Antartika; Akumulasi Salju Tahan Laju Berkurangnya Es

- Editor

Senin, 2 November 2015

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kekhawatiran habisnya lapisan es di Antartika pupus oleh hasil penelitian Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat atau NASA yang diungkap Jumat (30/10) di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat. Penambahan es dari akumulasi salju selama 10.000 tahun di Antartika telah melampaui laju penurunan luas lapisan es di wilayah itu.

Hasil penelitian tersebut berbeda dengan studi dari Panel (Ahli) Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) tahun 2013. Laporan IPCC berbasis ribuan riset di seluruh dunia menjadi acuan dari Assessment Report Kelima (AR5) yang menyebut es di Antartika akan hilang seluruhnya.

Dari analisis data satelit, lapisan es Antartika menunjukkan kelebihan 112 miliar ton es per tahun pada 1992-2001, dan melambat menjadi 82 miliar ton es per tahun pada 2003-2008.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Studi tersebut berdasarkan perubahan ketinggian permukaan lapisan es Antartika. Pengukuran dilakukan altimeter radar dua satelit milik European Space Agency European Remote Sensing (ESA-ERS). Data terentang tahun 1992-2001. Data tahun 2003-2008 didapat dari altimeter laser dari Ice, Cloud, and Land Elevation Satellite (ICESat) milik NASA.

Sepakat
Menurut Jay Zwally, ahli Ilmu Glasial dari NASA Goddard Space Flight Center di Maryland, dan penulis utama studi yang dipublikasikan pada Jumat (30/10), di the Journal of Glaciology, kedua lembaga tersebut menyepakati hasil riset pada Semenanjung Antartika dan wilayah Pulau Thwaites dan Pine di Antartika Barat. Hasil berbeda ada pada riset di wilayah dalam Antartika Barat dan di bagian timur.

“Ketidaksepakatan terutama untuk Antartika Timur dan bagian dalam Antartika Barat, di sana kami menemukan ada pembentukan es yang melampaui laju pengurangan es di area tersebut,” ucap Zwally. Timnya menemukan perubahan ketinggian di area luas dan perubahan besar pada area sempit.

pemanasan-global-2Riset di Antartika menunjukkan bahwa pertumbuhan penumpukan salju lebih besar daripada pengurangan lapisan es.

“Jika di Semenanjung Antartika dan tepi Antartika Barat laju pengurangan lapisan es naik dua dekade terakhir, itu mengejar penumpukan jangka panjang di Antartika Timur. Dalam 20 atau 30 tahun nanti, saya pikir salju yang turun tidak cukup untuk menggantikan hilangnya lapisan es,” ujarnya.

Salju berlebih turun dalam 10.000 tahun ini secara perlahan memadat, dan mempertebal lapisan es di Antartika Timur serta bagian dalam Antartika Barat sekitar 1,7 sentimeter per tahun. Massa es sepanjang 1992-2008 sekitar 200 miliar ton per tahun, sedangkan hilangnya es meningkat 65 miliar ton per tahun.(NASA/SCIENCEDAILY/ISW)
——————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 November 2015, di halaman 14 dengan judul “Akumulasi Salju Tahan Laju Berkurangnya Es”.

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?
Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia
Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN
Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten
Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker
Lulus Predikat Cumlaude, Petrus Kasihiw Resmi Sandang Gelar Doktor Tercepat
Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel
Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina
Berita ini 5 kali dibaca

Informasi terkait

Rabu, 24 April 2024 - 16:17 WIB

Tak Wajib Publikasi di Jurnal Scopus, Berapa Jurnal Ilmiah yang Harus Dicapai Dosen untuk Angka Kredit?

Rabu, 24 April 2024 - 16:13 WIB

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 April 2024 - 16:09 WIB

Siap Diuji Coba, Begini Cara Kerja Internet Starlink di IKN

Rabu, 24 April 2024 - 13:24 WIB

Riset Kulit Jeruk untuk Kanker & Tumor, Alumnus Sarjana Terapan Undip Dapat 3 Paten

Rabu, 24 April 2024 - 13:20 WIB

Ramai soal Lulusan S2 Disebut Susah Dapat Kerja, Ini Kata Kemenaker

Rabu, 24 April 2024 - 13:06 WIB

Kemendikbudristek Kirim 17 Rektor PTN untuk Ikut Pelatihan di Korsel

Rabu, 24 April 2024 - 13:01 WIB

Ini Beda Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Versi Jepang dan Cina

Rabu, 24 April 2024 - 12:57 WIB

Soal Polemik Publikasi Ilmiah, Kumba Digdowiseiso Minta Semua Pihak Objektif

Berita Terbaru

Tim Gamaforce Universitas Gadjah Mada menerbangkan karya mereka yang memenangi Kontes Robot Terbang Indonesia di Lapangan Pancasila UGM, Yogyakarta, Jumat (7/12/2018). Tim yang terdiri dari mahasiswa UGM dari berbagai jurusan itu dibentuk tahun 2013 dan menjadi wadah pengembangan kemampuan para anggotanya dalam pengembangan teknologi robot terbang.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO (DRA)
07-12-2018

Berita

Empat Bidang Ilmu FEB UGM Masuk Peringkat 178-250 Dunia

Rabu, 24 Apr 2024 - 16:13 WIB