Home » Berita, Pendidikan

Server Terganggu, Pendaftar Menumpuk

17 June 2016 174 views No Comment

Puluhan ribu siswa dan orangtua siswa di DKI Jakarta panik karena sampai Kamis (16/6) atau hari kedua pendaftaran mereka tidak bisa melakukan pendaftaran ke SMA negeri yang dituju. Ada sekitar 132.600 lulusan SMP di DKI Jakarta dan sebagian besar memilih SMA negeri.

Gangguan server pada sistem daring Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas (SMA) di DKI Jakarta terjadi sejak hari pertama pendaftaran, Rabu (15/6).

Proses sulit
Sejumlah pendaftar yang datang juga mengeluhkan sistem pendaftaran yang mengharuskan mereka bolak-balik. Sistem pendaftaran tahun ini dinilai lebih rumit dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Proses sekarang panjang sekali, kami harus bolak-balik ke sekolah untuk tahap yang berbeda. Tidak seperti beberapa tahun lalu, tinggal datang, isi formulir, lalu menunggu hasilnya,” kata Grace (48), orangtua calon peserta didik. Menurut dia, lebih baik jika proses pendaftaran dipersingkat agar mempermudah pendaftar.

Tahun ini, bagi siswa yang lulus tahun lalu, berasal dari luar Jakarta, atau lulus dari program kesetaraan, diharus mengikuti proses pra-pendaftaran. Proses ini dilakukan langsung di SMAN 70.

Tahap kedua adalah pengajuan pendaftaran untuk siswa lulusan tahun ini yang berasal dari DKI Jakarta serta mereka yang telah melakukan pra-pendaftaran. Hal ini bisa dilakukan secara daring. Jika mengalami kesulitan, pendaftar dapat datang ke SMA terdekat untuk meminta bantuan.

Kemudian, calon siswa harus melakukan verifikasi berkas. ”Ini bisa dilakukan di sekolah-sekolah terdekat, tidak harus ke SMAN 70,” kata Achmad. Setelah proses verifikasi selesai, calon peserta didik menerima lembaran bukti verifikasi. Setelah itu, mereka baru dapat memilih sekolah dan jurusan secara daring atau di sekolah terdekat dari tempat tinggal.

Langkah keenam adalah mengikuti perkembangan proses seleksi yang berlangsung. ”Kalau diterima, mereka tidak bisa mengubah pilihan. Namun, jika tidak diterima, mereka bisa segera mengubah pilihan sekolah,” ujar Achmad.

Jikaditerima, mereka harus segera lapor diri ke sekolah tujuan. Jika tidak diterima, calon peserta didik bisa mengikuti pendaftaran jalur lokal.

Permasalahan proses pendaftaran yang kacau dirasakan Larisma Beti Siregar (36) sejak hari pertama pendaftaran. Setelah menunggu dari pukul 08.00 di SMAN 110, Plumpang, Jakarta Utara, dia baru mendapatkan tanda bukti pengajuan pendaftaranpada sore hari.

313b983d54d54eea8867995f63915d12Menurut Larisma, dia bingung dengan pola pendaftaran tahun ini. Sebab, proses yang disyaratkan sangat panjang dan menyusahkan. Seharusnya persiapan jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya.

Kaswadi (35), warga lainnya, juga mengeluhkan hal yang sama. Sampai kemarin, dia belum mendapatkan tanda bukti pendaftaran untuk anaknyadi SMK 36.

”Prosesnya sangat ribet meski tujuannya bagus. Namun, kalau mau proses online, semua persiapan juga harus bagus dong. Kami harus antre berjam-jam, mengurus ini itu tetapi akhirnya belum bisa daftar juga,” ujarnya.

Dari luar sekolah
Menurut Achmad, sebetulnya proses pengajuan pendaftaran dapat dilakukan secara daring dari luar sekolah. ”Jika menemui kesulitan, bisa minta tolong ke sekolah terdekat. Begitu pula proses pemilihan sekolah, bisa dilakukan secara daring,” katanya. Menurut dia, pendaftar tak perlu datang langsung ke SMAN 70 untuk pengajuan pendaftaran.

Proses verifikasi juga bisa dilakukan di sekolah terdekat. ”Namun, bukti verifikasinya harus langsung diambil di sini,” kata Achmad.

Ivo (50), salah satu orangtua pendaftar, mengaku tak tahu bahwa proses pengajuan pendaftaran bisa dilakukan secara daring. ”Setahu sayaharus datang langsung ke sini,” kata warga Kota Depok, Jawa Barat, itu. Ia mengatakan, informasi mengenai proses pendaftaran harusnya disebarluaskan agar tidak mempersulit pendaftar.

Kepala SMAN 30 di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Dwi Arsono, mengatakan, gangguan jaringan saat pendaftaran siswa baru secara daring juga dialami sekolahnya. ”Sistemnya, kan, dari dinas pendidikan. Kalau di sana gangguan, kami juga alami gangguan,” ujar Dwi Arsono saat dihubungi Kompas, Kamis.

Menurut Dwi, sekolahnya menerima 291 siswa baru tahun ini. Mereka kebanyakan berasal dari DKI Jakarta. Karena sistem pendaftaran daring ini mengalami gangguan, pendaftaran dipindahkan pada hari Sabtu (18/6).

Lalu lintas padat
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA-SMK di Jakarta berbasis internet diakui tengah bermasalah. Sebagai kompensasi, yaitu pelayanan kepada pendaftar, Dinas Pendidikan memperpanjang masa pendaftaran daring dan menambah kapasitas daya tampung database.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto, Kamis (16/6), mengakui, sistem pendaftaran secara daring memang tengah bermasalah akibat lalu lintas data yang padat.

