Ada yang unik pada Indonesia Robotic Olympiad yang digelar di Jakarta, Sabtu (14/8/2010). Terdapat robot yang ingin memperkenalkan keunikan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Contohnya robot berbentuk cendrawasih, ondel-ondel, jam gadang, komodo, monas dan masih banyak lainnya. Robot yang dibuat oleh tim Robotic Education Centre, Jakarta ini mengangkat tema “Tour the Indonesia”.
”Untunglah di tengah zaman yang membuat orang mudah digelincirkan oleh kemudahan teknologi masih banyak orang—penulis, seniman, dan ilmuwan—yang masih suka melakukan pekerjaan orisinal.” (Sarah Wilensky, mahasiswa senior di Universitas Indiana, seperti dikutip Trip Gabriel, ”International Herald Tribune”, 3/8/2010)
Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil menyabet empat medali emas dan satu perak dari lima peserta yang dikirim ke perhelatan Olimpiade Fisika Internasional ke-41 di Zagreb, Kroasia, 17-25 Juli 2010.
Medali emas diraih oleh Muhammad Sohibul Maromi (SMA Negeri 1 Pamekasan, Madura, Jawa Timur), Christian George Emor (SMA Lokon St. Nikolaus, Tomohon, Sulawesi Utara), David Giovanni (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang, Banten), dan Kevin Soedyatmiko (SMAN 12 Jakarta). Sedangkan perak diraih oleh Ahmad Ataka (SMAN 3 Yogyakarta).
Bukan Ramalan, Punya 33 Franchise dan 30 Ribu Klien
Analisis sidik jari kini tak hanya digunakan untuk kepentingan presensi, penanda identitas, atau identifikasi pelaku kriminal. Gambar sidik jari ternyata juga bisa digunakan untuk mengetahui minat, bakat, kecerdasan, bahkan gaya belajar dan bekerja seseorang.
Tempuh Jarak 237,6 Km dengan Satu Liter Bensin
Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Indonesia lagi. Kali ini yang mencatatkannya adalah mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam Shell Eco Marathon (SEM) Asia pada 8-10 Juli lalu di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia. ITS menyabet juara dalam kategori urban concept dengan bahan bakar bensin. Berikut laporan wartawan Jawa Pos KHAFIDLUL ULUM yang baru pulang dari Malaysia.
Sepak bola yang sejak 11 Juni hingga 11 Juli ini mendominasi wacana masyarakat luas, di Tanah Air dan juga di seluruh dunia, memang puncak dari berbagai minat dan kajian. Soal teknis di lapangan kita serahkan kepada ahlinya. Sementara itu, di luar analisis pertandingan, tidak sedikit yang mengulas bola dari sisi lain.
INI jeritan hati seorang guru. Mungkin sekali juga jeritan hati seorang dosen dan orang tua. Mari kita hitung. Berapa lama mendidik seorang anak sejak dari taman kanak-kanak (TK) sampai berhasil menjadi sarjana.
Lalu masih harus berjuang lagi jika ingin menempuh strata S-2, kemudian naik lagi S-3. Itu semua mungkin memerlukan waktu minimal 20 tahun. Untuk berhasil meraih gelar profesor, seorang dosen bahkan perlu perjuangan lanjutan lagi. Bayangkan, betapa banyak biaya dan pengorbanan yang mesti dikeluarkan baik tenaga, pikiran, uang, maupun emosi.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional membangun 41 turbin angin pembangkit listrik di Pantai Pandansimo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Turbin angin yang dibangun tersebut, 38 turbin berkapasitas 1 kilowatt, 1 turbin berkapasitas 2 kilowatt, dan 2 turbin masing-masing berkapasitas 10 kilowatt. Selain itu dibangun pula pembangkit listrik tenaga sel surya berkapasitas 15 kilowatt.
Pada dasawarsa 1980-an, salah satu topik hangat di jagat iptek adalah kecerdasan buatan. Dengan kemajuan kecerdasan buatan, banyaklah wujud kecerdasan yang selama ini hanya diperlihatkan oleh manusia, lalu diperlihatkan oleh robot. Memegang sebutir telur tanpa pecah, yang pernah menjadi tantangan, kemudian bisa ditaklukkan. Robot-robot pengganti pekerjaan rutin mekanistik bahkan sudah dimanfaatkan secara luas di pabrik otomotif atau produk-produk industri lain. Kini, robot canggih juga dipergunakan dalam peperangan. Majalah Scientific American edisi Juli 2010 juga memuat artikel ”War of the Machines”, yakni tentang robot yang kini menjadi mesin perang.