<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumahpengetahuan.web.id</title>
	<atom:link href="http://rumahpengetahuan.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahpengetahuan.web.id</link>
	<description>...ilmu pengetahuan untuk rakyat...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 04:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Laptop dan Flashdisk Dicuri, Data Bencana Alam Indonesia Hilang</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/laptop-dan-flashdisk-dicuri-data-bencana-alam-indonesia-hilang/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/laptop-dan-flashdisk-dicuri-data-bencana-alam-indonesia-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 03:57:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1737</guid>
		<description><![CDATA[Maling tak pernah pilih-pilih korban. Begitu dianggap memiliki barang berharga, siapa pun akan digarong.Tak terkecuali Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Surono.
Rabu (30/11) lalu,Surono menjadi korban kejahatan di lokasi peristirahatan Km 42, Jalan Tol Cipularang, Purwakarta,Jawa Barat. Komplotan penjahat memecahkan kaca mobilnya dan menggasak tas serta beberapa barang lain. Isi tas dan barang-barang itu sangat berharga,bukan hanya bagi Surono,melainkan juga Indonesia.”Saya kehilangan tas berisi laptop, sembilan flashdisk,dan sebuah hardisk eksternal,”cerita Surono kemarin.Menurut sarjana Fisika ITB itu,laptop dan flashdisk berisi data-data bencana alam Indonesia 2001–2011.
Selain itu juga terdapat data geologi ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maling tak pernah pilih-pilih korban. Begitu dianggap memiliki barang berharga, siapa pun akan digarong.Tak terkecuali Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Surono.</p>
<p>Rabu (30/11) lalu,Surono menjadi korban kejahatan di lokasi peristirahatan Km 42, Jalan Tol Cipularang, Purwakarta,Jawa Barat. Komplotan penjahat memecahkan kaca mobilnya dan menggasak tas serta beberapa barang lain. Isi tas dan barang-barang itu sangat berharga,bukan hanya bagi Surono,melainkan juga Indonesia.”Saya kehilangan tas berisi laptop, sembilan flashdisk,dan sebuah hardisk eksternal,”cerita Surono kemarin.Menurut sarjana Fisika ITB itu,laptop dan flashdisk berisi data-data bencana alam Indonesia 2001–2011.</p>
<p><span id="more-1737"></span>Selain itu juga terdapat data geologi dan kegunungapian Indonesia, termasuk data mengenai Gunung Merapi yang meletus hebat tahun lalu dan Gunung Papandayan di Garut yang aktivitas vulkanologinya sedang tinggi belakangan ini. ”Semua hilang,”ucapnya. Surono menceritakan, kejadian ini bermula ketika dia dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng,untuk mengejar penerbangan ke Yogyakarta. Pria yang akrab dengan sapaan Mbah Rono sejak erupsi Merapi itu menyetir sendiri kendaraannya.</p>
<p>Sekitar pukul 15.02 WIB dia memutuskan masuk lokasi peristirahatan Km 42 untuk makan. Tak lama dia kembali. Betapa terkejutnya Surono ketika mendapati kaca jendela belakang bagian kirinya pecah.Pria yang meraih gelar DEA Mechanique Mileux Geophysique et Environment dari Grenoble University di Grenoble,Prancis ini makin terhenyak mendapati laptop dan flashdiskyang dia letakkan di jok raib. Mengingat data yang hilang sangat penting dan bernilai ilmiah tinggi,doktor geofisika ini juga berupaya mencari dengan caranya sendiri.Surono menjanjikan imbalan Rp20 juta bagi siapa saja yang mengembalikan barang-barangnya.</p>
<p>”Karena data-data ini menyangkut kepentingan masyarakat Indonesia,”sebut dia. Aksi kejahatan di jalan tol memang patut diwasapadai. Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) sebelumnya mengungkapkan,salah satu kejahatan yang sering terjadi adalah perampasan mobil.Ada beberapa modus yang digunakan penjahat di antaranya menabrak dari belakang atau serempetan.</p>
<p>Bagi yang baru saja parkir di lokasi peristirahatan,ICAF juga meminta pengendara waspada. Banyaknya mobil yang parkir kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan. ASEP SUPIANDI/CR1</p>
<p>Sumber: Koran Sindo, 2 Desember 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/1655/" rel="bookmark" class="crp_title">Lima Gunung Berapi Berstatus Siaga</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/ilmu-baru-dari-gunung-merapi/" rel="bookmark" class="crp_title">Ilmu Baru dari Gunung Merapi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-alumni-s-2-jadi-pencuri-rumah-mewah/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Alumni S-2 Jadi Pencuri Rumah Mewah?</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/kandungan-co2-dieng-lebihi-batas-aman/" rel="bookmark" class="crp_title">Kandungan CO2 Dieng Lebihi Batas Aman</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/vulkanologi-inovasi-kemitraan-iptek-ideal-ri-as/" rel="bookmark" class="crp_title">Vulkanologi, Inovasi, Kemitraan Iptek Ideal RI-AS</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/laptop-dan-flashdisk-dicuri-data-bencana-alam-indonesia-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akhir Golden Gate dari Tenggarong</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/akhir-golden-gate-dari-tenggarong/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/akhir-golden-gate-dari-tenggarong/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 04:34:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1736</guid>
		<description><![CDATA[Jembatan megah yang sempat disebut sebagai Golden Gate dari Tenggarong itu kini terkubur puluhan meter di dasar Sungai Mahakam. Dua tiang menara setinggi 58 meter yang berdiri tegak di tepi sungai menjadi penanda bahwa jembatan Kutai Kartanegara itu pernah ada.
Runtuhnya jembatan itu pada Sabtu lalu sangat mengejutkan. Ambruknya jembatan yang baru berusia 10 tahun itu menarik perhatian sejumlah dosen dan pakar jembatan dari Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung.
