Home » Berita, kilas

Sajikan Pelajaran Fisika secara Menarik

16 November 2016 46 views No Comment

Perasaan takut mahasiswa terhadap pelajaran Fisika dapat diatasi dengan penyampaian materi yang kreatif dan aplikatif. Dengan cara ini, siswa lebih mudah memahami dan mendapatkan nilai lebih.

Hal itu disampaikan pengajar Jurusan Fisika Universitas Negeri Semarang, Hadi Susanto, dalam sarasehan dengan sejumlah guru Fisika SMA di Kampus Unnes, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/11). Acara itu bagian dari Pekan Ilmiah Fisika 2016. Hadi mengatakan, banyak guru yang mengutamakan rumus dan latihan soal pada siswa. ”Sebaiknya guru terlebih dulu menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Sabtu lalu, Himpunan Mahasiswa Fisika Unnes menggelar semifinal Olimpiade Fisika Tingkat Nasional yang diikuti 50 peserta dari 12 wilayah di Indonesia. (DIT)
——–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 14 November 2016, di halaman 12 dengan judul “Langkan”.
————-
Hasil Uji Kontrasepsi Suntik Pria Menjanjikan

Hasil uji kontrasepsi suntik bagi pria terhadap 270 responden pria berusia 18-45 tahun menjanjikan. Studi dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism. Kontrasepsi suntik pria itu 96 persen efektif mencegah kehamilan. Selama uji, responden disuntik hormonal (progesteron dan testosteron) dua kali tiap delapan minggu dan dipantau kondisi spermanya enam bulan. Suntikan itu menurunkan jumlah sel sperma dari 15 juta jadi kurang dari 1 juta sel sperma per mililiter sperma. Ketika pemberian suntikan hormonal dihentikan, jumlah sel sperma kembali normal dalam setahun. ”Riset ini memungkinkan adanya kontrasepsi hormonal bagi pria guna mengurangi risiko kehamilan tak diinginkan,” kata Mario Festin dari Organisasi Kesehatan Dunia di Geneva, Swiss, seperti dikutip BBC, Jumat (28/10). Efek samping kontrasepsi mulai dari jerawat, nyeri otot, depresi, hingga gangguan suasana hati. (BBC/MZW)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 4 November 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.
—————-
Gempa Tergolong Langka Melanda Medan

Gempa di lokasi tidak lazim kembali melanda wilayah Indonesia. Kali ini di Medan dan Deli Serdang, Minggu (23/10), pukul 22.57. Pusat gempa di darat, sekitar 16 kilometer barat daya Kota Medan dengan kedalaman 19 km. Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono, di Jakarta, Senin (24/10), mengatakan, sekalipun kekuatannya hanya M 3,5, gempa itu menjadi perhatian karena daerah itu sangat jarang gempa. Berdasarkan peta aktivitas kegempaan Sumatera Utara, Deli Serdang dan Medan termasuk daerah dengan tingkat aktivitas kegempaan sangat rendah. “Fenomena ini sangat langka dan perlu dipelajari lebih lanjut,” katanya. Sebelumnya, gempa cukup langka juga melanda utara Pulau Jawa berkekuatan M 6,3, Rabu (19/10). (AIK)
—————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 25 Oktober 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.
———————-
Swedia Larang Penggunaan Kamera pada “Drone”

Mahkamah agung untuk pengadilan administrasi Swedia melarang penggunaan kamera pada drone atau wahana tanpa awak, kecuali dengan izin khusus. Penggunaan kamera itu dinilai bisa dimanfaatkan untuk pengintaian. Pelarangan itu juga berlaku untuk kepentingan jurnalistik. Namun, izin khusus penggunaan kamera drone bisa diberikan untuk kepentingan pemantauan tertentu meski tak ada jaminan izin diberikan. Itu jadi pukulan besar bagi industri kamera udara dan kamera drone di Swedia. Kelompok industri UAS (Unmanned Aerial System) Swedia menilai, hal itu membahayakan 5.000 pekerjaan. “Ini putusan buruk bagi Swedia, negara pendukung kewirausahaan dan menyenangkan bagi pekerja,” kata Direktur UAS Gustav Gardes, Selasa (25/10). Tahun 2014, 20.000 drone terjual di Swedia dan lebih dari 1.000 izin penggunaan kamera drone untuk kepentingan komersial diberikan. (BBC/MZW)
————————–
Perilaku Sehat Meringankan Beban Ekonomi

Masyarakat perlu terus didorong untuk berperilaku sehat. Hal itu karena upaya promotif preventif tidak hanya akan mencegah kesakitan, meningkatkan produktivitas, dan meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mengurangi beban ekonomi negara. Demikian diungkapkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi saat berkunjung ke kantor Kompas Gramedia, Jakarta, Kamis (27/10). Karena itu, untuk mendorong perubahan perilaku lebih sehat, program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) diluncurkan. Melalui gerakan itu, diharapkan ada perubahan perilaku masyarakat ke arah lebih sehat sehingga risiko penyakit tidak menular menjadi berkurang. Perilaku atau gaya hidup tidak sehat selama ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular yang pembiayaannya besar sehingga membebani pendanaan program Jaminan Kesehatan Nasional. (ADH)
—————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 28 Oktober 2016, di halaman 14 dengan judul “Kilas Iptek”.

FacebookTwitterWhatsAppLineTelegramGoogle+Share

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.