Dalam beberapa waktu terakhir, kembali banyak diwacanakan upaya untuk mengembangkan kemaritiman. Terakhir, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jumat (21/5), berlangsung peluncuran buku karya arsitek Martono Yuwono yang disertai dengan acara bedah buku Semangat Kebangkitan Nasional–Kembali ke Laut.
Kegigihan Slamet Hadi Syahputra dalam melawan komplikasi di tubuhnya benar-benar menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tak terkecuali, tim dokter RSUD dr Soetomo yang menanganinya sejak pratransplantasi hingga akhir hayat balita yang sebelumnya bernama Ramdan Aldil Saputra itu pada Minggu pagi lalu (23/5).
Ayam Hugeng Hunianto masih penasaran ingin menemukan kupu-kupu jenis Papilio lampsacus Boisduval, 1836, yang konon hanya hidup di Cibodas, Kabupaten Bogor. Terakhir kali, ia melihat Papilio lampsacus Boisduval di Cibodas tahun 1986. Namun, empat tahun kemudian hingga kini, ia tidak lagi mendengar adanya kupu-kupu berwarna kuning hitam ini.
Djaja Surya Atmaja, Pelopor Ilmu DNA Forensik di Indonesia
Nama dr Djaja Surya Atmaja SpF PhD SH DFM tidak asing lagi di Mabes Polri. Dialah yang selalu dilibatkan ketika polisi harus memastikan identitas seorang teroris melalui tes DNA. Maklum, Djaja adalah ahli DNA forensik pertama di Indonesia. Mengapa dia tertarik mempelajari ilmu langka itu?
Kemampuan dan kualitas pelajar Indonesia dalam penguasaan sains tidak kalah dibanding pelajar negara lain, dan telah diakui dunia dalam berbagai kompetisi. Mereka tak cuma berjaya di bidang ilmu murni pada Olimpiade Fisika atau Matematika, tapi juga mampu menciptakan sesuatu yang baru. Dari robot yang mampu mendeteksi bom, alat pendeteksi tsunami, hingga manfaat eceng gondok untuk mengurai polusi, misalnya.
Nyaring suara bajaj menyusup bersama hawa yang membawa bau hujan, melewati bingkai besar jendela 4 meter persegi itu. Udara Jakarta yang basah, dingin siang itu, dihangatkan oleh tembok-tembok yang kokoh.
”Ini adalah sebuah doa,” ujar Ketua Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Jakarta, B Herry Priyono, kemarin. ”Doa kepada para leluhur kami, para pendahulu kami yang telah mendirikan sekolah ini. Pada sebuah generasi yang telah melahirkan dan merawat sekolah ini seperti penjaga malam,” tuturnya.