Home » Berita

Kemdikbud: Penemuan Fosil di Sangiran Baru 30 Persen

29 April 2016 233 views No Comment

Seorang petani bernama Setu Wiryorejo di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah menemukan fosil atap tengkorak dari manusia purba tertua di Indonesia (Homo Erectus Arkaik). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyebut Sangiran memiliki potensi besar bukti-bukti kehidupan masa lalu.

Direktur Cagar Budaya dan Permuseuman Kemdikbud Harry Widianto mengatakan, penemuan fosil di Sangiran hingga saat ini baru mencapai 30 persen. Artinya, masih ada 70 persen fosil berusia jutaan tahun yang masih tertimbun.

“Sampai hari ini penemuan kita di Sangiran itu baru 30 persen, yang 70 persen belum. Jadi sebagian besar masih terkubur di dalam perut bumi Sangiran,” ujar Harry saat berbincang, Kamis (28/4/2016).

“Sangiran masih sangat menyimpan bukti-bukti kehidupan masa lalu, seperti fosil manusia, binatang, budaya dan artefak,” imbuhnya.

Harry yakin masih akan banyak lagi penemuan-penemuan fosil penting di Sangiran. Bahkan dia menyebut setiap harinya selalu ada penemuan baru. Namun yang paling spesifik dalam beberapa waktu terakhir adalah fosil Homo Erectus Arkaik.

“2 minggu sekali pasti ada penemuan di sana. Cuma yang sekarang baru manusia purba karena kan sangat spesifik dan tidak banyak jumlahnya, jadi sangat berarti. Kalau fosil binatang dan artefak lebih sering,” urai mantan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba ini.

642641c5-bbe0-486f-991d-a2db42b10043_169Sekedar diketahui, Setu menemukan fosil atap tengkorak dari Homo Erectus Arkaik di Sungai Bojong, anak Bengawan Solo yang berada di Desa Manyarejo, Kecamatan Pulpuh, Sragen pada 5 Februari 2016. Setu yang menemukan fosil tersebut saat sedang bertani pun langsung melaporkannya ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba di Sangiran, Sragen.

Homo Erectus Arkaik yang hidup antara 1,5 hingga 900 ribu tahun lalu adalah golongan manusia purba tertua. Di atasnya ada Homo Erectus Tipik yang hidup antara 800 ribu hingga 300 ribu tahun yang lalu. Terakhir, ada Homo Erectus Progresif yang hidup antara 300 ribu hingga 100 ribu tahun lalu.

Fosil yang ditemukan di Sungai Bojong itu berukuran panjang 14 cm, lebar 12 cm dan tinggi 10 cm. Para peneliti mengatakan Homo Erectus Arkaik memiliki volume otak sebesar 800 cc dengan ketebalan tulang tengkorak 1,5 cm. Ukuran lebih besar dimiliki oleh Homo Erectus Tipik sebesar 1.000 cc dan Homo Erectus Progresif sebesar 1.100 cc. Sedangkan manusia modern memiliki volume otak sebesar 1.400 cc.

Fosil tengkorak yang sama juga pernah ditemukan oleh peneliti Belanda GHR Von Koenigswald pada tahun 1936 dan diberi nama Sangiran IV. Selanjutnya pernah ada temuan tengkorak di tahun 1988. (aws/bag)

Ayunda Windyastuti Savitri
Sumber:detikNews Jumat 29 Apr 2016

FacebookTwitterWhatsAppLineTelegramGoogle+Share

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.