”Rabu kemarin saja tidak berjalan. Kalau semua berjalan normal, seharusnya Jumat(17/6) pukul 14.00 semua pendaftaran sudah ditutup. Namun karena kemarin sudah satu hari tidak terlayani dengan baik, pelayanan kami geser hingga ke hari Sabtu (18/6) pukul 14.00,” ujar Bowo.

Apabila pelayanan pada hari Sabtu juga belum beres, kata Bowo, pendaftaran secara daring akan diperpanjang sampai Minggu (19/6). ”Untuk yang sudah daftar, data sudah masuk ke sistem dan sudah di-input,” katanya.

Bowo menambahkan, pihaknya juga tengah berupaya menambah kapasitas database, supaya saat masyarakat mendaftar bersamaan, sistem pendaftaran tidak bermasalah. Terkait pendaftaran daring tersebut, pendaftaran untuk siswa SD sudah selesai. Data juga sudah terekam.

Menurut Bowo, pendaftaran SMA dan SMK memang membutuhkan waktu yang lebih lama karena prosesnya lebih panjang. Salah satunya, sistem harus memilah-milah jurusan yang dipilih pendaftar, baik IPA, IPS, atau Bahasa. Untuk SMK, pilihannya ada 66 program studi sehingga perlu waktu yang lebih banyak.

(JAL/DEA/HLN/C01/C11)

Hingga Kamis sore, laman PPDB daring di sma.ppdbdki.my.id masih sulit diakses. Laman kerap error dan proses loading sangat lama. Mereka yang akan mengambil bukti verifikasi data siswa juga tidak bisa dilayani petugas di sejumlah SMA karena serverterganggu.

Dari pantauan Kompas, Kamis sekitar pukul 11.00, ratusan orangtua dan siswa memenuhi koridor dan kelas yang digunakan sebagai tempat pendaftaran di sejumlah SMA negeri di DKI Jakarta. Ada 157 SMA negeri dan 64 SMK negeri di DKI Jakarta dengan daya tampung sekitar 46.965 siswa baru.

Orangtua siswa mengeluhkan ketidakjelasan informasi mengenai sistem yang rusak ini.

Seorang calon siswa yang tengah menunggu bukti verifikasi, Kinan (15), bolak-balik menemui panitia sambil bertanya mengenai kondisi server.

Ia juga mempertanyakan batas waktu pendaftaran yang dianggapnya sangat terbatas. ”Saya panik karena belum bisa log in untuk memilih sekolah, padahal besok sore pendaftaran sudah tutup,” ujarnya, kemarin.

Salah satu orangtua siswa, Nani (47), datang untuk menunggu verifikasi. Setelah terverifikasi, calon siswa akan menerima nama pengguna (username) dan kata sandi (password) untuk melakukan log in dan memilih sekolah. ”Rabu serverrusak. Kamis ini pun server masih belum berfungsi. Kalau hari ini belum dapat password untuk memilih sekolah, besok bagaimana?’ katanya cemas, Kamis kemarin.

Baik pihak sekolah maupun orangtua siswa baru menerima pengumuman resmi mengenai perpanjangan masa pendaftaran sekitar pukul 12.30. Masa pendaftaran diperpanjang hingga Minggu (19/6) pukul 14.00 dan dilakukan secara manual. Setelah pengumuman itu, sejumlah pendaftar diimbau agar pulang dan datang lagi esok harinya.

Di SMA Negeri 78, Jakarta Barat, misalnya, operator penerimaan siswa baru membuka verifikasi manual bagi siswa yang ingin mendaftar ke sekolah tersebut. Setelah proses verifikasi selesai, calon siswa diminta kembali log in ke laman PPDB daring untuk memilih sekolah yang dikehendaki.
Achmad Muchtar dari Humas SMAN 70 menuturkan, dalam satu jam ada sekitar 25 data pendaftar yang bisa dimasukkan. Namun, dengan adanya gangguan ini, proses pemasukan data menjadi sangat lambat. ”Dalam satu jam, hanya satu data (yang masuk),” ucapnya.

Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto mengakui, sistem pendaftaran secara daring memang tengah bermasalah akibat lalu lintas data yang padat.

”Kalau semua berjalan normal, seharusnya Jumat (17/6) pukul 14.00 semua pendaftaran sudah ditutup. Namun, karena Rabu lalu tidak terlayani dengan baik, pelayanan digeser hingga hari Sabtu (18/6) pukul 14.00,” ujar Bowo.

Apabila pelayanan pada hari Sabtu juga belum beres, ujarnya, pendaftaran secara daring akan diperpanjang sampai Minggu (19/6). ”Untuk yang sudah daftar, data sudah masuk ke sistem dan sudah di-input,” lanjut Bowo.

Antisipasi gangguan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengapresiasi penggunaan sistem daring pada penerimaan siswa baru sebagai upaya untuk menegakkan transparansi. Namun, perlu diantisipasi potensi gangguan teknologi sehingga tidak merugikan siswa dan merepotkan orangtua.

”Jika membuat sistem, buatlah dengan perencanaan yang baik, termasuk rencana antisipasi potensi hacking,” kata Anies.(JAL/DEA/HLN/DNE/C01/C08/C11)
——-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 17 Juni 2016, di halaman 1 dengan judul “Server Terganggu, Pendaftar Menumpuk”.

FacebookTwitterWhatsAppLineTelegramGoogle+Share

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.