Home / Berita / Data Luas Panen Citra Satelit Tetap Harus Diverifikasi

Data Luas Panen Citra Satelit Tetap Harus Diverifikasi

Perhitungan luas areal panen tanaman pangan dengan menggunakan citra satelit, yang diverifikasi dengan fakta di lapangan menggunakan Tabel Peta Kerja menurut blok lahan, akan sangat akurat dan dapat dilaporkan sewaktu- waktu. Mekanisme kontrol lebih baik termasuk oleh masyarakat. Alur pelaporan lebih sederhana dan cepat.

Hal itu diungkapkan Direktur Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Gatot Irianto, Sabtu (28/11), di Jakarta.

Mekanisme kerja Peta Kerja Blok Lahan, kata Gatot, Badan Pusat Statistik (pusat) membuat peta lahan menurun zona, misalnya zona untuk lahan sawah, lahan kering, atau lahan rawa pada level nasional yang dirinci per provinsi.

“BPS pusat juga membuat Peta Kerja dan Tabel Blok Lahan tiap-tiap provinsi,” ujarnya.

Selanjutnya BPS tingkat provinsi membuat rincian Peta Kerja dan Tabel Blok Lahan level kabupaten mengacu pada peta provinsi.

Begitu pula dengan BPS kabupaten/kota yang membuat rincian Peta Kerja dan Tabel Blok Lahan level kecamatan serta BPS kecamatan membuat rincian lahan level desa.

Di desa ini Peta Kerja dan Tabel Blok Lahan dirinci menurut kepemilikan petani. Dengan berpegang Peta Kerja dan Tabel Blok Lahan, BPS selanjutnya melakukan validasi peta citra satelit dengan fakta lapang dengan mengisi Tabel Blok Lahan.

2cdb53f667c6421d8925f71b10a47b37KOMPAS/DENTY PIAWAI NASTITIE–Musim kemarau panjang dan kanalisasi lahan gambut untuk perkebunan kelapa sawit membuat sawah dan kebun warga Desa Sungai Bungur, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, mengering, Rabu (4/11). Warga pun kerap mengalami gagal panen.

Selanjutnya melakukan rekapitulasi dan verifikasi. Laporan dari BPS kecamatan dilakukan secara online ke BPS kabupaten/ kota, divalidasi ulang dan diteruskan ke BPS pusat.

“Dengan menggunakan citra satelit data lebih akurat, data bisa dilaporkan tiap dua minggu atau tiap bulan, realtime dan online,” ujarnya.

Untuk membedakan apakah areal tanam padi yang dipotret oleh citra satelit benar tanaman padi atau ilalang tidak terlalu sulit. Jika dalam update pemotretan setelah empat bulan gambar pada citra tidak berubah, menunjukkan bahwa itu ilalang karena usia tanam padi sampai panen hanya 110 hari.

“Kalau begitu, tinggal dihapus saja, tidak masuk dalam perhitungan,” katanya.

Perhitungan luas areal tanaman padi atau tanaman pangan lain yang dengan menggunakan teknis eye estimate, dengan memandang hamparan tanaman padi dari jarah jauh, tidak akurat karena itu harus diperbaiki.

Direktur Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan BPS Happy Hardjo mengatakan, metodologi pengumpulan data luas panen selama ini dilakukan melalui pendekatan area. Data dikumpulkan per kecamatan.

Petugas pengumpul data di kecamatan adalah koordinator cabang dinas, petugas penyuluh lapangan, dan petugas dinas pertanian lainnya. Frekuensi pengumpulan data bulanan.

Penghitungan luas areal panen dilakukan dengan cara mengestimasi. Caranya dengan eye estimate, pendekatan melalui sistem blok pengairan, serta penggunaan pupuk.

Sumber informasinya kelompok tani, aparat desa, dan sumber informasi lainnya. Estimasi luas panen tidak menggunakan metode statistik sehingga subyektivitas tinggi.

Adapun untuk menghitung produktivitas tanaman padi dilakukan survei ubinan berbasis survei rumah tangga petani yang menanam tanaman pangan tersebut.

Pemilihan sampel dilakukan BPS, dengan petugas pengumpul data KCD. Pengukuran dilakukan dengan teknik ubinan dengan ukuran 2,5 x 2,5 meter lalu diekstrapolasi untuk estimasi produktivitas per hektar.

Happy mengatakan, mulai 2015 BPS melakukan perbaikan data produksi pangan, melakukan uji coba Kerangka Sampel Area (KSA), survei kajian cadangan beras, survei luas panen, dan luas lahan tanaman pangan, serta survei konsumsi beras.

Uji coba KSA dilakukan dengan memanfaatkan data citra satelit untuk memperkirakan luas panen padi. BPS akan bekerja sama dengan BPPT dan Kementan.

Saat ini sedang dilakukan proses uji coba di Kabupaten Garut dan Indramayu, Jawa Barat. Uji coba dalam enam tahan dan dievaluasi setiap enam bulan.

Road map pengembangan KSA pada 2015 melakukan uji coba di Kabupaten Garut dan Indramayu. Tahun 2016 di seluruh kabupaten di Jawa Barat. Pada 2017 melakukan uji coba di seluruh Jawa dan 2018 secara nasional.

“Uji coba I sekarang memasuki tahap keempat,” katanya.

BPS tengah berupaya memperbaiki data produksi pangan nasional yang tidak akurat. Kementan menyambut baik upaya tersebut dan berharap data pangan ke depan akan semakin baik.

HERMAS EFFENDI PRABOWO

Sumber: Kompas Siang | 28 November 2015

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

%d blogger menyukai ini: