Dorong Inovasi Jurusan Perguruan Tinggi

- Editor

Rabu, 18 Oktober 2017

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perubahan lanskap ekonomi global dan interaksi sosial perlu diantisipasi, antara lain dengan menyiapkan sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan yang dinamis. Perguruan tinggi perlu memotori inovasi disruptif yang menciptakan nilai dan pasar baru, salah satunya mendorong pembentukan fakultas ekonomi digital.

Presiden Joko Widodo dalam orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis Ke-60 Universitas Diponegoro di Stadion Undip, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/10), mengatakan, perubahan lanskap ekonomi global terjadi tiga tahun terakhir. Sejumlah negara, misalnya, mulai meninggalkan pembayaran tunai dan kartu kredit dan menggantinya dengan pembayaran daring.

Menghadapi perubahan itu, kata Presiden Jokowi, perencanaan matang perlu disiapkan karena diyakini perubahan lanskap ekonomi global benar-benar terasa 10-15 tahun ke depan. “Lalu lintas informasi dan pengetahuan berjalan sangat cepat. Perguruan tinggi paling depan dalam menghadapi ini,” kata Presiden.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Presiden, perguruan tinggi perlu melakukan inovasi disruptif, antara lain dengan menyiapkan fakultas dan program studi yang mampu menjawab kebutuhan spesifik. Presiden mencontohkan, saat ini sangat diperlukan fakultas ekonomi digital. “Jurusan (program studi) yang disiapkan bisa toko online, aplikasi sistem, teknologi finansial, bahkan meme,” kata Presiden.

Sejumlah negara, lanjut Presiden, juga sudah mengarah pada fakultas atau program studi yang spesifik, seperti manajemen logistik, manajemen retail, manajemen strategis, dan manajemen rantai suplai.

Revitalisasi politeknik
Menghadapi era ekonomi digital, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir mengatakan, pihaknya terus berupaya merevitalisasi sejumlah politeknik. Politeknik yang direvitalisasi antara lain Politeknik Negeri Batam di Kota Batam, Kepulauan Riau, dan Politeknik Manufaktur di Kota Bandung, Jawa Barat.

Politeknik Negeri Batam didorong menghasilkan SDM yang siap untuk terlibat dalam ekonomi digital. “Kami mencoba membuat jejaring di Batam, dengan Singapura dan Malaysia, untuk memerankan peran ekonomi digital sebagai sumber ekonomi di sana,” ujar Nasir.

Rektor Undip Yos Johan Utama mengemukakan, pihaknya terus mengedepankan riset yang selaras dengan program Nawacita Presiden Jokowi. Artinya, orientasi riset pada hilirisasi sehingga hasilnya dapat bermanfaat langsung bagi masyarakat.

Di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin Dahuri, mengatakan, pemerintah harus menjembatani agar hasil riset perguruan tinggi ataupun badan penelitian dan pengembangan pemerintah bisa digunakan industri dalam negeri.

“Hasil riset dalam negeri itu harus digunakan. Kalau pihak swasta atau pelaku industri dan pemerintah tidak menggunakan hasil riset itu, sama saja bohong, hasil riset menjadi sia-sia,” kata Rokhmin dalam kuliah umum bertema “Reorientasi Pembangunan Sistem Pendidikan dan Inovasi untuk Kemajuan, Kesejahteraan, dan Kedaulatan Bangsa Indonesia” di Universitas Lambung Mangkurat. (DIT/JUM)

Sumber: Kompas, 18 Oktober 2017

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?
Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM
Langkah Strategis BYD dan Visi Haryadi Kaimuddin untuk Menuju Kemandirian Energi Indonesia
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Zirah Berduri di Dasar Ciliwung. Mengapa Jakarta “Memerangi” Ikan Sapu-Sapu?
Berita ini 5 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:29 WIB

Mengapa Desain Jembatan Mahasiswa ITB Ini Dianggap Unggul di Kompetisi Internasional?

Kamis, 30 April 2026 - 08:24 WIB

Melawan Arus Waktu, Kisah Kiki, Pemuda 22 Tahun yang Meraih Gelar Master di UGM

Berita Terbaru