<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>rumahpengetahuan.web.id</title>
	<atom:link href="http://rumahpengetahuan.web.id/feed/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahpengetahuan.web.id</link>
	<description>...sebuah dokumentasi tentang tahu dan pengetahuan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Mar 2010 05:57:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" - maintenance_release="8.8.4" -->
		<copyright>2006-2007 </copyright>
		<managingEditor>redaksi@rumahpengetahuan.web.id (rumahpengetahuan.web.id)</managingEditor>
		<webMaster>redaksi@rumahpengetahuan.web.id (rumahpengetahuan.web.id)</webMaster>
		<category>posts</category>
		<ttl>1440</ttl>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>...sebuah dokumentasi tentang tahu dan pengetahuan</itunes:summary>
		<itunes:author>rumahpengetahuan.web.id</itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name>rumahpengetahuan.web.id</itunes:name>
			<itunes:email>redaksi@rumahpengetahuan.web.id</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://rumahpengetahuan.web.id/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://rumahpengetahuan.web.id/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>rumahpengetahuan.web.id</title>
			<link>http://rumahpengetahuan.web.id</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Ekologi Tumbuhan Asli; Menilik Manfaat Sebelum Kepunahan</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/ekologi-tumbuhan-asli-menilik-manfaat-sebelum-kepunahan.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/ekologi-tumbuhan-asli-menilik-manfaat-sebelum-kepunahan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 05:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1401</guid>
		<description><![CDATA[
Hakikat suatu ekosistem adalah keberagaman yang menciptakan keanekaragaman hayati dalam suatu keseimbangan. Itu telah terbukti sejak lama. Dan, kini sebuah penelitian ilmiah lebih jauh lagi, menetapkan indeks nilai penting tumbuhan dalam suatu ekosistem yang sangat berguna untuk menjaga kelestariannya.

  Soejono, seorang periset di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (25/2) lalu, menunjukkan hasil riset dari 11 ekosistem sumber air dataran rendah. Lokasinya tak jauh dari Kebun Raya Purwodadi, di ketinggian tidak lebih dari 300 meter di ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/ekologi-tumbuhan-asli-menilik-manfaat-sebelum-kepunahan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Universitas Gadjah Mada Rancang Aturan dan Sanksi Tentang Penjiplakan</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/universitas-gadjah-mada-rancang-aturan-dan-sanksi-tentang-penjiplakan.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/universitas-gadjah-mada-rancang-aturan-dan-sanksi-tentang-penjiplakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 06:37:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1396</guid>
		<description><![CDATA[Menyusul pembuatan peranti lunak anti-penjiplakan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, merancang aturan mencegah penjiplakan dan kecurangan pada pembuatan karya ilmiah. Peraturan tentang kecurangan dan penjiplakan ini dinilai penting karena selama ini belum ada acuan jelas untuk menangani tindakan yang melanggar kode etik itu.
”Saat ini, rancangan aturan itu telah selesai dibuat. Tinggal menunggu pengesahan dari pimpinan. Kami harap aturan itu bisa diterapkan tahun ini juga mengingat fenomena plagiarisme yang semakin memprihatinkan,” kata Kepala Kantor Jaminan Mutu Universitas Gadjah Mada (UGM) Kirbani Sri Brotopuspito di Yogyakarta, Minggu (7/3).
Kirbani mengatakan, aturan tersebut dirancang untuk ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/universitas-gadjah-mada-rancang-aturan-dan-sanksi-tentang-penjiplakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Riset Ekologi Minim</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/riset-ekologi-minim.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/riset-ekologi-minim.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Mar 2010 02:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1392</guid>
		<description><![CDATA[Banjir dan Longsor Bisa Diprediksi
  Bencana banjir dan tanah longsor seperti yang terjadi di wilayah Jawa Barat baru-baru ini sebenarnya dapat diprediksi melalui riset ekologi sehingga mitigasi jangka pendek, menengah, dan panjang dapat dilakukan. Akan tetapi, kegiatan riset ekologi diakui masih minim.
”Penelitian ekologi terutama pada sistem perakaran di dalam tanah pada suatu kawasan sangat menentukan peluang terjadinya tanah longsor,” kata periset ekologi tumbuhan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mustaid Siregar, Senin (1/3) di Bogor, Jawa Barat.
Riset ekologi untuk mitigasi bencana banjir dan tanah longsor dibutuhkan untuk melengkapi data mitigasi ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/riset-ekologi-minim.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekayaan Intelektual Kampus Dilindungi</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/kekayaan-intelektual-kampus-dilindungi.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/kekayaan-intelektual-kampus-dilindungi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 02:58:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1385</guid>
		<description><![CDATA[
Setidaknya 7.900 hasil penelitian dan produk inovatif perguruan tinggi serta lembaga penelitian sudah dihasilkan. Meskipun demikian, perlindungan hukum atas produk itu dalam bentuk paten atau pendaftaran hak atas kekayaan intelektual masih sangat minim.
”Dulu, hanya sekitar 5 sampai 10 produk yang dipatenkan. Kecil sekali. Tetapi, tahun 2009, ada kenaikan menjadi sekitar 136 produk,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh saat penandatanganan kerja sama perlindungan hak atas kekayaan intelektual (HaKI) di perguruan tinggi yang berlangsung di Jakarta, Rabu (24/2).
Penandatanganan kerja sama itu dilakukan tiga menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, yaitu Menteri Hukum ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/kekayaan-intelektual-kampus-dilindungi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kutuk Plagiarisme, Lalu?</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/kutuk-plagiarisme-lalu.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/kutuk-plagiarisme-lalu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 02:30:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1383</guid>
		<description><![CDATA[Tentang plagiarisme, kiranya tidak berguna lagi aneka kutukan. Yang lebih penting adalah apa kelanjutan sesudah tragedi plagiarisme.
Bandung, Jakarta, Aceh, Malang, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Bogor, Semarang, dan Medan, apakah mereka emblem kota-kota intelektual? Dengan menjamurnya pabrikan skripsi, tesis, disertasi, juga paper di kota-kota itu dan lainnya yang belum disebut, mendung kelabu menyelimuti dunia intelektualitas kita. Masih adakah kota intelektual di tanah kita? Sebuah pertanyaan hati nurani.
Tak usah mengutuk Bandung sebab Yogyakarta atau kota Anda mungkin lebih parah. Tak perlu mengkritik institusi yang kecolongan sebab institusi sekaliber UGM, UI, atau MIT di ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/kutuk-plagiarisme-lalu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjiplak Perlu Dipidana</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/penjiplak-perlu-dipidana.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/penjiplak-perlu-dipidana.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 02:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1380</guid>
		<description><![CDATA[Maraknya penjiplakan karya ilmiah selama ini, antara lain, disebabkan ringannya sanksi terhadap pelaku. Karena itu, untuk memberikan efek jera, serta mencegah semakin meluasnya aksi penjiplakan, pelaku perlu dikenai sanksi yang berat, termasuk sanksi pidana.
”Selama ini, sanksi terhadap pelaku penjiplakan hanya berupa sanksi administratif dan sanksi akademis yang sangat ringan,” kata Editor Penerbitan Universitas Islam Indonesia (UII) Press yang juga Direktur Penerbit Total Media Sobirin Malian di Yogyakarta, Selasa (23/2).
Jika pelakunya dosen, misalnya, hanya dikenai sanksi akademis atau sanksi administratif berupa pernyataan tidak puas dari pimpinan, teguran lisan, teguran tertulis, penundaan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/penjiplak-perlu-dipidana.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari &#8220;Armageddon&#8221; ke &#8220;Snowmageddon&#8221;</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/dari-armageddon-ke-snowmageddon.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/dari-armageddon-ke-snowmageddon.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 02:23:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1376</guid>
		<description><![CDATA[Pada puncak era Perang Dingin tahun 1980-an, istilah armageddon sering muncul. Ringkas kata, di luar kaitannya dengan sejarah agama-agama, ini adalah pertempuran habis-habisan dengan menggunakan senjata nuklir milik AS dan Uni Soviet yang jumlahnya saat itu sangat banyak. Dengan hulu ledak sekitar 50.000, dayanya sudah berlebih untuk overkill, menghancurkan dunia berulang kali.
  Armageddon juga menjadi judul film yang dibintangi Bruce Willis (1998). Film ini berkisah tentang kiamat yang akan dialami Bumi dan penghuninya apabila asteroid seukuran Texas yang orbitnya melenceng dibiarkan menghantam Bumi (Dalam dunia nyata, ancaman ini, meski ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/dari-armageddon-ke-snowmageddon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pro dan Kontra Riset Trembesi</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/pro-dan-kontra-riset-trembesi.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/pro-dan-kontra-riset-trembesi.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 03:02:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1370</guid>
		<description><![CDATA[Alasan penanaman massal pohon raksasa trembesi atau Albizia saman yang disarankan pemerintah untuk menunjang program penanaman satu miliar pohon pada 2010 masih pro dan kontra. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan trembesi itu masih membutuhkan dukungan riset yang lebih saksama.
”Kebijakan penanaman pohon idealnya memerhatikan penggunaan dan kebutuhan masyarakat di tiap daerah. Trembesi termasuk jenis pohon dengan evaporasi atau penguapan tinggi sehingga berpotensi mengeringkan sumber air,” kata Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Mochammad Na’im, Senin (22/2) di Yogyakarta.
Hal berbeda diungkapkan dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Endes N Dahlan, di ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/pro-dan-kontra-riset-trembesi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampus Cenderung Menutupi Penjiplakan</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/kampus-cenderung-menutupi-penjiplakan.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/kampus-cenderung-menutupi-penjiplakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2010 02:34:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1365</guid>
		<description><![CDATA[Perguruan tinggi cenderung menutupi kasus-kasus penjiplakan yang dilakukan mahasiswa ataupun dosen. Akibatnya, penelusuran ataupun pembuktian dugaan kasus penjiplakan sulit dilakukan.
  Berdasarkan penelusuran pada indikasi penjiplakan yang telah diketahui pihak luar kampus, pada proses klarifikasi perguruan tinggi terkesan menutupi. Dalih yang digunakan, antara lain, adalah salah cetak oleh pihak penerbit karya ilmiah, ketidaktahuan dosen bersangkutan terhadap batasan kutipan yang diperbolehkan, atau kutipan diizinkan oleh pembuat karya ilmiah asli.
Kasus yang muncul pun cenderung tidak diusut secara tuntas. Adapun untuk kasus yang belum didengar pihak luar, perguruan tinggi cenderung menyembunyikannya.
Koordinator Koordinasi Perguruan ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/kampus-cenderung-menutupi-penjiplakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memperketat Gelar Akademik</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/memperketat-gelar-akademik.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/memperketat-gelar-akademik.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 05:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1363</guid>
		<description><![CDATA[Pernyataan Mendiknas Muhammad Nuh, yang akan memperketat proses memperoleh gelar akademik seperti doktor dan guru besar, harus mendapat perhatian insan akademis. Hal itu ditempuh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) sebagai tindak lanjut mencuatnya kasus plagiat karya ilmiah yang merebak di beberapa perguruan tinggi untuk meraih gelar tersebut (JP, 20/02/).
Terkait dengan itu, harus ada penguatan tim akademis. Salah satu tim tersebut adalah tim ahli yang akan memverifikasi usul para calon guru besar, apakah sudah layak atau belum bagi yang bersangkutan untuk meraih guru besar. Setiap institusi pendidikan tinggi harus memiliki tim peer ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/memperketat-gelar-akademik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Malaysia Ambil Darah Cemani Kedu</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/warga-malaysia-ambil-darah-cemani-kedu.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/warga-malaysia-ambil-darah-cemani-kedu.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 03:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1361</guid>
		<description><![CDATA[Lima warga Malaysia dilaporkan mengambil sampel darah 17 ayam cemani di Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Upaya ini dilakukan secara diam-diam dan dilangsungkan di hotel tempat mereka menginap. Belum diketahui maksud pengambilan sampel darah tersebut.
  

Ayam cemani diternakkan di Kedu secara turun-temurun sejak ratusan tahun lalu. Ayam yang menjadi maskot Kabupaten Temanggung ini bertubuh lebih besar dibandingkan dengan ayam biasa. Cirinya, seluruh tubuh, bulu, dan kulitnya berwarna hitam. Ayam cemani super, bahkan, tulangnya berwarna hitam pekat.
Andoko, peternak di Kedu, mengatakan, lima warga Malaysia itu datang akhir tahun lalu ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/warga-malaysia-ambil-darah-cemani-kedu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Guru Profesional dan Plagiarisme</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/guru-profesional-dan-plagiarisme.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/guru-profesional-dan-plagiarisme.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 03:19:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1358</guid>
		<description><![CDATA[Kasus 1.082 guru di Riau yang ketahuan menggunakan dokumen palsu agar dapat dikategorikan sebagai ”guru profesional” sungguh memilukan. Dalam hati saya bertanya, apakah guru-guru ini masih dapat mengajar di sekolah mereka?
  Masih ada sederet pertanyaan lain dalam kasus ini tentang guru-guru ini. Yang sungguh mengganggu pikiran saya adalah bagaimana para guru itu masih dapat mengajar dengan baik setelah mereka kehilangan wibawa (gezag) akibat peristiwa ini? Sebutan ”guru profesional” tak akan dapat mengembalikan wibawa yang hilang karena plagiarisme tadi.
Bahkan, sebutan apa pun tak ada yang dapat mengembalikan wibawa yang hilang ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/guru-profesional-dan-plagiarisme.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Total Menuju Titik Terdepan</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/total-menuju-titik-terdepan.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/total-menuju-titik-terdepan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 04:53:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil Ilmuwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1353</guid>
		<description><![CDATA[Pakar tomografi Warsito Purwo Taruno memaksa para ilmuwan kelas dunia membicarakan teknologi terdepan itu di sebuah ruko di Tangerang.
PERTENGAHAN 2008, dua orang Jepang datang ke ruko kecil berlantai dua di kawasan Modern Land, Tangerang, Jawa Barat. Mereka, profesor dari Riken-semacam LIPI, Jepang, dan perwakilan dari Mizuho Bank, Jepang, yang berpusat di Tokyo.
Keduanya menemui Warsito Purwo Taruno, pakar tomografi yang menciptakan alat pemindai {scanner) empat dimensi, dinamai Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT). Tomografi volumetrik empat dimensi yang dipatenkan pada 2006 itu memang melambungkan Warsito sebagai nama penting dalam dunia tomografi, yaitu ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/total-menuju-titik-terdepan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamus Echols-Shadily</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/kamus-echols-shadily.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/kamus-echols-shadily.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 08:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1341</guid>
		<description><![CDATA[Zahra, mahasiswi berparas lembut, mencemberuti Kamus Inggris-Indonesia susunan John M Echols dan Hassan Shadily. Pasalnya, kamus itu tak memasang lema swidden, istilah yang dia temukan saat membaca sebuah teks geo-antropologi. Sebuah kamus memang tak mungkin memuat semua kata yang beredar dalam masyarakat. Kamus Echols-Shadily, menurut pengantarnya, ”&#8230;mencakup sebagian besar kata dan ungkapan Inggris yang paling umum dipakai di Amerika”. Artinya, masih ada kata dan ungkapan Inggris lain yang ditepis karena tak biasa digunakan di negeri itu.
Suatu kamus bahasa asing, termasuk Kamus Echols-Shadily (KES), tentu merefleksikan latar kultural penyusunnya. Kata swidden, ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/kamus-echols-shadily.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjiplakan, Puncak Gunung Es</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/penjiplakan-puncak-gunung-es.html</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/penjiplakan-puncak-gunung-es.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Feb 2010 02:42:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penjaga rumah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1335</guid>
		<description><![CDATA[Kejujuran Semakin Memudar
  Kegiatan jiplak-menjiplak karya ilmiah merupakan puncak gunung es ketidakjujuran dalam jagat pendidikan. Skripsi mahasiswa yang sebagian merupakan jiplakan dengan cara copy/cut and paste, serta contek-mencontek dalam ujian, sudah dianggap lumrah.
Dengan demikian, ketidakjujuran itu sudah merambah hampir ke semua jenjang pendidikan. ”Ketidakjujuran ini sudah holistik, mengakar, merambah keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan pemerintahan. Ini cermin dekadensi moral,” ujar Dr William Chang, pakar etika sosial, alumnus Universitas Gregoriana dan Universitas Lateran (Roma), saat dihubungi Kompas, Kamis (18/2).
Pepatah mengatakan, Non scholae sed viate discimus (Seneca, Epist. 106.11), manusia belajar ...]]></description>
		<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/penjiplakan-puncak-gunung-es.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
