Mengembangkan Teknologi Pedesaan

- Editor

Rabu, 25 Mei 2011

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JARINGAN teknologi informasi kini meluas sampai ke pelosok pedesaan. Teknologi informasi semacam jaringan internet seolah telah jadi kebutuhan masyarakat pedesaan untuk menyerap segala bentuk informasi yang berguna bagi pengembangan usaha ekonomi produktif. Banyak institusi pemerintah daerah atau organisasi masyarakat sipil telah memelopori pengembangan teknologi informasi bagi komunitas produktif ekonomi di pedesaan.

Teknologi informasi dan teknologi penyiaran semacam radio komunitas menjadi langgam baru bagi masyarakat pedesaan untuk memasok beragam kebutuhan informasi penting dan bernilai guna bagi pekerjaan mereka. Melalui teknologi informasi dan teknologi penyiaran, masyarakat pekerja di pedesaan, seperti petani dan wiraswasta mikrodesa, bisa mengakses segala produk teknologi yang membantu peningkatan capaian usaha (pekerjaan) mereka.

Potensi Besar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedesaan adalah wilayah geo-ekonomi yang berpotensi besar untuk dikembangkan. Namun keterbatasan akses informasi untuk memutakhirkan potensi menyebabkan pedesaan jarang dilirik menjadi objek pro-investasi. Pedesaan dijadikan sekadar wilayah pemasok kebutuhan dasar masyarakat yang bernilai tukar ekonomi rendah.

Upaya menjadikan desa bagian “sumber data” bagi kepentingan ekonomi nasional atau regional dijembatani Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PMD) melalui konsep pengembangan profil desa. Profil desa adalah instrumen pengumpulan data potensi pedesaan lengkap dengan analisis statistik dan kualitatif yang disiarkan secara masif melalui jaringan internet.

Profil desa sebagai media kampanye potensi perkembangan pedesaan di Indonesia.
Namun upaya mendesiminasikan potensi perkembangan desa dan akomodasi teknologi informasi di pedesaan tak akan berpengaruh signifikan bagi upaya kreatif peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa bila tak diintegrasikan dengan pengembangan teknologi pedesaan yang progresif. Pengembangan teknologi pedesaan yang progresif memiliki beberapa syarat fungsional.

Pertama, teknologi pedesaan disesuaikan dengan kebutuhan objektif masyarakat pedesaan yang berelasi aktual dengan upaya meningkatkan pendapatan masyarakat desa sesuai dengan beragam pekerjaan mereka. Teknologi pedesaan harus bisa menjadi alat untuk memecahkan kendala peningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat. Di sini teknologi pedesaan menjadi instrumen untuk mencukupi kepentingan masyarakat desa dan pedesaan. Bisa menjadi sarana ekonomis untuk memperkuat kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Kedua, teknologi pedesaan dikembangkan di bawah kontrol kepentingan masyarakat pedesaan. Bukan menjadi alat menyerap biaya konsumsi dasar masyarakat desa dalam biaya alih guna teknologi. Teknologi pedesaan sedapat mungkin dikembangkan dalam paradigma teknologi ramah ekologi dan murah dalam duplikasi bagi masyarakat. Teknologi yang memiliki aspek kebermanfaatan maksimal sekaligus mudah dalam proses rancang bangun “ulang” pembuatannya.

Ketiga, teknologi pedesaan diharamkan menjadi unit komodifikasi ekonomi. Menjadi produk yang diperdagangkan dengan motif mendapatkan laba dari masyarakat pedesaan. Teknologi pedesaan menjadi instrumen, bukan komoditas yang dipasarkan manajemen pabrikan. Namun sedapat mungkin bisa dikembangkan dalam kepentingan industri rumahan di pedesaan yang tidak terpatok kendala hak cipta individual, tetapi dilindungi dalam kerangka hak cipta kolektif.

Banyak teknologi pedesaan yang kini dikembangkan dan telah memiliki nilai guna yang bisa diduplikasikan, dirancang bangun ulang, di berbagai tempat.

Teknologi pedesaan harus dikembangkan selaras dengan prinsip pelanggengan konservasi ekologis. Bukan justru menjadi teknologi yang merusak kelanggengan sumber daya alam dan daya dukung ekosistem. Teknologi yang seharusnya bisa menjadi penahan laju eksploitasi alam. (51)

Trisno Yulianto, saf Bapermas-Pemdes Magetan, Jawa Timur

Sumber: Suara Merdeka, 25 Mei 2011

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan
Duel di Jalur Hijau: Baterai Lithium-ion vs Hidrogen dalam Masa Depan Transportasi
Meniti Karier sebagai Insinyur Kendaraan Listrik. Panduan Lengkap dari Nol hingga Ahli
Menjadi Detektif Masa Depan. Mengenal Profesi Data Scientist yang Sedang Hits!
Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi
Klip Kertas dan Dunia yang Terjepit Rapi
Apakah Mobil Listrik Solusi untuk Kemacetan?
Manusia, Tanah, dan Cara Kita Keliru Membaca Wahyu
Berita ini 13 kali dibaca

Informasi terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:19 WIB

Menulis Ulang Kode Kehidupan: Mengapa Biologi Adalah “The New Coding” di Masa Depan

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:00 WIB

Duel di Jalur Hijau: Baterai Lithium-ion vs Hidrogen dalam Masa Depan Transportasi

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:38 WIB

Meniti Karier sebagai Insinyur Kendaraan Listrik. Panduan Lengkap dari Nol hingga Ahli

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:18 WIB

Menjadi Detektif Masa Depan. Mengenal Profesi Data Scientist yang Sedang Hits!

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:12 WIB

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Berita Terbaru

arkeologi-antropologi

Takhta Debu dan Ruh: Menelusuri Jejak Adam di Antara Belantara Evolusi

Jumat, 20 Feb 2026 - 17:12 WIB