Home » Berita, Pendidikan

Revitalisasi Pendidikan Guru sejak Tahap Seleksi

15 October 2016 81 views No Comment

Revitalisasi lembaga pendidikan tenaga kependidikan atau LPTK makin mendesak karena pendidikan menentukan kemajuan bangsa. Perombakan sistem pendidikan guru mesti dimulai dari awal, yakni sejak seleksi calon mahasiswa kependidikan.

Demikian salah satu pokok Deklarasi Jakarta, hasil Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) VIII yang diselenggarakan 12-15 Oktober di Jakarta.

Rektor Universitas Negeri Malang Ahmad Rofiuddin dalam paparannya di Konaspi menjelaskan, perbaikan paradigma pendidikan di Indonesia harus dimulai dari pangkalnya, yakni pendidikan guru. Sistem perekrutan atau seleksi pendidikan guru mesti dibenahi untuk mendapat pendidik yang berkualitas.

Saat ini, seleksi masuk LPTK hampir sama dengan seleksi masuk universitas non-LPTK. Jalur masuk terbagi menjadi SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri. Padahal, seharusnya ada seleksi khusus untuk calon mahasiswa kependidikan untuk memastikan mereka berminat dan sesuai menjalani profesi guru.

“Jika tes calon mahasiswa pendidikan biologi sama dengan tes calon mahasiswa teknik elektro (non-pendidikan), bagaimana kita bisa menentukan sang calon mahasiswa itu cocok dengan bakat, potensi, dan panggilan jiwanya?” katanya.

Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Rochmat Wahab mengatakan, seleksi masuk LPTK seharusnya tak dilakukan lewat tes yang sama dengan universitas pada umumnya. Harus ada tes potensi akademik dan tes minat- bakat sebagai calon pendidik.

Wahab mengusulkan, calon mahasiswa menyertakan portofolio untuk seleksi. Dengan begitu, LPTK dapat menentukan apakah sang calon betul-betul berminat menjadi guru. “Kontribusi yang bersangkutan terhadap masyarakat lebih penting daripada nilai tes,” katanya.

Ahmad mengingatkan, sebagai profesi, pendidikan calon guru tidak boleh asal-asalan. Lewat seleksi yang ketat dan pendidikan guru yang mendalam, guru bermutu akan terbentuk.

Kisah sukses Finlandia
Secara terpisah, Profesor Akademi Pendidikan University of Turku, Finlandia, Erno Lehtinen, menyatakan, Finlandia memberlakukan seleksi dan pendidikan yang ketat bagi guru. Berdasarkan sejumlah riset internasional, negara ini memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia.

Erno menguraikan, untuk masuk pendidikan guru kelas jenjang SD, calon mahasiswa harus mengirim nilai ujian nasional dan mengikuti dua tahap ujian, yakni ujian masuk universitas dan ujian kecocokan untuk akademi pendidikan. “Kami menyaring orang-orang terbaik untuk menjadi guru,” katanya.

Setelah itu, guru menjalani pendidikan program sarjana dan master selama lebih kurang tujuh tahun. Selama periode itu, mereka ditempa aspek pedagogik, konten pelajaran, psikologi murid, dan latihan mengajar. (C01)
————–
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 15 Oktober 2016, di halaman 13 dengan judul “Revitalisasi Pendidikan Guru sejak Tahap Seleksi”.

FacebookTwitterWhatsAppLineTelegramGoogle+Share

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.