Ketika petugas tim penyelamat dan kepolisian sibuk mengevakuasi korban yang terjebak di dasar Sungai Mahakam, tim dari ITB sibuk mencari jawaban penyebab runtuhnya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jembatan megah yang sempat disebut sebagai Golden Gate dari Tenggarong itu kini terkubur puluhan meter di dasar Sungai Mahakam. Dua tiang menara setinggi 58 meter yang berdiri tegak di tepi sungai menjadi penanda bahwa jembatan Kutai Kartanegara itu pernah ada.<br />
<span id="more-1736"></span>Runtuhnya jembatan itu pada Sabtu lalu sangat mengejutkan. Ambruknya jembatan yang baru berusia 10 tahun itu menarik perhatian sejumlah dosen dan pakar jembatan dari Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung.</p>
<p>Ketika petugas tim penyelamat dan kepolisian sibuk mengevakuasi korban yang terjebak di dasar Sungai Mahakam, tim dari ITB sibuk mencari jawaban penyebab runtuhnya jembatan tersebut. Mereka menghimpun informasi dari data tentang jembatan yang dibangun mulai 1995 hingga 2001 itu, keterangan rekan di lapangan, dan makalah.</p>
<p>Sejumlah dosen yang tergabung dalam Kelompok Keahlian Rekayasa Struktur Teknik Sipil ITB itu akhirnya menemukan jawaban mengapa jembatan tersebut bisa roboh. Kuat dugaan pemicu ambruknya jembatan itu adalah kegagalan klem pengikat kabel gantung (hanger).</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diperoleh tim, tidak ada kabel gantung yang putus alias utuh. &#8220;Justru ada kegagalan pada klem yang mengikat hanger,&#8221; ujar Iswandi Imran, ketua kelompok dosen itu, di gedung Rektorat ITB kemarin.</p>
<p>Untuk memastikan dugaan tersebut, klem harus diperiksa. &#8220;Apakah bahannya telah sesuai spesifikasi atau tidak,&#8221; ujarnya. Dari data yang diperoleh, klem itu dibuat dari bahan besi cor yang bisa mulur panjang tanpa runtuh atau liat.</p>
<p>Dugaan serupa disampaikan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta kemarin. Dia mengatakan jembatan itu runtuh karena penyambung kabel gantung dengan kabel utama lepas. Namun Djoko menolak berkomentar soal penyebab lepasnya kabel gantung tersebut. &#8220;Itu urusan polisi, yang sekarang melakukan investigasi,&#8221; katanya.</p>
<p>Pakar jembatan dari Teknik Sipil ITB, Bambang Boediono, heran karena masalah terletak pada klem pengait kabel utama dengan kabel gantung. Semestinya sambungan itu lebih kuat.</p>
<p>&#8220;Hanger tidak putus, tapi baut putus. Itu menyalahi kaidah teknik sipil,&#8221; katanya. &#8220;Kalaupun putus, seharusnya kabel gantung yang putus, bukan pada sambungan.&#8221;</p>
<p>Klem memang bisa mengalami penurunan kekuatan, yaitu kelelahan bahan karena menanggung beban berulang. Jika memang masalah terdapat pada titik itu, kata perancang jembatan Cisomang di jalan tol Cipularang tersebut, ada kemungkinan klem yang dipakai tidak sesuai dengan spesifikasi atau tidak lolos tes di laboratorium Kementerian Pekerjaan Umum.</p>
<p>&#8220;Klem harus tahan beban dinamik yang dipicu dari beban kendaraan,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Untuk memastikan penyebab runtuhnya jembatan, Pusat Mitigasi Bencana ITB membentuk tim kajian yang akan diberangkatkan ke lokasi untuk mencari data primer dan sekunder di lapangan pada Rabu ini. &#8220;Kita datang sebagai saintis untuk belajar, dan ke depan supaya kita lebih pintar,&#8221; kata Ismunandar, koordinator tim itu.</p>
<p>Rencananya ada lima dosen dan pakar yang akan diberangkatkan. Hasil temuan akan dikaji lagi di Bandung oleh dosen dari berbagai ilmu. &#8220;Kami juga terbuka kalau ada unsur pemerintah yang masuk,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Kajian jembatan yang akan diteliti meliputi struktur atas, seperti dek, menara, kabel suspensi, dan kabel gantung; struktur bawah jembatan, seperti fondasi; serta penilaian air sungai.</p>
<p>Bambang juga menyoroti prosedur perawatan jembatan yang tidak menutup lalu lintas pada saat perbaikan. Dalam keadaan normal atau tidak ada kerusakan berarti, perawatan jembatan memang bisa dilakukan tanpa menutup jembatan. Namun, jika ada masalah, perawatan tanpa menutup jembatan bisa berakibat fatal. &#8220;Itu memacu torsional sehingga dek menjadi terpilin, lalu ambruk,&#8221; katanya.</p>
<p>Ke depan, Bambang menyarankan jembatan ditutup sementara pada saat perawatan agar tidak menimbulkan bahaya. Pelaksana proyek seharusnya sudah bisa mengantisipasi bahaya itu karena harus membuat rancangan kerja dengan menghitung berbagai kemungkinan dan kondisi yang bakal terjadi dari perawatan jembatan yang akan dilakukan.</p>
<p>&#8220;Segala macam kombinasi papan catur atau skip loading itu sudah harus diperhitungkan. Jadi kalaupun harus dibuka setengah jalur tidak masalah,&#8221; katanya. Walau begitu, Bambang menolak jika tragedi ini disebut sebagai kesalahan manusia karena cakupan masalahnya luas.</p>
<p>Jembatan gantung yang memiliki daya tarik visual memikat sebenarnya memiliki desain khusus yang membutuhkan perawatan yang rumit. Tak aneh bila biaya pembangunannya pun lebih mahal. Namun, sayangnya, pengelola jembatan terbiasa dengan jembatan beton yang lebih sederhana dan nyaris tanpa perawatan. Padahal monitoring jembatan gantung sangat kompleks, mencakup perubahan bentuk jembatan, perhitungan beban, serta keseimbangan dan kestabilan jembatan.</p>
<p>Pemeriksaan berkala dan rutin sangat dibutuhkan, misalnya sebulan sekali, karena jembatan gantung sangat sensitif oleh gerakan vertikal dan torsional. &#8220;Kalau jembatan itu tertarik oleh beban, akibatnya bisa fatal,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Jembatan Kutai Kartanegara, yang menghubungkan Tenggarong dengan Samarinda, termasuk jenis jembatan gantung (suspension bridge) sistem kabel tunggal. Dengan bentang tengah 270 meter, jembatan itu menjadi yang terpanjang di kelasnya. Di Indonesia, jembatan sejenis ada di Barito dan Mamberamo, Papua.</p>
<p>Berbeda dengan jembatan gantung tipe cable stayed, jembatan gantung suspensi seperti jembatan ini memakai kabel utama berbentuk parabola. Di tanah, kabel itu terpancang pada angkur, sedangkan di udara terpancang di menara (pylon) jembatan.</p>
<p>Kabel utama itu tersambung kabel gantung ke dek (badan) jembatan. Menurut Iswandi, seluruh materi itu dipakai untuk menyalurkan beban dari kendaraan yang melintas. Dari dek, beban mengalir ke kabel gantung, kabel utama, menara, kemudian berakhir di fondasi. &#8220;Salah satu atau beberapa bagian sistem itu bisa menjadi penyebab runtuhnya jembatan,&#8221; katanya. l ANWAR SISWADI | MUHAMMAD TAUFIK<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<strong>Jembatan Barito dan Mamberamo Harus Diperiksa</strong></p>
<p>Pakar jembatan dari Teknik Sipil ITB, Bambang Boediono, mengatakan dua jembatan gantung lain di Indonesia, yaitu jembatan Barito di Kalimantan dan jembatan Mamberano di Papua, harus segera diperiksa setelah runtuhnya jembatan Kutai Kartanegara pada Sabtu lalu. Pemeriksaan harus segera dilakukan agar peristiwa serupa tidak terulang.</p>
<p>Jembatan Kutai Kartanegara merupakan jembatan gantung dengan bentang terpanjang di Indonesia, yaitu 270 meter. Jembatan gantung Barito memiliki bentang tengah 230 meter, sedangkan jembatan Mamberamo 235 meter.</p>
<p>Sayangnya, akibat kurang cermatnya pemeliharaan, usia jembatan terpanjang itu hanya 10 tahun. Menurut Bambang, normalnya usia jembatan gantung bisa mencapai 75 tahun.</p>
<p>Bambang mengatakan rancangan jembatan gantung sama kompleksnya dengan perawatan yang harus dilakukan pengelola jembatan. Pemeriksaan jembatan gantung seharusnya dilakukan sebulan sekali, dari hasil penglihatan hingga pengukuran dengan alat, termasuk pemeriksaan bagian-bagian vital, seperti fondasi, dek, kabel gantung, kabel utama, dan sambungannya.</p>
<p>&#8220;Kita terbiasa dengan jembatan beton yang praktis tanpa perawatan, namun untuk jembatan gantung sangat berbeda,&#8221; katanya di gedung Rektorat ITB kemarin.</p>
<p>Kabel utama, misalnya, harus dalam posisi tertarik kuat untuk menyalurkan beban ke menara (pylon) jembatan. Meski rancangannya baik, jembatan suspensi sangat sensitif terhadap gerakan vertikal dan torsional.</p>
<p>Jika jembatan tertarik atau tertekan oleh beban, seperti kendaraan dan angin, keadaan fatal bisa terjadi. &#8220;Jembatan itu seperti ayunan, kalau terpelintir bisa roboh,&#8221; ujar perancang jembatan Cisomang di jalan tol Cipularang itu.</p>
<p>Pemeriksaan rutin juga harus memantau penggerusan air sungai terhadap bagian bawah fondasi jembatan, juga dampak beban berulang kabel vertikal (hanger). Kualitas bahan pengganti komponen yang telah rusak juga harus diteliti.</p>
<p>&#8220;Apakah klem, misalnya, sudah teruji kekuatannya di laboratorium Kementerian Pekerjaan Umum di Cileunyi, Bandung, atau belum,&#8221; katanya.</p>
<p>Tiga faktor perawatan yang harus diperhatikan meliputi geometri atau bentuk jembatan, beban yang bekerja, serta keseimbangan dan kestabilan jembatan. l ANWAR SISWADI<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<strong>Jembatan Gantung</strong></p>
<p>Jembatan Kutai Kartanegara adalah jembatan jenis suspensi atau biasa dikenal sebagai jembatan gantung. Jembatan ini dapat terbuat dari tali dan kayu&#8211;untuk bentuk yang paling sederhana&#8211;hingga kabel kuat dengan elastisitas tinggi.</p>
<p>Kabel dengan elastisitas tinggi baru diterapkan pada akhir abad ke-19, menggantikan kabel yang terbuat dari rantai besi. Pada saat ini, kabel jembatan gantung terbuat dari ribuan kawat baja yang dipilin dan diikat dengan kencang.</p>
<p>Baja sengaja dipilih karena materi itu sangat cocok menjadi kabel jembatan mengingat ketahanan terhadap tegangan yang sangat kuat. Seutas kawat baja tunggal setipis 1 inci, misalnya, dapat menahan beban hingga setengah ton tanpa terputus.</p>
<p>Jembatan suspensi yang ringan dan kuat ini sangat ideal untuk digunakan di sungai atau selat yang ramai dilalui kapal. Dibandingkan dengan model jembatan lainnya, jembatan gantung dapat terbentang pada jarak yang lebih jauh, sekitar 600-2.100 meter. Namun, dari segi biaya pembangunan, jenis jembatan ini cenderung lebih mahal.</p>
<p>Kabel utama yang terentang dari ujung ke ujung tiang menahan berat jembatan dan jalanan di atasnya. Kabel yang berada di puncak menara ini harus ditambatkan ke tepi sungai di ujung jembatan.</p>
<p>Menara yang tinggi tersebut memungkinkan kabel utama tergantung dalam jarak yang cukup jauh. Sebagian besar berat atau beban jembatan dipindahkan oleh kabel ke sistem penambat, yang ditanam dalam pelat beton besar. Di dalam pelat beton penambat ini, kabel disebar untuk mendistribusikan beban dengan merata dan mencegah kabel terputus.</p>
<p>Pada jembatan suspensi, tegangan terletak pada kabel penggantung atau kabel vertikal. Kabel-kabel ini mampu menahan tegangan tapi tidak resistan terhadap kompresi. Cara kerja jembatan gantung bertolak belakang dengan jembatan lengkung.</p>
<p>Jembatan Kutai Kartanegara bukan satu-satunya jembatan gantung yang runtuh. Beberapa jembatan gantung di luar negeri runtuh karena kegagalan struktural akibat desain yang buruk dan kondisi cuaca yang sangat keras.</p>
<p>Jembatan Tacoma Narrows di Washington, Amerika Serikat, misalnya, runtuh hanya empat bulan setelah selesai dibangun, pada November 1940. Jembatan suspensi ketiga terpanjang di dunia itu tak hanya bergerak ke kanan dan kiri, tapi juga ke atas dan ke bawah ketika tertiup angin kencang. Penggunaan kabel dan penyangga hidrolik gagal menstabilkan struktur.</p>
<p>Jembatan itu diduga runtuh karena tiupan angin kencang 67 kilometer per jam, padahal jembatan itu dirancang untuk tahan angin 193 km per jam. Belakangan sejumlah pakar menuding fenomena resonansi sebagai penyebab runtuhnya jembatan itu.</p>
<p>l BERBAGAI SUMBER</p>
<p>Sumber: Koran Tempo, 30 November 2011</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i53.photobucket.com/albums/g53/avicenia4/30_11_2011_013_004_009.jpg" alt="" width="542" height="522" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="alignnone" src="http://i53.photobucket.com/albums/g53/avicenia4/30_11_2011_013_004_013.jpg" alt="" width="591" height="137" /></p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mencari-penyebab-ambruknya-jembatan-mahakam-ii/" rel="bookmark" class="crp_title">Mencari Penyebab Ambruknya Jembatan Mahakam II</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/jembatan-selat-sunda-dibangun-10-tahun/" rel="bookmark" class="crp_title">Jembatan Selat Sunda Dibangun 10 Tahun</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mengenal-jembatan-mahakam-ii-proyek-sulit-dengan-teknologi-minim/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengenal Jembatan Mahakam II: Proyek Sulit dengan Teknologi Minim</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/merak-dan-jembatan-selat-sunda/" rel="bookmark" class="crp_title">Merak dan Jembatan Selat Sunda</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/jembatan-selat-sunda-dipacu/" rel="bookmark" class="crp_title">Jembatan Selat Sunda Dipacu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/akhir-golden-gate-dari-tenggarong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memerangi AIDS dan Tb</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/memerangi-aids-dan-tb/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/memerangi-aids-dan-tb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 03:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1734</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jawa Tengah bertekad memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis (tb) di tengah masyarakat dan tempat kerja&#8221;
MEMASUKI Desember 2011, keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di Jateng antara lain ditandai dengan makin meningkatnya usia/ umur harapan hidup masyarakat dan berarti dimungkinkan makin banyak lansia yang membutuhkan peningkatan pelayanan dan pembiayaan kesehatan.
Namun di sisi lain, ada peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja, dampak dari perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), kanker, dan penyakit tidak menular lainnya juga menunjukkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jawa Tengah bertekad memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis (tb) di tengah masyarakat dan tempat kerja&#8221;</p>
<p>MEMASUKI Desember 2011, keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di Jateng antara lain ditandai dengan makin meningkatnya usia/ umur harapan hidup masyarakat dan berarti dimungkinkan makin banyak lansia yang membutuhkan peningkatan pelayanan dan pembiayaan kesehatan.</p>
<p><span id="more-1734"></span>Namun di sisi lain, ada peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja, dampak dari perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), kanker, dan penyakit tidak menular lainnya juga menunjukkan kecenderungan meningkat.</p>
<p>Selain itu, masyarakat prihatin dengan munculnya kasus AIDS secara sporadis di penjuru Tanah Air. Laporan monitoring VCT dan data (Depkes Juni 2011) menyebutkan kasus AIDS berturut-turut meliputi DKI Jakarta dengan 17.130 penderita, Jawa Timur 846, Papua 5.472, Jawa Barat 4.974, Bali 3.849, dan Jawa Tengah 3.059 penderita.</p>
<p>Mengacu data BPS Juni 2011, dari jumlah penduduk Indonesia 238.893.400 jiwa, rata-rata kumulatif kasus AIDS ada 11,09 per 100 ribu penduduk. Distribusi penderita AIDS meliputi kelompok umur 20-29 tahun 46,4% umur 30-39 tahun 31,5%, dan umur 40-49 tahun 9,8 %.</p>
<p>Data lain menyajikan paparan jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat 7 di tingkat nasional dengan 1.030 kasus. Tingkat pertama jumlah kasus terbanyak diduduki  DKI Jakarta dengan 3.995 kasus. Jika dikalkulasi data tahun 1993-2011, penderita didominasi oleh kaum perempuan yakni sebanyak 62%. (SM, 27/07/11)</p>
<p>Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Rusaknya sistem kekebalan tubuh telah memperparah masalah kesehatan masyarakat yang sebelumnya sudah ada yaitu tuberkulosis (tuberculosis/ tb).</p>
<p>Banyak penelitian menunjukkan bahwa kejadian tuberkulosis telah meningkat secara nyata akibat munculnya kasus HIV. Hal ini sungguh membahayakan karena tuberkulosis masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, dan tiap tahunnya ditemukan lebih dari 300.000 kasus baru. Karena itu, para ahli kesehatan bersepakat bahwa perawatan untuk dua jenis penyakit ini hendaknya dilakukan secara bersamaan.</p>
<p>Penularan AIDS dapat melalui berbagai cara, di antaranya praktik heteroseksual 54,8%, melalui IDU (jarum suntik) 36,2%, hubungan intim sesama jenis 2,9%, parenteral 2,3 %, transfusi darah 0,2%. dan tak diketahui 3,0 %. Catatan mengenai proporsi kasus AIDS yang meninggal ada 19,1%, sedangkan proporsi terkena AIDS antara lelaki dan perempuan adalah 3:1 (Depkes, Juni 2011)</p>
<p>Momentum</p>
<p>Kamis, 1 Desember 2011 masyarakat dunia, termasuk Indonesia, memperingati Hari AIDS Sedunia atau AIDS Day. Tahun ini Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memilih tema ”Getting to Zero, Safety Riding, and Safety Life”. Adapun Kementerian Kesehatan memilih tema nasional ”Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS” dengan subtema ”Penanggulangan HIV AIDS di Tempat Kerja sebagai Bagian dari Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Pemerintah memacak slogan ”Stop HIV dan AIDS.”</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa tengah, terutama jajaran Dinas Kesehatan, dengan seluruh komponen masyarakat menggalang kerja sama lintas institusi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan sampai pelosok desa dengan program penanggulangan AIDS secara lintas sektor dan lintas program.</p>
<p>Pemprov terus menyosialisasikan bahaya dan penularan AIDS, pelayanan dan pengobatan tb dengan pusat rujukannya, antara lain dengan membangun balai kesehatan paru, pelayanan kesehatan di rumah sakit ataupun pelayanan dan penyuluhan oleh Komisi/ Badan Penanggulangan AIDS serta mendirikan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) di kota dan kabupaten.</p>
<p>Masyarakat Jawa Tengah bertekad lebih meningkatkan iman dan takwa, menjauhi cara penularan HIV/ AIDS, serta pantang menyerah dan terus bergerak bersama memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis di tengah masyarakat dan tempat kerja masing-masing. (10)</p>
<p>Dr Saifuddin Ali Anwar, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang, pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Jateng</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 1 Desember 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/ada-kera-yang-miliki-gen-antivirus-hiv/" rel="bookmark" class="crp_title">Ada Kera yang Miliki Gen Antivirus HIV</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pola-dbd-berubah/" rel="bookmark" class="crp_title">Pola DBD Berubah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/antibiotik-tak-rasional-bisa-ada-pandemi/" rel="bookmark" class="crp_title">Antibiotik Tak Rasional, Bisa Ada Pandemi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bonus-demografi-jawa-tengah/" rel="bookmark" class="crp_title">Bonus Demografi Jawa Tengah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/lupus-saat-sistem-kekebalan-kacau/" rel="bookmark" class="crp_title">Lupus; Saat Sistem Kekebalan Kacau</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/memerangi-aids-dan-tb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketing Entrepreneur</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/marketing-entrepreneur/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/marketing-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 03:53:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1733</guid>
		<description><![CDATA[Entah mengapa, hampir semua anak muda yang memilih jalur wirausaha selalu berpikir “bagaimana membuat sesuatu”.
Mereka masih berpikir berwirausaha itu penuh kesibukan, seperti dalam deskripsi buku-buku teks, yaitu dari mengembangkan ide, membuat, mempromosikan sampai menyerahkannya ke konsumen. Pantaslah bila sebagian besar usahawan pemula gagal dan mereka mengatakan berwirausaha itu sulit. Kalaupun berhasil, sebagian besar terperangkap dalam bisnis yang relatif murah dan overcrowding, yaitu kuliner. Ini tentu kurang sehat. Di Politeknik Negeri Malang (PNM), hari Jumat pekan lalu, saya ditunjuki produk-produk “temuan” mahasiswa.
Anda mungkin sudah biasa melihat charger baterai handphone yang dapat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah mengapa, hampir semua anak muda yang memilih jalur wirausaha selalu berpikir “bagaimana membuat sesuatu”.</p>
<p>Mereka masih berpikir berwirausaha itu penuh kesibukan, seperti dalam deskripsi buku-buku teks, yaitu dari mengembangkan ide, membuat, mempromosikan sampai menyerahkannya ke konsumen. Pantaslah bila sebagian besar usahawan pemula gagal dan mereka mengatakan berwirausaha itu sulit. Kalaupun berhasil, sebagian besar terperangkap dalam bisnis yang relatif murah dan overcrowding, yaitu kuliner. Ini tentu kurang sehat. Di Politeknik Negeri Malang (PNM), hari Jumat pekan lalu, saya ditunjuki produk-produk “temuan” mahasiswa.</p>
<p><span id="more-1733"></span>Anda mungkin sudah biasa melihat charger baterai handphone yang dapat dipakai di mobil. Tapi mungkin Anda belum melihat charger untuk dipakai pada sepeda motor.Charger itu“ditemukan” para mahasiswa PNM dan kemungkinan pasarnya sangat besar. Coba saja hitung berapa jumlah sepeda motor yang berhasil dijadikan pasar setiap tahun. Selain bersepeda motor, mereka juga pasti memiliki ponsel.</p>
<p>Pertanyaannya,bagaimana memasarkannya dan benarkah pasar membutuhkannya? Lagipula, bagaimana memodalinya agar desainnya lebih menarik dan kualitasnya lebih baik? Kalau pekerjaan membuat dan memasarkan harus dijalankan seorang entrepreneur pemula,Anda bisa bayangkan kapan mereka bisa menikmati hasil dari ide-ide kreatif anakanak muda itu? Saya kira Anda bisa dengan cepat menerkanya. Saat jaringan dan brand terbentuk, produk sudah tidak dibutuhkan lagi oleh pasar.</p>
<p>Kickstarter.com</p>
<p>Putra saya menunjukkan sebuah kit yang dapat dipasang di tali pinggangnya.Alatnya sederhana, beratnya hanya beberapa ons, dipakai untuk memasang kamera. Ia membelinya dari situs kickstarter.com. Dari situs itu saya bisa melihat video yang dibuat para wirausaha muda yang menamakan dirinya sebagai orang-orang kreatif. Dari situs itulah saya bisa melihat bagaimana seorang entrepreneurmuda come up dengan gagasan-gagasan kreatifnya. Alat yang tadi saya sebut diberi nama capture (capture camera clip system).</p>
<p>Di situ ditunjukkan masalah yang dihadapi oleh konsumen yang selamainihanya bisamenggantung kamera yang standby dipakai dikalungkan di leher.Pertanyaan yang diajukan: bagaimana kalau Anda membungkuk atau berjalan sambil merangkak? Repot bukan? Kamera akan terbentur- bentur.Oleh karena itulah Anda memerlukan capture. Tapi untuk memilikinya,si pembuatmemerlukandanabesaruntuk mengembangkan dan memasarkannya. Kickstarter.com membuka kesempatan bagi siapa saja yang mau membiayai creative project ini.</p>
<p>Besarnya berapa saja,mulai dari satu dolar hingga tak terbatas.Tentu saja setiap penyumbang akan mendapatkan “sesuatu”,mulai dari penyebutan nama, mendapatkan mock up sebelum product launching, sampai produk perdana yang jumlahnya bisa bertambah sesuai dengan jumlah donasi. Dalam tempo 75 hari sejak diluncurkan di Kickstarter, saya bisa membaca bahwa project ini berhasil mendapatkan dana sebesar USD364.968, lebih dari yang diharapkan wirausaha pemilik gagasan. Inilah yang saya sebut sebagai marketing entrepreneur.</p>
<p>Entrepreneur pada dasarnya bukanlah melulu melakukan penciptaan produk (creating product), melainkan creating value.Anda bisa bayangkan apa jadinya bila Indonesia tidak memiliki modern marketing entrepreneur dan semua mentor hanya mendorong lahirnya produk atau service entrepreneur? Saya kira masa depan dunia kewirausahaan yang beberapa tahun ini kita panaskan akan kembali berubah menjadi dingin. Tanpa marketing entrepreneur, kelak akan terjadi kelelahan di kalangan wirausaha muda. Mereka keletihan mencari modal, mengembangkan ide,membawa produk dari sebuah gagasan menjadi sesuatu yang siap dipasarkan dan memasarkannya.</p>
<p>Pengalaman dan pengamatan saya menunjukkan pekerjaan besar ini membutuhkan minimal lima tahun untuk melahirkan entrepreneur yang matang dengan produk yang kreatif dan brand yang sustainable. Marketing entrepreneur tidak hanya membantu entrepreneur mendapatkan sumber dana, melainkan juga memasarkan hasil kreasi mereka.Dunia ini memang membutuhkan spesialis-spesialis yang sophisticated dan mendalami pekerjaannya.</p>
<p>Dari situlah suatu bangsa membesarkan wirausaha- wirausahanya, membangun UMKM menjadi pemain global yang tangguh sekaligus menciptakan produkproduk yang bermutu. Di era internet yang serbaterbuka, seorang pemula tidak perlu membangun personal branding hingga bertahuntahun. Kalau punya produk bagus, semua orang bisa mendapatkan pasar dari marketing entrepreneur yang menguji produknya sebelum produk-produk itu sungguh-sungguh dipasarkan.</p>
<p>Indikasinya, cukup banyak orang yang mau membiayai projectitu. Di situs KickStarter misalnya, produk capture clip camera, yang semula hanya membutuhkan USD10.000, ternyata berhasil mendulang funding sebesar USD364.698 dari 5.258 investor.Ini jelas menunjukkan pasar sangat menantikan kehadirannya, konsumen pun bisa menjadi investor.Pada produk lain,yang hanya membutuhkan sebesar USD15.000 (sebuah tali jam yang memindahkan iPod Nano), berhasil mengumpulkan funding mendekati USD1 juta dari 13.512 investor yang menyumbang dari 1 dolar hingga tak terbatas.</p>
<p>Mobilisasi dana investasi cara ini jauh lebih powerful daripada sekadar angel investor yang pernah saya ceritakan berapa waktu lalu dalam kolom ini. Selain memobilisasi dana, seorang entrepreneur pemula juga dapat menguji seberapa kuat penerimaan pasar sekaligus menggantikan marketing test melalui cara-cara konvensional. Ayo bangun jaringan marketing entrepreneur! Siapa berminat?</p>
