Hewan Menggunakan Angka untuk Kelangsungan Hidup

- Editor

Rabu, 1 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hewan menggunakan angka untuk berbagai kegiatan hidup, mulai dari mencari makan, menavigasi, berburu, menghindari pemangsa, interaksi sosial, hingga kegiatan reproduksi.

Hewan, mulai dari serangga hingga primata, memiliki kemampuan numerik untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka menggunakan angka untuk berbagai kegiatan hidup, mulai dari mencari makan, menavigasi, berburu, menghindari pemangsa, interaksi sosial, hingga kegiatan reproduksi.

Kemampuan numerik hewan ini dikaji oleh Andreas Nieder dalam kajian berjudul ”Nilai Adaptif dari Kemampuan Numerik”. Kajian ini dimuat dalam jurnal Trends in Ecology & Evolution yang juga dipublikasikan Science Daily pada 30 Maret 2020. Andreas Nieder adalah peneliti di Institut Neurobiologi, Universitas Tubingen, Jerman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kajiannya, Nieder menyajikan sejumlah contoh bagaimana hewan menggunakan kemampuan numerik untuk adaptasi dari berbagai penelitian yang telah ada. Menurut kajian Nieder, kemampuan numerik ini tidak eksak, tetapi berupa perkiraan.

Salah satu kemampuan numerik hewan ketika mereka menghindari pemangsa. Setiap ikan yang dimasukkan dalam lingkungan yang tidak dikenalnya cenderung untuk bergabung dalam kelompok lebih besar. Ikan dapat membedakan siapa yang kalah dalam satu lawan dua, dua lawan tiga, dan tiga lawan empat ikan.

Rusa kecil (Cervus elaphus) meminimalkan risiko dimangsa serigala (Canis lupus) dengan hidup dalam kelompok kecil yang jarang ditemui serigala. Cara lainnya dengan berkumpul dalam kelompok besar yang mengurangi kemungkinan individu tertentu menjadi korban serigala.

Dari kacamata pemangsa, jumlah juga penting untuk berburu. Pada serigala, kemungkinan menangkap mangsa yang berbeda, berbeda pula ukuran kelompok dalam perburuan. Karena mangsa yang besar bisa menendang, menanduk, dan menginjak serigala sampai mati, hal itu bisa dihindari dengan ukuran kelompok optimal.

Untuk berburu rusa, tingkat keberhasilan serigala berburu jika berada dalam kelompok dua hingga enam serigala. Untuk berburu moose (Alces americanus) yang badannya lebih besar daripada rusa, serigala membutuhkan delapan serigala dalam satu kelompok berburu. Untuk berburu bison (Bison bison), mangsa yang paling tangguh bagi serigala, dibutuhkan hingga 13 serigala dalam satu kelompok berburu. Ini adalah penjamin kesuksesan terbaik.

”Yang menarik, kita tahu sekarang bahwa kompetensi numerik hadir di hampir setiap cabang di pohon kehidupan hewan kehidupan. Kemampuan untuk membedakan angka harus memiliki manfaat bertahan hidup yang kuat dan manfaat reproduksi,” papar Nieder.

Salah satu penelitian terbaru tentang kemampuan numerik serangga dilakukan Scarlett R Howard dan Adrian Dyer dari Universitas RMIT, Australia, serta rekan-rekannya. Penelitian itu berjudul ”Representasi Simbol Numerik oleh Lebah Madu (Apis mellifera): Mencocokkan Karakter dengan Jumlah Kecil”. Penelitian ini dimuat dalam jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences edisi 5 Juni 2019 yang juga dipublikasikan Science Daily.

Dalam labirin berbentuk Y, lebah dilatih untuk mencocokkan karakter dengan sejumlah angka dengan benar. Mereka kemudian diuji apakah mereka dapat menerapkan pengetahuan baru mereka untuk mencocokkan karakter dengan berbagai angka dengan jumlah yang sama, dengan cara angka ’2’ dapat mewakili dua pisang, dua pohon, atau dua topi.

”Ini menunjukkan bahwa pemrosesan angka dan pemahaman simbol terjadi di sejumlah wilayah dalam otak lebah, mirip dengan cara pemrosesan terpisah yang terjadi di otak manusia,” kata Scarlett R Howard.

Adrian Dyer mengatakan, sementara manusia adalah satu-satunya spesies yang telah mengembangkan sistem untuk mewakili angka, seperti angka Arab yang digunakan setiap hari, penelitian menunjukkan konsep tersebut dapat dipahami oleh otak yang jauh lebih kecil daripada otak manusia.

Penelitian lain telah menunjukkan bahwa sejumlah hewan non-manusia telah dapat belajar bahwa simbol dapat mewakili angka, seperti merpati, burung beo, simpanse, dan monyet.

Oleh SUBUR TJAHJONO

Sumber: Kompas, 31 Maret 2020

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 2 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB