan prodi ini ditakuti atau dihindari karena mahasiswanya harus berkemampuan matematika tinggi. (DNE)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 Agustus 2017, di halaman 5 dengan judul “Ilmu Aktuaria Belum Berkembang Optimal”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: