Home / Berita / El Nino Tahun Ini Termasuk Empat Besar Terkuat

El Nino Tahun Ini Termasuk Empat Besar Terkuat

Sejumlah negara patut waspada. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan fenomena El Nino kali ini masuk empat besar El Nino paling kuat sejak tahun 1950. Puncaknya diperkirakan akhir tahun 2015. Pernyataan resmi WMO yang dikutip BBC, Selasa (1/9), menyebutkan, pemodelan dan opini para ahli mengarah pada kenaikan suhu di kawasan Pasifik tengah dan timur hingga 2 derajat celsius.

El Nino merupakan fenomena menghangatnya suhu muka laut di kawasan Pasifik tengah dan timur. Bagi Indonesia dan negara lain di kawasan ekuator seperti Asia, berarti berdampak terhadap kekeringan panjang. Namun, berarti potensi banjir besar di kawasan Amerika Utara. Saat ini, suhu muka laut di kawasan Pasifik naik 2 derajat celsius yang turut mengubah pola cuaca, termasuk di antaranya bibit badai di kawasan Hawaii yang muncul lebih dari satu. Pada saat yang sama, potensi badai di Samudra Atlantik berkurang. El Nino paling kuat tercatat tahun 1997-1998 disusul El Nino tahun 1972-1973 yang kembali menguat pada 1982-1983. (BBC/GSA)
—————————-
Diabetes Saat Hamil Berisiko Komplikasi

Diabetes pada kehamilan atau diabetes melitus gestational (DMG) rentan menyebabkan bayi lahir terlalu besar sehingga mengakibatkan komplikasi saat melahirkan. Selain itu, ibu dan bayi juga berisiko terkena diabetes melitus tipe dua dalam 10 tahun berikutnya. Karena itu, faktor risiko perlu dikendalikan dengan terapi nutrisi dan terapi insulin. ”Kasus DMG memiliki prevalensi 3-5 persen dari semua kehamilan. Namun, banyak faktor risiko yang memperbesar seseorang mengalami DMG,” ujar ahli penyakit dalam dan konsultan endokrin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Tri Juli Edi Tarigan, dalam diskusi, Selasa (1/9), di Jakarta. Beberapa faktor risiko yang memperbesar seorang perempuan mengalami DMG adalah obesitas, keturunan dari orangtua, menderita gula darah sebelum mengandung, merokok, dan jarang berolahraga. Untuk mengetahui gejala DMG, ibu hamil perlu memeriksakan kandungan saat berusia 24-28 minggu. DMG terjadi karena ada resistansi insulin di dalam tubuh akibat dinamika hormonal saat mengandung. Kondisi ini menyebabkan insulin tidak bisa membuka jalan untuk glukosa masuk ke dalam sel sehingga jumlah glukosa di dalam darah tinggi. Menurut Tri, berat bayi yang lahir dari ibu yang terkena DMG bisa mencapai 7 kilogram. Hal ini akan menyebabkan ibu kesulitan ketika melahirkan secara normal. (B06)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 September 2015, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.
———-
Sekolah Bisnis Terbaik di Indonesia

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) menduduki peringkat pertama di Indonesia dan peringkat ke-9 dari 50 sekolah bisnis terbaik di Asia. Pemeringkatan itu dirilis The Eduniversal Best Business School Ranking—lembaga pemeringkatan internasional berbasis di Perancis yang diakui dunia. Pencapaian ini berhasil mengantarkan FEB UI sebagai sekolah bisnis terbaik di Indonesia dan menyandang predikat 3 Palmes of Excellent University with Reinforcing International Influence. Dekan FEB UI Ari Kuncoro, Rabu (2/9), menyampaikan, dengan pencapaian itu, diharapkan dapat meningkatkan akreditasi dan reputasi FEB UI di kancah internasional. Eduniversal memeringkat 1.000 sekolah bisnis yang tersebar di 154 negara di sejumlah zona geografis, yaitu Afrika, Eropa Timur, Eropa Barat Eurasia dan Timur Tengah, Amerika Latin, Amerika Utara, Oseania, Asia Tengah, dan Asia Timur. (*/ELN)
—————
Pentingnya Bahasa Inggris untuk Publikasi Penelitian

Untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris peneliti agar bisa memublikasikan karya ilmiahnya di jurnal internasional, University of Technology, Sydney (UTS):Insearch, Gramedia, dan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menyelenggarakan program Pengajaran Bahasa Inggris untuk Penelitian (Academic English Level 6/AE6). ”Ini pertama kali program AE6 diadakan di Indonesia. Kami ingin membantu mahasiswa atau dosen di Indonesia meningkatkan kemampuan dalam memublikasikan karya ilmiah,” kata Managing Director UTS:Insearch Alex Murphy, Rabu (2/9) di Jakarta. Minimnya keterampilan berbahasa Inggris masih menjadi penghambat peneliti Indonesia meningkatkan produktivitas jumlah karya ilmiah di jurnal internasional. Pengajar akan membantu para peserta didik secara fleksibel, nyaman, dan cepat untuk meningkatkan pemahaman bahasa Inggris. (B03)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 3 September 2015, di halaman 11 dengan judul “Langkan”.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Ekuinoks September Tiba, Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi

Matahari kembali tepat berada di atas garis khatulistiwa pada tanggal 21-24 September. Saat ini, semua ...

%d blogger menyukai ini: