Antisipasi Jejak Tsunami di Pesisir Selatan Jawa

- Editor

Kamis, 26 November 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penelitian lapangan mencari jejak tsunami di daerah selatan Jawa menguatkan dugaan bahwa selatan Jawa memiliki potensi gempa bermagnitudo di atas 9 yang bisa memicu tsunami. Penelitian sepuluh hari di Pangandaran, Jawa Barat, Juni 2015 menunjukkan, gempa besar memicu tsunami di kawasan itu.

Indikasinya, keberadaan cangkang kerang Foraminifera yang diduga terangkat dari dasar laut sekitar 400 tahun lalu. Penelitian Februari 2015 selama 12 hari di Lebak, Banten, menunjukkan hal serupa. Pada kedalaman 50-60 sentimeter ditemukan cangkang Foraminifera yang kemungkinan besar juga berasal tsunami 400 tahun. ”Untuk memastikannya, menunggu hasil perhitungan akuratnya,” kata Purna Putra, peneliti pada Pusat Penelitian Geoteknologi pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), saat memaparkan hasil penelitian ”Studi Paleotsunami di Selatan Jawa” di Bandung, Selasa (24/11). Purna bagian dari Tim Riset Paleotsunami LIPI 2015 yang meneliti paleotsunami di Lebak, Banten, dan Pangandaran. Atas temuan itu, pemerintah diminta memasukkan potensi tsunami dalam memutuskan pembangunan. (CHE)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 26 November 2015, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi terkait

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon
Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam
Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026
Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026
Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026
Nobel Kedokteran 2026: Tiga Ilmuwan Menemukan Cara Mengendalikan Sel Saraf dengan Cahaya
Gunung yang Belum Selesai Dilahirkan
Tiga Huruf di Belakang Nama yang Bisa Membuka Dunia
Berita ini 39 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Alga Kecil, Terobosan Besar: Rahasia Chlamydomonas di Balik Nobel Kedokteran 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Misteri Molekul Kiri dan Kanan Antar Dua Ilmuwan ke Nobel Kimia 2026

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Francis Halzen, Pemburu Partikel Hantu dari Kutub Selatan, Raih Nobel Fisika 2026

Berita Terbaru

Artikel

Saat Gambut Kehilangan Air, Bumi Kehilangan Karbon

Sabtu, 17 Okt 2026 - 14:15 WIB

Berita

Api yang Tak Pernah Benar-Benar Padam

Kamis, 15 Okt 2026 - 16:26 WIB