Home / Berita / Facebook Inisiasi Kabel Laut Langsung Indonesia-Amerika, Internet Bakal Lebih Kencang

Facebook Inisiasi Kabel Laut Langsung Indonesia-Amerika, Internet Bakal Lebih Kencang

Facebook dan Google mempersiapkan proyek jaringan kabel laut langsung antara Amerika Serikat dan Indonesia; kurangi ketergantungan akses internet melalui jaringan Singapura dan Hong Kong.

Untuk pertama kalinya Indonesia akan memiliki jaringan internet laut yang langsung terhubung dengan kawasan Amerika Utara. Proyek yang direncanakan selesai pada 2023-2024 ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan internet Indonesia sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap jaringan Singapura dan Hong Kong.

Dua jaringan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) yang diberi nama Echo dan Bifrost ini adalah hasil inisiatif dari raksasa media sosial Facebook. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas koneksi internet antara Asia Tenggara dan Amerika Utara. Echo direncanakan akan mulai dapat digunakan pada 2023, sedangkan Bifrost pada 2024.

Investasi Facebook untuk jaringan Bifrost akan ditanggung bersama dengan Telin, lengan bisnis internasional dari Telkom, dan perusahaan konglomerat Singapura, Keppel. Sementara Echo akan menjadi investasi bersama Facebook dengan Google dan XL Axiata.

Group Head Corporate Communication XL Axiata Tri Wahyuningsih pada Selasa (30/3/2021) mengatakan, XL Axiata berharap besar terhadap proyek ini karena ketersediaan jalur internet dan data secara langsung ke jaringan global, yakni Amerika, sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan akses layanan data masyarakat.

Manfaat yang dirasakan, kata Tri, antara lain tersedianya akses internet dan data dengan kapasitas besar ke luar negeri yang dapat mendukung kemudahan ekonomi dan pengembangan teknologi oleh masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha Indonesia.

”Ini juga akan mengurangi ketergantungan akses internet dan data Indonesia ke jaringan global yang selama ini hanya tersedia melalui jalur Singapura dan Hong Kong,” kata Tri.

GOOGLE—-Rencana pengembangan sistem komunikasi kabel laut langsung antara Amerika dan Indonesia bernama Echo, seperti yang ditunjukkan oleh VP Global Networking Google Cloud Bikash Koley pada Senin (29/3/2021). Echo adalah investasi bersama antara Google, Facebook, dan XL Axiata.

Tri juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan dalam pelaksanaan proyek ini karena manfaat yang dihadirkan akan dapat dirasakan oleh seluruh pihak.

VP Network Investments Facebook Kevin Salvadori mengatakan, Echo dan Bifrost akan menjadi proyek pertama yang menghubungkan Amerika Utara langsung ke kawasan Indonesia. Hal ini dapat meningkatkan kapasitas komunikasi data secara signifikan antara kawasan Asia Tenggara dan Amerika.

”Dua jaringan ini akan meningkatkan kapasitas jaringan internet di kawasan lintas Pasifik hingga 70 persen,” kata Salvadori.

VP Global Networking Google Cloud Bikash Koley mengatakan, koneksi Echo langsung antara AS dengan Jakarta dan Singapura ini akan mempersingkat kecepatan akses atau latency pengguna terhadap layanan yang menggunakan platform komputasi awan milik Google, yakni Google Cloud Platform (GCP).

”Terlebih lagi, kawasan ini adalah lokasi sejumlah pusat finansial dan teknologi paling ramai di dunia,” kata Koley dalam keterangan tertulis.

Baik Koley maupun Salvadori mengatakan, jaringan ini didesain untuk menghindari rute lintas Samudra Pasifik yang ramai. Echo dan Bifrost akan menjadi jaringan pertama yang melewati Laut Jawa untuk melintasi Samudra Pasifik.

”Arsitektur Echo didesain untuk ketahanan setinggi mungkin, menghindari jalur ramai di bagian utara Asia Tenggara. Kami berharap, konektivitas yang dibawa Echo dapat memberikan peluang-peluang baru bagi masyarakat dan bisnis di kawasan,” kata Koley.

Berdasarkan data dari firma riset pasar telekomunikasi TeleGeography, selama ini kebanyakan jalur telekomunikasi bawah laut dari AS ke Asia cenderung melalui sisi utara, dengan landing point di pantai timur Jepang, Taiwan, maupun Hong Kong.

SUBMARINE CABLE MAP/TELEGEOGRAPHY—Peta sistem komunikasi kabel laut eksisting antara kawasan Amerika Utara dan Asia Pasifik, seperti dalam peta milik TeleGeography yang diakses pada Selasa (30/3/2021).

Investasi infrastruktur semacam ini, kata Koley, dapat berdampak besar terhadap roda perekonomian suatu kawasan. Mengutip hasil studi Google dengan firma Analysys Mason, investasi jaringan pada 2010-2019 telah menghasilkan 1,1 juta lapangan pekerjaan tambahan dan peningkatan PDB Asia Pasifik sebesar 430 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.234,3 triliun.

Langkah ini dapat dipahami sebab Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar Facebook. Berdasarkan data We Are Social Hootsuite, Februari 2021, tiga layanan milik Facebook, yakni Whatsapp, Instagram, dan Facebook, digunakan oleh 85-87 persen warganet Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun Statista, Facebook memiliki 140 juta pengguna di Indonesia, hanya di bawah India (320 juta) dan Amerika Serikat (190 juta).

Industri gim tumbuh positif
Sementara itu, industri gim lokal Indonesia pun mengalami pertumbuhan positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data Asosiasi Game Indonesia (AGI) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), terjadi peningkatan pendapatan yang drastis, yakni 56 persen antara 2018 dan 2019, dari Rp 19 miliar menjadi Rp 30 miliar.

Selain itu, produktivitas pengembang gim lokal pun meningkat dari 143 gim pada 2017, lalu 225 gim pada 2018, dan 322 gim pada 2019.

Pengembangan ekosistem pengembang gim dinilai menjadi kunci untuk pertumbuhan industri ini ke depan. Vice President AGI Adam Ardisasmita mengatakan, keberadaan perusahaan inkubator menjadi sangat penting dalam ekosistem ini.

”Inkubator menjadi titik yang menjembatani amatir yang ingin menjadi developer profesional dan membuat gim yang bagus sehingga value chain industri gim jadi tidak tersendat,” kata Adam dalam sebuah diskusi.

Oleh SATRIO PANGARSO WISANGGENI

Editor: KHAERUDIN KHAERUDIN

Sumber: Kompas, 31 Maret 2021

Share
%d blogger menyukai ini: