ADA satu adagium dalam dunia akademis: intelektual boleh salah namun tak boleh bohong. Di dalamnya, ada kejujuran dan objektivitas, dua sisi mata uang yang sama-sama menjadi ”alat tukar” sah dan berlaku di mana-mana. Dalam dunia akademis, tujuan yang harus dicapai adalah pengembangan iptek melalui serangkaian pembaruan teori, sekaligus memberikan jalan solusi praktis bagi kemaslahatan kemanusiaan. Karenanya, intelektual tak boleh mengingkari nilai-nilai itu. Jika mengingkari maka seperti disebut Julien Benda, para intelektual itu telah berkhianat (The Treason of the Intellectuals). Benda tegas mengatakan bahwa cendekiawan haram hukumnya memiliki tujuan politis praktis. …
Jangan sampai negeri kita direndahkan lagi martabatnya gara-gara mengirim gelar doktor HC kepada raja Arab Saudi.
UNIVERSITAS Indonesia (UI) memberi gelar doktor honoris causa (HC) kepada Raja Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz. Alasannya, raja Saudi dianggap banyak berjasa terhadap pembangunan Islam di Indonesia, pernah membantu menyelesaikan pembangunan masjid di Salemba, membantu korban tsunami Aceh (sebagai donatur terbesar), dan aktif dalam misi perdamaian di Palestina.
BERHENTILAH membiasakan perendahan martabat terhadap jenis-jenis pekerjaan yang selama ini cenderung menjadi bahan olok-olok. Sesungguhnyalah Anda tidak pernah berhak mengatakan, ”Pantesan, anak tukang becak…”, ”Hanya kuli bangunan kok…”, ”Bali ndesa wae to, ben dadi cah ngarit”, ”Potongane kaya cah angon”, atau ”Tukang cuci kok macam-macam…”, ”Paling-paling ya jadi tukang parkir…”, atau ”Kerjanya hanya jaga masjid…”
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kemarin memberikan anugerah Sarwono Prawirohardjo kepada mantan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Haryono Suyono dan ahli biologi kelautan Mohamad Kassim Moosa.
Keduanya dipilih oleh Komisi Penilai. “Pemilihan ini diberikan kepada sosok yang memberikan sumbangan terhadap khazanah ilmu pengetahuan Indonesia,” ujar Kepala LIPI Lukman Hakim. Sarwono adalah Kepala LIPI yang pertama.
UPACARA bendera di halaman? Itu sudah biasa. Tiap kali peringatan Hari Kemerdekaan, sebagian besar masyarakat menggelar upacara di halaman kantor, sekolah, lapangan, stadion, hingga Istana Negara. Kadang-kadang, timbul kejenuhan karena suasana yang formal dan itu-itu saja.
Upacara yang seharusnya khidmat jadi semu. Banyak peserta yang sekadar ikut-ikutan. Namun lain halnya dengan upacara yang dilakukan sejumlah anak muda yang suka utak-atik teknologi informasi. Dari markas mereka di Warungboto, Yogyakarta, muncullah gagasan membuat upacara yang lain dari biasanya. Tak harus berada di lapangan, tegang, panas, formal, tapi cukup melalui internet.
Kelompok anak muda yang …
Kata Emak, kampus adalah tempat berkumpulnya orang pintar. Tapi, kata orang Baduy Dalam di Banten Selatan sana, kampus tempat orang suka minterin orang lain. Kata teman saya sesama pengarang, kampus adalah tempat para “agen perubahan” berkumpul. Anehnya, jika warga datang untuk membeli perubahan, para mahasiswa bingung di mana harus mencari perubahan.
SEBUAH wahana kendaraan yang bergerak naik turun layaknya sebuah lift/elevator meniti kabel untuk mewujudkan perjalanan ke luar angkasa kemungkinan besar bakal terealisasi. Wahana yang disebut Space Elevator ini tanpa memerlukan lagi alat pendorong model roket antariksa yang konvensional untuk melepaskan diri dari hambatan gaya tarik gravitasi bumi. Diharapkan Space Elevator sebagai wahana transportasi untuk membawa manusia ke orbit angkasa luar akan menjadikan penerbangan antariksa masa depan menjadi lebih sederhana serta berbiaya murah.
EMPAT abad setelah Columbus menemukan Benua Amerika, Presiden ke-2 AS, Thomas Jefferson mengirim Lewis dan Clark untuk mengeksplorasi Amerika bagian barat yang masih asing.
Ekspedisi ini menjadi legenda, terutama karena terkuaknya keindahan dan kekayaan alam yang luar biasa. Lalu, di kawasan yang masih liar itu, tumbuh kota-kota besar dan didirikan berbagai taman nasional yang termasyhur.
Indonesia dinilai sangat berisiko diterjang bencana alam tsunami. Besarnya risiko dihitung dari jumlah manusia yang mungkin kehilangan nyawa di daerah yang rawan dilanda bencana itu.
Prakiraan itu muncul berdasarkan data terakhir dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Strategi Internasional Pengurangan Risiko Bencana (UN-ISDR). “Indonesia ranking pertama di dunia dari ancaman tsunami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, dalam siaran persnya yang diterima Tempo kemarin.
Belum lekang dalam ingatan, dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2011, Menteri Pendidikan Nasional beserta para pemimpin perguruan tinggi mendeklarasikan anti-plagiat dan anti-menyontek. Prioritas deklarasi itu tentu masuk akal mengingat munculnya beberapa pemberitaan ihwal plagiasi yang dilakukan oleh para pengajar dan pembelajar di lingkungan akademisi.
Bisa mengikuti Olimpiade Sains, apalagi mampu memenanginya, merupakan sebuah kebanggaan. Namun tentu tak mudah untuk menggapai prestasi di level internasional itu. Bagaimana para kampiun ini belajar, berikut laporannya.
KO Abel Ardana Kusuma baru berusia 13 tahun. Tapi, prestasinya sungguh membanggakan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), siswa SMP Karangturi Semarang ini sudah meraih beberapa prestasi internasional.
Jelang Operasi Pemisahan Sanaya-Isnaya
Tim dokter dari RSUP Dr Kariadi Semarang mengantisipasi segala kemungkinan dalam operasi pemisahan bayi kembar siam Sanaya-Isnaya, Sabtu (13/8) lusa.
Penanggung jawab operasi dokter Yulianto Suwardi SpBA mengungkapkan, ada dua kegiatan utama yang akan dijalankan, yakni pemisahan liver dan penutupan lubang bekas perekatan.