Adaptasi Karakter Sinabung

- Editor

Senin, 20 Oktober 2014

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Letusan Berkepanjangan, Warga Hadapi Hal Baru
Letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berupa guguran awan panas tipe Merapi masih akan berkepanjangan. Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan beradaptasi dengan karakter Sinabung.

Gunung Sinabung kembali mengeluarkan guguran awan panas, kemarin. Sepanjang tengah malam hingga pukul 06.00 WIB, terjadi 25 kali gempa guguran, 15 gempa hybrid, dan 1 kali gempa tektonik jauh. Selain itu, terekam pula aliran lahar hujan.

”Disimpulkan, kegempaan Sinabung masih tinggi. Gunung ini tetap Siaga,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono, Minggu (19/10). Letusan gunung yang ”diam” 1.200 tahun itu masih akan berkepanjangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Surono, sejak 5 Oktober terjadi erupsi tipe Merapi, yaitu letusan berupa guguran awan panas. ”Ancaman bahaya ini dikenali dan kami menyusun rekomendasi untuk mengantisipasinya,” katanya.

Rekomendasi itu antara lain larangan beraktivitas bagi masyarakat pada radius 3 kilometer dari puncak. Khusus arah selatan dan tenggara puncak—bukaan tempat terjadi aliran lava dan awan panas—aktivitas terlarang pada radius 5 km. ”Masyarakat pada radius 3 kilometer, yang bermukim di Kecamatan Payung (Desa Sukameriah) dan Kecamatan Naman Teran (Desa Bekerah dan Desa Simacem), agar tetap diungsikan,” tutur Surono.

Demikian halnya masyarakat empat desa dan satu dusun di luar radius 3 km dari kawah juga harus diungsikan. Desa dan dusun itu adalah Desa Guru Kinayan (Kecamatan Payung), Desa Kutatonggal (Kecamatan Naman), serta Desa Gamber, Desa Berastepu, dan Dusun Sibintun (Kecamatan Simpang Empat).

Sementara masyarakat yang tinggal di Kecamatan Tiga Nderket (Desa Mardinding, Desa Perbaji), Payung (Desa Selandi), Naman Teran (Desa Sukanalu, Desa Sigarang-garang, Desa Kutarakyat, Desa Kutagugung dan Dusun Lau Kawar), dan Simpang Empat (Desa Kutatengah) dapat kembali ke rumah.

Peran daerah
Pemerintah Daerah Kabupaten Karo juga diminta menambah jalur evakuasi di Desa Kutatengah, sebelum warganya diizinkan kembali dari pengungsian. ”Karena curah hujan masih tinggi, masyarakat dekat sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada bahaya lahar,” ungkap Surono.

Selain rekomendasi terbaru ini, sejak tahun 2010 telah direkomendasikan agar Desa Sukameriah, Bekerah, dan Simacem direlokasi. Untuk jangka panjang, permukiman pada radius 5 km, tetapi terletak di bukaan kawah, yakni Desa Guru Kinayan, Berastepu, Gamber, dan Dusun Sibintun, juga harus direlokasi.

Selain soal relokasi hunian, Ketua Posko Pengungsi GPKB Pdt Agustinus Purba mengatakan, warga harus mulai diajari beradaptasi terhadap letusan Sinabung yang berkepanjangan. ”Letusan satu minggu ini membuat banyak petani menderita. Abu vulkanik dan lumpur mematikan tanaman,” ujarnya.

Letusan Sinabung yang berkepanjangan, serta rutin menyemburkan abu dan banjir lumpur merupakan pengalaman baru bagi warga. Itu menuntut pola adaptasi baru. Perlu penjelasan jenis tanaman yang cocok dan cara menyiasati agar tidak gagal panen, misalnya untuk tanaman sayur-sayuran yang sangat rentan abu. (AIK)

Sumber: Kompas, 20 Oktober 2014

Informasi terkait

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin
Pesawat Kecil, Pelajaran Besar
Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik
Ketika Printer Menjadi Pabrik
Jejak 100 Hari Pemburu Kayu
Terkubur untuk Hidup
Batas yang Menentukan Nasib Bintang
Padamnya Lentera Malam
Berita ini 16 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 19:07 WIB

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:43 WIB

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:38 WIB

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:20 WIB

Terkubur untuk Hidup

Berita Terbaru

Berita

Ketika Mobil Berhenti Minum Bensin

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:07 WIB

Artikel

Pesawat Kecil, Pelajaran Besar

Kamis, 27 Agu 2026 - 08:00 WIB

Artikel

Teknik Elektro, Bukan Sekadar Listrik

Kamis, 27 Agu 2026 - 07:43 WIB

Berita

Ketika Printer Menjadi Pabrik

Rabu, 26 Agu 2026 - 20:38 WIB

Artikel

Ketika Kekacauan Ternyata Punya Aturan

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:50 WIB