Home / Berita / Daftar Transportasi Canggih Buatan RI, Bagaimana Nasibnya Kini?

Daftar Transportasi Canggih Buatan RI, Bagaimana Nasibnya Kini?

Para insinyur Indonesia mampu merancang dan mengembangkan moda transportasi modern. Transportasi tersebut berwujud purwaruwa (prototype) hingga produk yang telah diproduksi.

Meski mampu memproduksi dan mengembangkan moda transportasi modern, Indonesia masih mendatangkan berbagai tipe transportasi dari luar negeri seperti KRL bekas dari Jepang, pesawat penumpang dari Boeing dan Airbus hingga bus TransJakarta dari China.

Padahal di Bidang transportasi kereta, Indonesia telah memproduksi kereta monorel dan KRL di Madiun Jawa Timur. Sementara untuk moda bus, insinyur RI mampu memproduksi bus gandeng untuk TransJakarta hingga bus listrik buatan Depok Jawa Barat.

Di bidang kendaraan pribadi, tenaga ahli Indonesia berhasil memproduksi berbagai prototype mobil listrik hingga mobil menggunakan bahan bakar BBM. Sedangkan transportasi udara, ada berbagai tipe pesawat yang dihasilkan oleh PT Dirgantara Indonesia (persero).

Lantas bagaimana perkembangan industri transportasi produksi putra-putri Indonesia tersebut? Simak hasil penelusuran detikFinance di sini, Jumat (28/3/2014).

————
Monorel

Indonesia saat ini belum memiliki moda transportasi kereta tipe monorel. Meski hingga kini monorel belum terbangun, ternyata para insinyur mampu mengembangkan prototype monorel.

Seperti BUMN PT INKA di Madiun Jawa Timur. INKA telah membuat purwarupa monorel penumpang untuk angkutan monorel Jabodetabek, monorel Bandara Soekarno Hatta hingga monorel angkutan kontainer.

Selain INKA, PT Melu Bangun Wiweka (MBW) mampu memproduksi purwarupa monorel penumpang buatan Bekasi Jawa Barat. Meski mampu memproduksi purwarupa monorel, hingga kini pengembangan proyek monorel tanah air belum ada yang beroperasi.

Bahkan PT Jakarta Monorail yang ditugaskan membangun monorel di tengah kota Jakarta, justru mendatangkan kereta monorail dari China.

————-
Metro Kapsul

PT Perkakas Rekadaya Nusantara mengusulkan moda transportasi massal bernama metro kapsul. Metro kapsul mirip dengan mobil canggih yang berjalan di jalur khusus tanpa pengemudi. Moda ini direncanakan mengganti konsep monorel milik PT Jakarta Monorail.

Metro kapsul sendiri dirancang dan dikembangkan di Subang Jawa Barat. Saat ini, PT Perkakas
telah memproduksi prototype metro kapsul. Metro kapsul telah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rute yang ditawarkan adalah Senayan-Bandara Soekarno Hatta. Meski telah diusulkan, pengusul metro kapsul harus memperoleh izin rute untuk pengembangan metro kapsul dari Kementerian Perhubungan.

———–
074716_keretainkaKRL

PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah mendatangkan moda KRL bekas dari Jepang. Armada KRL ini digunakan untuk mendukung daya angkut KRL Commuter Line Jabodetabek. Setidaknya hingga Maret 2014, KAI mendatangkan 180 unit kereta bekas dari Jepang. Padahal di dalam negeri, PT INKA mampu memproduksi KRL. Secara teknologi, INKA mengadopsi teknologi kereta dari Eropa. Selain itu, berbagai jenis kereta produksi INKA telah dipakai di beberapa negara seperti Bangladesh dan Malaysia.

———–
Lokomotif

Industri kereta tanah air terbilang cukup maju. Salah satu produknya adalah lokomotif bermesin diesel penarik kereta barang dan penumpang. Ternyata PT INKA mampu memproduksi lokomotif canggih yang mampu melaju di atas banjir dan memiliki kamera pemantau.

Kereta yang dikembangkan oleh INKA di Madiun Jawa Timur, ternyata bisa disejajarkan lokomotif tipe 206 produksi General Electric, Amerika Serikat. Meski mampu memproduksi lokomotif canggih, namun operator kereta tanah air lebih memilih membeli ratusan lokomotif dari General Electric.

————
Bus Gandeng

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat disorot dengan pengadaan ratusan bus gandeng untuk trans Jakarta dari China. Bus tersebut kemudian bermasalah setelah tiba di tanah air. Ada beberapa kerusakan di dalam komponen bus. Padahal di tanah air, ada beberapa perusahaan yang mampu memproduksi bus penumpang. Salah satunya PT INKA di Madiun Jawa Timur.

Dengan merek Inobus, INKA mampu memproduksi bus gandeng yang mengadopsi teknologi kereta. Bus ini telah dipakai sebagai angkutan trans Jakarta untuk koridor 11. Operator yang memakai bus ini adalah Perum Damri.

Damri pun sempat mengeluhkan rusaknya beberapa komponen bus buatan INKA, beberapa hari pasca pemakaian perdana. Bus gandeng buatan INKA dibandrol seharga Rp 3,980 miliar per unit.
———-
Mobil Nasional

Saat ini, tanah air dibanjiri oleh kendaraan dari produsen dunia. Seperti Toyota, Honda hingga Mercedez Benz. Setiap tahun ada tambahan jutaan kendaaran baru. Bagaimana dengan produk otomotif produksi dalam negeri?

Indonesia sudah memproduksi moda mobil nasional berbahan bakar BBM dan listrik. Untuk mobil bahan bakar BBM, ada mobil Esemka. PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) sebagai produsen mobil Esemka mampu memproduksi mobil murah yang dibandrol mulai harga Rp 60 juta.

Mobil ini dipopulerkan oleh Mantan Walikota Solo Jokowi. Namun kini gaung mobil Esemka jarang terdengar di industri otomotif tanah air. Mobil nasional lainnya adalah merek Perkasa yang diproduksi Texmaco dan mobil timor. Namun kedua merek tersebut kini sudah tidak diproduksi.
—————
Mobil dan Bus Listrik

Selain mobil nasional, ternyata insinyur asli Indonesia mampu memproduksi purwarupa mobil listrik. Purwarupa ini diproduksi oleh penemu yang tergabung di dalam putra petir.

Seperti mobil listrik sport Tucuxi karya Danet Suryatama dan mobil Selo karya Ricky Elson. Ricky Elson juga menghasilkan purwarupa city car mirip Alpard bernama Gendhis.

Selain itu, penemu lainnya adalah Dasep Ahmadi. Dasep mampu memproduksi purwarupa city car hingga bus listrik. Mobil hingga bus listrik tersebut saat ini baru sebatas prototype dan belum memasuki fase produksi massal.
————
Pesawat

Maskapai tanah air ramai-ramai membeli dan memesan pesawat penumpang dari produsen pesawat kelas dunia seperti Airbus, Bombardier hingga Boeing. Ternyata, Indonesia sejak tahun 1976 telah memiliki produsen pesawat yang bermarkas di Bandung Jawa barat.

Pesawat ini dikembangkan dan dirakit oleh PT Dirgantara Indonesia (Persero). PTDI ternyata telah menjual pesawat yang laris di pasar dunia yakni tipe CN 235. Pesawat baling-baling ini telah dijual sebanyak 60 unit. Pemakainya berasal dari tanah air hingga penjuru dunia.

Pesawat yang juga dihasilkan dan laris adalah NC212. Bahkan PTDI memproduksi komponen vital untuk produsen pesawat dunia seperti Airbus dan Boeing. PTDI sempat mengembangkan pesawat penumpang mesin turboprop yakni N250. Namun pesawat N250 harus dihentikan pengembangannya karena perintah lembaga IMF.

Begitu juga penghentian program pesawat penumpang mesin jet pesaing Boeing 737 dan Airbus 320. Meski pernah memasuki masa sulit, PTDI berencana meluncurkan pesawat penumpang berbadan kecil yakni N219. Pesawat ini direncanakan menjadi pesaing pesawat andalan penerbangan perintis yakni Cessna Caravan.

Feby Dwi Sutianto – detikfinance

Sumber: detik.com, Jumat, 28/03/2014 07:48 WIB

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*

code

x

Check Also

Melihat Aktivitas Gajah di Terowongan Tol Pekanbaru-Dumai

Sejumlah gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) melintasi Sungai Tekuana di bawah terowongan gajah yang dibangun ...

%d blogger menyukai ini: