Di Asia Tenggara Paket Data Internet Indonesia Hanya Kalah Murah dari Vietnam

- Editor

Rabu, 26 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para operator menawarkan paket data pembelajaran daring dengan harga terjangkau. Sebetulnya, bagaimana tarif internet seluler Indonesia dibandingkan negara-negara lain di dunia?

Pandemi Covid-19 telah memaksa hadirnya tawaran paket internet selular yang terjangkau untuk layanan pembelajaran bagi pelajar Indonesia. Namun sebetulnya, seperti apa tarif internet seluler Indonesia dibandingkan negara-negara lain?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti pada Minggu (23/8/2020) lalu, Telkomsel meluncurkan paket data dengan harga terjangkau bernama “Kuota Belajar”. Dalam paket ini, pengguna diberi akses sebesar 10 gigabyte (GB) untuk layanan aplikasi dan situs web belajar daring, layanan video konferens, dan laman belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

XL Axiata juga memiliki tawaran serupa, baik untuk layanan video konferens dalam paket “XTRA Conference” dan paket akses laman belajar daring dalam “XTRA Edukasi”. Sementara itu, IM3 Ooredo memberikan penawaran kuota gratis 30 GB terhadap laman belajar daring dan layanan yang dimiliki oleh perguruan tinggi.

Jaga kualitas jaringan
Pakar telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Agung Harsoyo mengatakan, layanan penggratisan atau pembedaan harga untuk akses terhadap layanan maupun situs web tertentu dapat diatur melalui sistem billing yang ada di setiap perusahaan telekomunikasi.

Sistem billing ini adalah semacam ‘meteran’ yang ada di pusat layanan milik setiap perusahaan telekomunikasi.

“Dari sistem inilah diatur terkait tarif dari layanan; termasuk di dalamnya layanan yang dibuat gratis—pada periode tertentu, pada jam tertentu, atau pada website tertentu,” kata Agung saat dihubungi pada Selasa (25/8/2020).

Agung yang juga anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (KRT-BRTI) mengatakan, kecepatan akses yang dirasakan pelanggan akan dipengaruhi banyak faktor.

Kepadatan lalu lintas atau traffic jaringan terhadap situs-situs yang digratiskan tersebut juga dapat mempengaruhi kecepatan akses oleh pelanggan. “Operator seluler akan memantau hal ini, dikelola ahar tetap memenuhi quality of service,” kata Agung.

Semuanya dipasarkan dengan harga yang terjangkau, guna mendukung proses pembelajaran jarak jauh di masa pandemi Covid-19. Namun, pada dasarnya, tarif internet seluler Indonesia tergolong terjangkau di antara negara-negara lain di dunia.

Indonesia tergolong tarif murah
Berdasarkan survei Worldwide Mobile Data Pricing 2020 oleh perusahaan lembaga riset pasar Cable.co.uk, Indonesia berada di posisi ke-14 dunia dalam daftar tarif internet seluler termurah.

Dengan harga rata-rata 0,64 dollar AS atau sekitar Rp 9.900 per 1 GB, tarif paket data Indonesia hanya lebih mahal dari Vietnam, di jajaran negara-negara Asia Tenggara. Tarif rata-rata internet seluler Vietnam sekitar 13.000 Dong atau 0,57 dollar AS untuk paket 1 GB.

Di bawah Indonesia, ada Myanmar yang berada di peringkat 28 dunia. Myanmar tercatat memiliki tarif rata-rata sebesar 0,78 dollar AS untuk paket 1 GB. Kemudian baru menyusul negara jiran Malaysia dengan rata-rata 1,12 dollar AS (Rp 16.000).

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA—Pelajar kelas VIII MTs Darul Ulum, Sovi Dwi Aprilia, belajar daring bersama adiknya, Tri Wahyu yang masih kelas 1 SD, sambil berjualan nasi campur di pinggir jalan di kawasan Delta Sari, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (24/7/2020). Novi berjualan nasi campur untuk membantu orangtuanya sekaligus mencari tambahan membeli paket data internet untuk belajar secara daring. Untuk kebutuhan belajar daring ia dan adiknya, Novi mengaku harus mengeluarkan uang sebanyak Rp140.000 perbulan untuk membeli paket data.

Selanjutnya adalah Thailand dengan rata-rata 1,23 dollar AS (Rp 18.000) untuk paket 1 GB; Filipina 1,42 dollar AS (Rp 21.000); Kamboja 1,5 dollar AS (Rp 22.000); Timor Leste 2,08 dollar AS (Rp 30.000); Singapura dengan rata-rata 2,47 dollar AS (Rp 36.000); Brunei Darussalam 2,64 dollar AS (Rp 38.000); dan harga tertinggi adalah Laos dengan rata-rata 4,16 dollar AS atau setara dengan Rp 60.000 untuk paket data 1 GB.

Pemuncak nomor satu dunia adalah India, dengan tarif rata-rata sebesar 0,09 dollar AS atau sekitar Rp 1.300 untuk paket 1 GB. Kemudian disusul Israel dengan 0,11 dollar AS (Rp 1.600); Kirgistan 0,21 dollar AS (Rp 3.060); Italia 0,43 dollar AS (Rp 6.300); dan Ukraina 0,67 dollar AS atau sekitar Rp 6.700 untuk paket 1 GB.

AS bahkan justru masuk dalam papan bawah daftar ini, berada di posisi 188 dari 228 negara yang dicatat. Tarif rata-rata internet seluler di AS adalah 8 dollar AS atau sekitar Rp 116.000. AS berada di 50 negara terbawah bersama Kanada, Selandia Baru, Swiss, Madagaskar, Yaman, Malawi, Kuba, Chad, Benin, hingga Korea Selatan.

Secara sekilas, memang tampak susah melihat benang merah di antara disparitas tarif internet seluler di dunia. Analis telekomunikasi konsumer Cable.co.uk Dan Howdle mengatakan pada dasarnya, di kelompok negara dengan tarif internet termurah, terbagi menjadi dua kategori.

Berbagai upaya dilakukan baik dari pihak sekolah maupun siswa agar tetap bisa melaksanakan pembelajaran di tahun ajaran baru 2020/2021 di tengah pandemi Covid-19. Kendala seperti persoalan jaringan internet hingga keterbatasan kepemilikan gawai siswa menjadi kendala dalam pembelajaran jarak jauh.

Pertama, adalah negara-negara yang memiliki infrastruktur jaringan yang baik; sehingga dapat menawarkan paket dengan jumlah kuota yang besar; berujung pada penurunan harga per GB.

Kategori kedua, adalah negara-negara yang justru tidak memiliki jaringan layanan internet tetap (fixed broadband) sehingga bergantung pada jaringan seluler.

“Karena ketergantungan pada internet seluler yang besar dan tingkat ekonomi yang rendah, maka mau tidak mau harga paket harus murah. Karena ya masyarakatnya hanya semampu itu,” kata Howdle.

Vice President Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin mengatakan, pihaknya telah melakukan antitisipasi lonjakan trafik komunikasi dengan adanya protensi peningkatan penggunaan layanan pembelajaran daring dan konferensi video. Pihaknya akan melakukan penambahan BTS 4G di area residensial.

Denny juga memastikan pihaknya melakukan pengawasan terhadap lonjakan trafik komunikasi yang berpotensi berpengaruh terhadap kecepatan pelanggan.

“Hingga akhir tahun 2020 nanti, Telkomsel telah berkomitmen untuk melakukan penambahan lebih dari 25 ribu BTS berteknologi 4G, yang juga difokuskan pengembangannya di area residensial, guna mendukung aktivitas digital masyarakat dari rumah di masa yang penuh tantangan ini,” kata Denny.

Oleh SATRIO PANGARSO WISANGGENI

Editor: KHAERUDIN KHAERUDIN

Sumber: Kompas, 25 Agustus 2020

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 5 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB