Hari Hepatitis Sedunia; Penerbitan Izin Edar Sofosbuvir Ditunggu

- Editor

Rabu, 29 Juli 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah didesak agar segera menerbitkan izin edar pada obat hepatitis C terbaru, Sofosbuvir. Zat aktif itu diharapkan bisa mengganti obat generasi sebelumya, Interferon, yang dinilai mahal dan kurang efektif. Hingga kini, pemerintah masih mengkaji kelayakan Sofosbuvir agar aman untuk diedarkan.

Program Manager Koalisi AIDS Indonesia Budi Rissetyabudi Darma Adi, dalam aksi peringatan Hari Hepatitis Sedunia, Selasa (28/7), di Jakarta, menyampaikan, ada sekitar 2 juta orang Indonesia terjangkit hepatitis C. Namun, akses terhadap terapi penyakit itu terhambat mahalnya biaya pengobatan.

Setelah terinfeksi hepatitis C pada 2004, ia mengeluarkan dana hingga Rp 8 juta untuk tes hepatitis, fungsi hati, dan jumlah virus. Sementara harga obat hepatitis C yakni kombinasi pegylated Interferon dan Ribavirin Rp 80 juta untuk enam bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, terapi itu menimbulkan efek samping seperti panas tinggi, depresi, dan emosi tak terkendali, sehingga ia putus berobat. Sebulan lalu, ia dan tiga pasien lain mengonsumsi Sofosbuvir dari India, karena tak ada efek samping berlebihan. “Biayanya Rp 21 juta-Rp 23 juta untuk enam bulan pakai,” ujarnya.

Juru bicara Koalisi Obat Murah Aditya Wardhana menjelaskan, Sofosbuvir dibutuhkan pasien hepatitis C, karena tingkat keberhasilan terapi 95 persen. Itu lebih tinggi dibandingkan Interferon yang tingkat kesuksesannya 60 persen.

Awal tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan Sofosbuvir dalam daftar obat paling dibutuhkan, karena lebih praktis, murah, dan efektivitas tinggi. Karena itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) seharusnya memasukkan Sofosbuvir sebagai obat yang diprioritaskan peredarannya di Indonesia. Setelah beredar, Kementerian Kesehatan bisa memasukkan dalam fomularium nasional sebagai obat pengganti Interferon dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.

Direktur Penilaian Obat dan Produk Biologi BPOM Nurma Hidayati mengatakan pihaknya mengagendakan kajian produk Sofosbuvir sejak dua bulan lalu. Namun, itu belum terealisasi karena perusahaan farmasi pemegang produk belum melengkapi berkas sebagai syarat riset.

Jika berkas lengkap, para pakar hepatitis dan AIDS akan dilibatkan dalam evaluasi keamanan, manfaat, dan mutu produk. Obat hepatitis itu masuk daftar jalur cepat demi mengantisipasi penyakit menular yang jadi prioritas pemerintah. “Riset maksimal 100 hari kerja. Jika syarat terpenuhi, nomor izin edar akan keluar,” ujarnya.

Direktur Pelayanan Kefarmasian Kemenkes Bayu Teja Mulyana mengatakan, jika nomor izin edar keluar, Kemenkes akan menilai teknologi kesehatan dilihat dari rasio manfaat dan keefektivan harga obat. (B12)
—————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 29 Juli 2015, di halaman 13 dengan judul “Penerbitan Izin Edar Sofosbuvir Ditunggu”.

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 17 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB