Habibie Festival, Tingkatkan Kiprah Perempuan Berteknologi

- Editor

Rabu, 12 April 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

<p>Para narasumber dan moderator mendapatkan penghargaan Women In Tech dari Habibie Festival 2017. Teknologi Memberikan Dampak Sosial Bagi Masyarakat (11/8/2017). Foto: KONTAN/Ivana Livia Wibisono</p>

Para narasumber dan moderator mendapatkan penghargaan Women In Tech dari Habibie Festival 2017. Teknologi Memberikan Dampak Sosial Bagi Masyarakat (11/8/2017). Foto: KONTAN/Ivana Livia Wibisono

Perempuan dalam populasi menempati 49 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Akan tetapi, kiprah mereka dalam pengembangan teknologi dinilai masih minim. Dibutuhkan pembelajaran dan literasi teknologi yang lebih intensif.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi berjudul “Perempuan di Antara Budaya Teknologi dan Inovasi” yang diselenggarakan pada Habibie Festival ke-2 di Jakarta, Jumat (11/8). Pembicara dalam diskusi antara lain Manajer Senior Pengembangan Bisnis Line Indonesia Christa Sabathaly dan Komisaris Utama Batik Keris Lina Handianto.

Pakar penerbangan Indonesia sekaligus putra sulung mantan Presiden BJ Habibie, Ilham Habibie, dalam sambutannya, mengatakan, ilmu pengetahuan tidak mengenal jender ataupun jenis kelamin. Alasannya karena ilmu pengetahuan harus bermanfaat bagi semua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Memang dalam penerapannya terkadang berbenturan dengan tradisi. Akan tetapi, selalu ada jalan keluar yang memungkinkan masyarakat mempelajari ilmu dan menerapkannya. Solusi tersebut yang harus selalu dikembangkan,” ujarnya.

Salah satu pembicara, pendiri Binar Academy, Alamanda Shantika, mengemukakan, masih ada pendapat keliru bahwa teknologi adalah sesuatu yang rumit dan tidak bisa dikuasai perempuan.

“Padahal, perkembangan teknologi sudah menjadi keniscayaan dalam perkembangan budaya suatu bangsa,” ujar Alamanda yang dahulu mengembangkan teknologi aplikasi untuk perusahaan ojek dalam jaringan, Go-Jek.

Para narasumber dan moderator mendapatkan penghargaan Women In Tech dari Habibie Festival 2017. Teknologi Memberikan Dampak Sosial Bagi Masyarakat (11/8/2017). Foto: KONTAN/Ivana Livia Wibisono

Perempuan, katanya, sejak dahulu terlibat di dalam pengembangan teknologi. Akan tetapi, di era digital, perempuan seolah disisihkan hanya sebagai pengguna.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Direktur Komunikasi Perusahaan PT Telkomsel Adita Irawati menjelaskan, literasi teknologi sudah merupakan kewajiban orangtua, guru, dan anak. Selain mengajar etika berteknologi agar gawai tidak disalahgunakan untuk hal-hal negatif, literasi teknologi juga memberikan pengetahuan bahwa pemanfaatan teknologi bisa membuka ruang-ruang pemberdayaan.

“Justru dengan semakin berkembangnya teknologi memungkinkan perempuan semakin berdaya dalam berkarya. Jarak tidak lagi menjadi masalah karena teknologi mempermudah pekerjaan,” katanya. (DNE)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 12 Agustus 2017, di halaman 12 dengan judul “Tingkatkan Kiprah Perempuan Berteknologi”.
————–
Perempuan di ranah teknologi semakin banyak

Di dominasi oleh kaum Adam, dunia teknologi kini juga milik kaum hawa. Menurut Vice President Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati jumlah perempuan yang menggeluti ranah teknologi saat ini semakin banyak.

“Secara statistik memang jumlah lelaki masih mendominasi, tapi wanita di dunia teknologi Tanah Air mengalami pertumbuhan yang besar dalam kurun lima tahun ini,” ujar Adita ditemui dalam gelaran Bekraf Habibie Festival 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat.

“Banyak perusahaan pun kini melihat gender bukan sebuah isu lagi. Selama punya kemampuan, perusahaan tidak akan melihat jenis kelaminnya,” sambung dia.

Adita juga melihat perempuan Indonesia saat ini semakin menyadari bahwa dunia mereka luas. Lebih dari itu, menurut dia, pihak keluarga kini tak lagi mempersoalkan ketika memilih untuk berkecimpung di dunia yang “maskulin”.

Tidak hanya itu, menurut Adita perempuan memiliki sejumlah keunggulan dibanding laki-laki, seperti kemampuan multitasking, lebih tekun dan teliti. “Yang saya lihat seperti itu, dan bekerjanya dengan hati. Perempuan itu lebih sensitif,” ujar dia.

Hal tersebut membuat perempuan mampu menempati posisi kunci di perusahaan. Sebagai contoh, Adita mengatakan bahwa sekitar 40 persen Vice President di Telkomsel adalah perempuan.

“Mereka menduduki posisi yang sangat lapangan banget, jadi pemimpin teritori area Sumatera, Papua dan segala macam. Ini sangat challenging dan rumit, tapi mereka bisa bertahan,” kata Adita.

Meski demikian, perempuan tetap tak lepas dari kodratnya. Bagaimana perempuan menjalankan fungsinya sebagai ibu, istri sekaligus wanita karier, menurut Adita, menjadi tantangan tersendiri.

“Terkadang ada keluarga yang menuntut lebih. Sebagai istri yang harus totalitas di kerjaan akhirnya gagal fokus karena perioritasnya berubah. Jadi, tantanganannya lebih pada diri sendiri bukan di lingkungan pekerjaan,” kata dia.

“Pada akhirnya ketika pilihan dibuat, bagaimana di-manage kembali kepada perempuan itu sendiri dan keluarga inti,” tambah dia.

Pewarta: Arindra Meodia

Sumber: Antara, Sabtu, 12 Agustus 2017

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 27 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB