Home » Tokoh

Sangkot Marzuki; Transformasi

13 January 2011 885 views No Comment

Berbaju batik biru gelap, Sangkot Marzuki (66) tampak segar. Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman itu, Rabu (12/1) siang, bersama seluruh staf mensyukuri gelar kehormatan doctor of science honoris causa yang diterimanya dari Universitas Queensland, Australia.

Meski ini gelar yang sama untuk kedua kalinya—yang pertama malah hasil kerja kerasnya di Universitas Monash, juga di Australia—tetap saja pemberian gelar kehormatan ini disambut gembira. Maklum, tidak semua ilmuwan bisa mencapai gelar tertinggi ini.

Bagi Sangkot, yang terpenting lagi, ia berkesempatan ke Universitas Queensland dan menengok pusat penelitian biologi molekuler di sana. ”Ternyata apa yang dulu hanya mimpi sekarang menjadi kenyataan dengan kemajuan yang luar biasa,” katanya.

Kalau dulu diperlukan 10 tahun untuk memetakan genom seorang manusia secara keseluruhan, sekarang dalam tiga hari sudah komplet. Kalau dulu biayanya 3 miliar dollar AS, sekarang cuma 3.000 dollar AS. ”Ini tidak hanya berdampak luar biasa pada kesehatan, tetapi juga sosial kemanusiaan,” papar Sangkot.

Apa pelajaran yang bisa ditarik? ”Kita bisa bekerja keras meniru wilayah Queensland, yang sudah berhasil bertransformasi dari banana state menjadi smart state,” ujarnya. (nes/ij)

Sumber: Kompas, Kamis, 13 Januari 2011 | 04:48 WIB

Share

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.