Manfaat Kolak Pisang bagi Kesehatan

- Editor

Rabu, 15 Agustus 2012

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOLAK selain lezat, berkhasiat, juga menyehatkan. Di bulan suci Ramadhan, kolak menjadi menu wajib sebagian besar masyarakat Indonesia. Sajian berbuka yang bahan bakunya berasal dari pisang raja talun (plantain) dan pisang kepok kuning ini ternyata multimanfaat dan multikhasiat. Sebenarnya pisang varietas lain (seperti: pisang ambon, pisang ang-leng/ampyang, pisang mas, pisang Lampung, pisang raja sereh, pisang raja uli, dsb) juga dapat diolah menjadi kolak, hanya saja perlu perlakuan khusus yang sedikit lebih rumit dan memerlukan waktu.

Berdasarkan data FAO (Food and Agriculture Organization) dan PBB/United Nations (2009), sepuluh negara penghasil pisang terbesar dunia adalah: India, Filipina, China, Ekuador, Brasil, Indonesia, Meksiko, Costa Rica, Kolumbia, dan Thailand.

Kandungan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang diolah dari berbagai literatur menunjukkan, dalam setiap 100 gram pisang (berbagai varietas) mengandung energi (68-146 kalori), karbohidrat (17,2-38,2 mg), lemak (0,2 g), protein (1,2-2 g), air (59,1-80,3 g), serat (0,7-3 g). Pisang juga kaya akan vitamin dan mineral, seperti: kalium (88 mg), magnesium (44,1 mg), mangan (0,3 mg), fosfor (19-29 mg), zat besi (0,3-2 mg), seng (0,8 mg), kalsium (7-10 mg), provitamin A (45 mg), vitamin A (44 RE), vitamin B1 atau thiamine (0-0,09 mg), vitamin B2, vitamin B5 atau asam pantotenat (0,334 mg), vitamin B6 (0,88 mg), riboflavin (0,15 mg), vitamin C (2-13,8 mg), asam folat (29 ug), niasin (0,82 mg), choline (9,8 mg) dan antioksidan.

Manfaat

Pisang memiliki banyak manfaat, seperti: meredakan serangan migraine, mencegah kanker kolorektal (usus-anus), meredakan sakit maag, menyembuhkan ulcer (luka, borok) lambung (antiulcerogenic effect). Mekanisme antiulcerogenic ini dibuktikan dari berhasilnya pisang di dalam menginduksi proliferasi, meningkatkan ketebalan mukosa dan secara signifikan meningkatkan penyatuan/penggabungan thymidine ke mucosal DNA. Zat aktif antiulcerogenic pada pisang yang berhasil diekstrak dengan sistem solvent fractionation dinamakan flavonoid leucocyanidin.

Manfaat lainnya: menjaga keseimbangan air di dalam tubuh sehingga tubuh tidak mengalami dehidrasi, berperan dalam penyembuhan anemia (kurang darah), antihipertensi (penurun tekanan darah), melancarkan saluran pencernaan, penangkal radang usus, mengurangi rasa sakit, memberikan sensasi rileks atau tenang, memberikan suplai energi terutama untuk orang lanjut usia.

Di dalam Thibbun Nabawi (Metode Pengobatan Nabi), Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan manfaat pisang (thalh) antara lain: menghilangkan gangguan di dada dan paru-paru, menghilangkan luka di ginjal dan kandung kemih, meredakan batuk, melancarkan air seni, meningkatkan hormon, menguatkan libido. Agar lebih maksimal manfaatnya, sebaiknya pisang dikonsumsi sebelum makan dan ditambahkan gula atau madu.

Antikanker

Juan Falcon, Tampa, dan Fla (2000) menemukan bahwa komposisi asam tannat (tannic acid) di dalam pisang efektif melawan kanker, terutama kanker kandung kemih, payudara, ginjal, darah (leukemia), myeloma, liposarcoma, lymphoma, usus (colon), penis, lidah, prostat, dan kanker leher rahim (uterus). Ramuannya adalah pisang dari varietas Musa paradisiaca atau Musa Cavendish Enano, dicampur dengan: madu 30% (w/w), asam tannat 5-20% (w/w), solusi sorbitol 70%, minyak castor yang terhidrogenasi sebagian, potassium sorbate, methylparaben, dan propylparaben. Peneliti lain menemukan kandungan hydroxyanigorufone di pisang juga efektif mencegah kanker (cancer chemopreventive agent).

Untuk mencegah kanker kolorektal, cukup dengan mengkonsumsi dua pisang dan minum susu setiap hari. Untuk memenuhi asupan B6 dan asam folat pada anak-anak hingga lansia, cukup mengkonsumsi 1-2 pisang setiap harinya.

Berbagai manfaat di atas tentunya masih memerlukan riset medis (randomized control trials, RCTs) yang berkesinambungan untuk lebih membuktikan efektivitasnya.

Variasi

Saat kolak pisang terhidang, selain diberi kolang-kaling dan es, biasanya ditambahkan creamer atau cengkeh. Kalau bosan dengan kolak, cobalah variasi lain, yaitu banana punch (serupa dengan jus pisang). Caranya mudah: siapkan 150 g pisang, 50 g jeruk manis, 150 ml air matang, 50 g es batu (bila perlu/sesuai selera). Blender semua bahan hingga lembut, tuangkan ke gelas, siap disajikan dan dinikmati. Mau mencoba?

dr Dito Anurogo, Praktisi kesehatan, tinggal di Semarang

Sumber: Suara Merdeka, 15 Agustus 2012

Yuk kasih komentar pakai facebook mu yang keren

Informasi terkait

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern
Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan
Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026
Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi
Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara
Menjadi Ilmuwan Politik di Era Digital. Lebih dari Sekadar Hafalan Tata Negara
Drama Jutaan Tahun di Balik Tangki BBM Anda: Saat Lempeng Bumi Menulis Peta Kekayaan Indonesia
Memilih Masa Depan: Informatika, Elektro, atau Mesin?
Berita ini 45 kali dibaca

Informasi terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:11 WIB

Dari Persia untuk Dunia. Tiga Ilmuwan Iran yang Warisannya Masih Mengubah Peradaban Modern

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Teknik Sipil Tradisional dalam Perspektif Global, Ketika Pengetahuan Leluhur Menjadi Teknologi Masa Depan

Jumat, 1 Mei 2026 - 06:40 WIB

Dari Air EV hingga Ioniq 5, Inilah Peta Lengkap Mobil Listrik dan Pabrik EV di Indonesia 2026

Senin, 20 April 2026 - 07:37 WIB

Membaca “Buku Harian” Bumi. Rahasia Lingkaran Tahun dan Masa Depan Dendrokronologi

Sabtu, 11 April 2026 - 17:49 WIB

Harta Karun Tersembunyi di Balik Hangatnya Perairan Tawar Nusantara

Berita Terbaru