<p>RHENALD KASALI, Ketua Program MM Universitas Indonesia</p>
<p>Sumber: Koran Sindo, 1 Desember 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/iklan-sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Iklan Sekolah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/ukdw-untuk-wirausaha-dan-riset/" rel="bookmark" class="crp_title">UKDW untuk Wirausaha dan Riset</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bisnis-internet-di-indonesia-ada-di-sekitar-kita/" rel="bookmark" class="crp_title">Bisnis Internet di Indonesia Ada di Sekitar Kita</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/50-tahun-its-simbiosis-perguruan-tinggi-dan-bisnis-belum-kuat/" rel="bookmark" class="crp_title">50 TAHUN ITS; Simbiosis Perguruan Tinggi dan Bisnis Belum Kuat</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/deep-understanding/" rel="bookmark" class="crp_title">Deep Understanding</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/marketing-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Penyebab Ambruknya Jembatan Mahakam II</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/mencari-penyebab-ambruknya-jembatan-mahakam-ii/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/mencari-penyebab-ambruknya-jembatan-mahakam-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 03:15:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1731</guid>
		<description><![CDATA[Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui sampai saat ini petunjuk teknis (juknis) mengenai perawatan Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), belum ada. Juknis perawatan untuk jembatan gantung dengan bentang besar seperti Jembatan Kukar sedang dalam kajian.
“JUKNIS perawatan yang sudah ada untuk bentang jembatan gantung yang kecil-kecil, sedangkan yang bentang besar masih dalam proses finalisasi. Namun, perawatan terhadap Jembatan Kukar sudah dilakukan secara periodik oleh Pemda Kukar dan itu sudah dikoordinasikan dengan kami di pusat,” ucap Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto kepada pers usai menyaksikan penandatanganan Paket Kontrak Pembangunan Underpass Simpang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengakui sampai saat ini petunjuk teknis (juknis) mengenai perawatan Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), belum ada. Juknis perawatan untuk jembatan gantung dengan bentang besar seperti Jembatan Kukar sedang dalam kajian.</p>
<p><span id="more-1731"></span>“JUKNIS perawatan yang sudah ada untuk bentang jembatan gantung yang kecil-kecil, sedangkan yang bentang besar masih dalam proses finalisasi. Namun, perawatan terhadap Jembatan Kukar sudah dilakukan secara periodik oleh Pemda Kukar dan itu sudah dikoordinasikan dengan kami di pusat,” ucap Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, Djoko Murjanto kepada pers usai menyaksikan penandatanganan Paket Kontrak Pembangunan Underpass Simpang Dewa Ruci Denpasar, di Jakarta, Senin (28/11/2011).</p>
<p>Saat jembatan tersebut ambruk, kata Djoko, jembatan itu sedang ada kegiatan pemeliharaan. “Mestinya saat dipelihara, jembatan ditutup dari arus lalu lintas. Namun karena belum ada petunjuk teknis, jadi mereka lalai,”katanya.</p>
<p>Dia juga menambahkan, kejadian tersebut sangat langka karena jembatan baru berusia 10 tahun atau jauh di bawah disain normal untuk 40-50 tahun. Jembatan Kukar sepanjang 710 meter dibangun sejak 1995-1996 dan baru selesai pada 2001.</p>
<p>Pembiayaannya oleh APBD Pemkab Kukar, Provinsi Kaltim dan Pusat. Jembatan Kukar merupakan aset Pemkab Kukar. Djoko menyebut, terkait pemeliharaan jembatan itu juga merupakan tanggung jawab Pemkab Kukar bersama kontraktor yang disewakan saat ini.</p>
<p>Kementerian PU sebatas memberikan masukan-masukan mengenai pemeliharaan jika diperlukan. “Karena ini kepemilikannya adalah Kabupaten Kukar maka pemeliharaannya juga oleh pemkab dan ini sudah dilakukan secara rutin. Setiap tiga tahun sekali,” jelasnya.</p>
<p>Dalam pemeliharaan itu, kata Djoko, Pemkab Kukar bekerja sama dengan perusahaan kontraktor yang berbeda, bukan dengan PT Hutama Karya, kontraktor pembangun jembatan. “Ada kontraktor lain yang dikontrak untuk melakukan pemeliharaan,” kata Djoko.</p>
<p>Di sisi lain, Djoko menyebut, meskipun PT Hutama Karya tak lagi bertanggung jawab terhadap perawatan, mereka masih tetap bisa di pertanyakan pertanggungjawabannya dalam konstruksi awal dibangunnya jembatan.</p>
<p>“Ada tanggung jawab kontraktor terhadap konstruksi dan pemeliharan, dimana masa pemeliharaan setelah konstruksi biasa 1 atau 2 tahun saja. Tapi, jaminan terhadap konstruksinya 10 tahun. Jadi mereka masih bisa dimintai pertanggungjawaban,” katanya.</p>
<p>Pada bagian lain, Pakar konstruksi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Iswandi Imran, mengatakan ada dua dugaan penyebab ambruknya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.</p>
<p>Penilaian itu disampaikan Iswandi berdasarkan keterangan saksi dan foto-foto jembatan sepanjang lebih dari 700 meter itu pasca-ambruk yang dia terima. “Pertama ada kesalahan prosedur saat melakukan pengencangan kabel hanger jembatan dan hilangnya kekuatan material yang menahan beban akibat cacat material,” papar Iswandi.</p>
<p>Menurutnya, ada kesalahan saat para pekerja melakukan perbaikan kabel penahan jembatan. Saat pengerjaan pengencangan kabel penahan, jelas Iswandi, ruas jalan jembatan Kukar tidak dikosongkan seluruhnya. “Hal ini menyebabkan over stress atau terjadi kelebihan beban pada kabel penahan yang berakibat putusnya kabel,” jelasnya.</p>
<p>Kemungkinan lain, lanjut Iswandi, terjadi kelelahan material atau dalam bahasa teknik disebut material fatigue. Pada kondisi ini bahan bangunan sudah hilang kekuatannya dalam menahan beban. “Hal ini bisa bisebabkan karena cacat material konstruksi jembatan saat pembangunan atau beban yang melewati jembatan tersebut melebihi perhitungan ambang batas pada saat perencanaan 10 tahun lalu,” katanya.</p>
<p>Iswandi menampik kemungkinan ambruknya jembatan karena perahu ponton menabrak jembatan. Pasalnya berdasarkan kesaksian warga dan foto yang diterima, kabel hanger mengalami kegagalan atau putus bukan landasan jalan yang rusak.</p>
<p>Sementara Guru besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Daniel M. Rosyid, menyatakan, faktor konstruksi hingga teknis pemeliharaan menjadi penyebab rontoknya jembatan.</p>
<p>Jembatan di Kutai Kartanegara itu, kata dia, dibangun menggunakan konstruksi gantung dengan menumpukkan seluruh beban pada kedua sisi jembatan. Daniel menambahkan, sedikit saja kesalahan teknis dalam proses pemeliharaan di kedua titik di bibir jembatan, bisa berakibat fatal.</p>
<p>“Tegangan bebannya sangat tinggi karena seluruh beban jembatan terkonsentrasi di sana. Akibatnya, jembatan dalam kondisi rawan putus. Sedikit kesalahan dalam mengutak-atik bisa menyebabkan kabel putus dan sepersekian detik jembatan akan anjlok,” katanya. Model jembatan ini, menurut Daniel, sebenarnya tak aman untuk dibangun di Indonesia dibanding jembatan berbasis beton. Misalnya, jembatan berbasis beton Surabaya-Madura. Jembatan ini menyebarkan beban pada seluruh tiang pancang penopang. “Sehingga beban tidak terkonsentrasi di dua titik saja.”</p>
<p>? Indra</p>
<p>Sumber: Monitor Indonesia, Monday, November 28, 2011, 20:47</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><strong>Penyangga Jembatan Bergeser</strong></p>
<p>Komisi V DPR akan membentuk panitia kerja (panja) untuk mengetahui penyebab runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara (Kukar). Dari hasil investigasi sementara, penyangga jembatan telah bergeser sejak 2001.</p>
<p>”Tahun 2001 sudah terjadi pergeseran. Tahun 2006 pergeserannya menjadi progresif, tambah besar lagi. Ini yang perlu diklarifikasi sekaligus ditanyakan kepada para ahli,” kata Wakil Ketua Komisi V Mulyadi pada rapat bersama Kementerian Pekerjaan Umum di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,kemarin.</p>
<p>Untuk itu,dia meminta dilakukan audit mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan Jembatan Kukar. Anggota Komisi V DPR Rendy M Affandy Lamadjido mempertanyakan tanggung jawab pemerintah.Laporan Dinas Pekerjaan Umum Kukar menyebutkan bahwa jembatan bergeser sekitar 8-10 cm.Pada 2006 konsultan Jepang bahkan menemukan ada pergeseran. Anehnya,Kementerian PU tidak mengambil tindakan. Menteri PU Djoko Kirmanto membenarkan pergeseran jembatan.</p>
<p>Dia mengungkapkan, dua hari sebelum Jembatan Kukar roboh atau pada 24 November, pihaknya melakukan pengawasan visual. Jembatan yang dibangun pada 1995 itu kurang terawat meskipun kondisi material dinilainya masih baik. Djoko mengaku menggandeng PT Indenes Utama Engineering Consultant selama 2001– 2006 untuk memonitor stabilitas jembatan. Djoko memastikan, tidak ada kabel jembatan yang putus pada jembatan yang dibangun dengan dana Rp104,4 miliar tersebut.</p>
<p>”Tidak ada kabel vertikal yang putus.Yang bermasalah adalah penghubung antara kabel utama dan kabel vertikal, semuanya lepas. Ada dua kemungkinan penyebabnya,” kata Djoko. Kemungkinan pertama, kata dia, penggantung atau klem penghubung kelebihan beban. ”Kemungkinan kedua, ada gaya mendadak yang memengaruhi penggantung. Berat maksimal yang bisa ditahan klem tersebut 210 ton. Karena ada gaya mendadak tadi, ada kemungkinan berat bebannya berlebih,”ungkap Djoko. Dia menegaskan, Kementerian PU terus menyelidiki mengapa titik temu antara kabel penggantung dan kabel utama terlepas.</p>
<p>Terkait pemeliharaan, Djoko mengungkapkan bahwa ketika itu Kementerian PU merekomendasikan beberapa penanganan antara lain pengencangan baut-baut clamp, adjustment hanger untuk mendapatkan camber (ruang bentang) sesuai rencana,penggantian atau pemasangan expansion joint, dan pengisian pasir pada block angkur sisi Tenggarong untuk menambah berat block angkur.</p>
<p>Sementara itu,Pemkab Kukar menetapkan status tanggap darurat hingga dua pekan mendatang terkait robohnya Jembatan Kukar yang menelan puluhan korban. Bupati Kukar Rita Widyasari menyatakan, sampai saat ini jumlah korban yang meninggal dunia 20 orang dan yang selamat 60 orang.Rita memperkirakan masih terdapat korban yang tenggelam di Sungai Mahakam.Karena itu, pihaknya masih terus mencari dan melakukan penyisiran.</p>
<p>Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Daryatmo mengaku kesulitan dalam mengevakuasi korban robohnya Jembatan Kukar. Pihaknya menemukan sejumlah kendala dalam proses evakuasi di Sungai Mahakam salah satunya jarak pandang di kedalamannol.”Jadi,penyelam hanya bisa meraba,”ujar dia. hendry sihaloho/ radi saputro/ amir syarifuddin</p>
<p>Sumber: Koran Sindo, 2 Desember 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/akhir-golden-gate-dari-tenggarong/" rel="bookmark" class="crp_title">Akhir Golden Gate dari Tenggarong</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mengenal-jembatan-mahakam-ii-proyek-sulit-dengan-teknologi-minim/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengenal Jembatan Mahakam II: Proyek Sulit dengan Teknologi Minim</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/jembatan-selat-sunda-dibangun-10-tahun/" rel="bookmark" class="crp_title">Jembatan Selat Sunda Dibangun 10 Tahun</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/orang-orang-di-balik-jembatan-suramadu/" rel="bookmark" class="crp_title">Orang-Orang Di Balik Jembatan Suramadu</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/jembatan-selat-sunda-dipacu/" rel="bookmark" class="crp_title">Jembatan Selat Sunda Dipacu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/mencari-penyebab-ambruknya-jembatan-mahakam-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Jembatan Mahakam II: Proyek Sulit dengan Teknologi Minim</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/mengenal-jembatan-mahakam-ii-proyek-sulit-dengan-teknologi-minim/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/mengenal-jembatan-mahakam-ii-proyek-sulit-dengan-teknologi-minim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Nov 2011 03:11:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1729</guid>
		<description><![CDATA[Proyek Jembatan Mahakam II sudah sejak awal diakui sebagai proyek yang sulit.
Hal ini pernah disampaikan oleh Kepala Bidang Rencana dan Evaluasi Badan Pembinaan Konstruksi Dan Investasi (Bapekin) Departemen Kimpraswil, Ir Herry Vaza, M.Eng, Sc., dan Kepala Proyek Pembangunan Jembatan Mahakam II PT Hutama Karya, Ir Idwan Suhendra, pada Koferensi Regional Teknik Jalan VI di Denpasar Bali 18-19 Juli 2002.
Mereka mengatakan, pembangunan Jembatan Mahakam II adalah proyek berisiko dan berteknologi tinggi. Faktor ketidakpastian atas keberhasilan pelaksanaan proyek termasuk tinggi karena tingkat pengetahuan dan pengalaman atas konstruksi dan metode pelaksanaan yang rendah.
Jembatan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Proyek Jembatan Mahakam II sudah sejak awal diakui sebagai proyek yang sulit.</p>
<p>Hal ini pernah disampaikan oleh Kepala Bidang Rencana dan Evaluasi Badan Pembinaan Konstruksi Dan Investasi (Bapekin) Departemen Kimpraswil, Ir Herry Vaza, M.Eng, Sc., dan Kepala Proyek Pembangunan Jembatan Mahakam II PT Hutama Karya, Ir Idwan Suhendra, pada Koferensi Regional Teknik Jalan VI di Denpasar Bali 18-19 Juli 2002.</p>
<p><span id="more-1729"></span><img class="alignleft" src="http://wahyudigatot.files.wordpress.com/2011/11/slide2.jpg?w=468&amp;h=316" alt="" width="326" height="220" />Mereka mengatakan, pembangunan Jembatan Mahakam II adalah proyek berisiko dan berteknologi tinggi. Faktor ketidakpastian atas keberhasilan pelaksanaan proyek termasuk tinggi karena tingkat pengetahuan dan pengalaman atas konstruksi dan metode pelaksanaan yang rendah.</p>
<p>Jembatan Mahakam II bukanlah jembatan gantung pertama di Indonesia. Sebelumnya sudah dibangun jembatan gantung Mamberamo di Papua sepanjang 235 meter dan Jembatan Barito sepanjang 230 meter.</p>
<p>Walaupun ketiganya merupakan jembatan gantung jenis suspension, tapi secara teknis ketiga jembatan tersebut mempunyai karakteristik struktur yang berbeda dan metoda pelaksanaan yang berbeda pula.</p>
<p>Perbedaan yang paling utama pada proses pembangunan Jembatan Mahakam II dibandingkan dengan pembangunan jembatan gantung lainnya. Jembatan Mahakam II mengandalkan peralatan standar yang umumnya tersedia di Indonesia.</p>
<p>Antara lain winch untuk mengangkat rangka jembatan dan penggunaan peluncur untuk pemasangan clamp yang biasanya menggunakan peralatan heavy duty lifting jack yang dikombinasikan dengan penggunaan ponton dan crawler crane.</p>
<p>Kabel menggunakan tendon yang pada masing-masing sisi jembatan terdiri dari 19 buah Galvanized Spiral Wire Strand berdiameter 57,9 0,1mm, dengan panjang 526 meter dan berat 10 ton per buah.</p>
<p>Dimensi kabel ditentukan demikian untuk memudahkan dalam pemasangannya, mengingat peralatan dengan kapasitas sebesar tersebut masih dapat ditemukan di Indonesia.</p>
<p>Klem dan Sadel menggunakan baja tuang yang diproduksi secara lokal. Untuk meminimalkan biaya, Tower yang terbuat dari struktur Baja dengan berat 146 ton per buah, difabrikasi dalam kondisi terurai, yaitu terdiri dalam 8 segmen. Hal ini dilakukan agar pemasangan tower dapat dilakukan tanpa harus menggunakan alat angkat berkapasitas besar.</p>
<p>Profesor Jamaludin, ahli fisika dan matematika dan Universitas Mulawarman, dulu sewaktu jembatan ini baru diresmikan, pernah memaparkan analisanya. Ia katakan, konstruksi jembatan ini tidak memperhatikan teori dasar perubahan frekwensi angin.</p>
<p><img class="alignnone" src="http://wahyudigatot.files.wordpress.com/2011/11/slide1.jpg?w=468&amp;h=190" alt="" width="468" height="190" />“Angin dapat berubah-ubah, dari frekwensi rendah ke tinggi. Konstruksi jembatan tidak memperhatian itu. Pertama kali dioperasikan saja sudah retak-retak. Tampaknya tidak bisa sampai sepuluh tahun umurnya,” ujar Jamaludin ketika itu.</p>
<p>Mirip Tacoma</p>
<p>Insiden ini mengulang insiden rubuhnya Jembatan Tacoma di Amerika Serikat pada tahun 1940 silam. Namun, penyebab rubuhnya Tacoma akibat beban angin yang terjadi pada konstruksi jembatan gantung tersebut.</p>
<p>Sedangkan penyebab rubuhnya Jembatang Kukar belum dapat diketahui pasti penyebabnya. Demikian dijelaskan Sekretaris Lembaga Penelitian Untag 1945 Samarinda, Dr Hendrik Sulistio kepada Koran Kaltim malam tadi.</p>
<p>“Kejadian rubuhnya Jembatan Gerbang Dayaku di Kukar ini persis dengan situasi yang menimpa Jembatan Tacoma Amerika yang disebabkan angin. Tapi untuk Jembatan Kukar ini tidak ada angin, apalagi gempa. Jadi banyak faktor penyebabnya,” jelas Hendrik juga mengajar di Fakultas Teknik Sipil Untag 1945 Samarinda dan Surabaya ini.</p>
<p>Bahkan, menurut sepengetahuannya. Jembatan Kukar ini sedang dalam proses rehabilitasi (perbaikan) dan sementara ditutup sebagian. Selain warga yang melintas menjadi korban, pekerja konstruksi di jembatan juga ikut menjadi korban dalam insiden tersebut.</p>
<p>“Kalau memang mau diketahui secara rinci soal penyebabnya, harus segera dibentuk tim agar penyelidikan yang dihasilkan benar-benar valid. Upaya itu lebih bijak, karena penyebabnya tak bisa dilakukan hanya dengan analisa dan pengamatan saja,” terang Hendrik juga selaku konsultan teknik ini.</p>
<p>Menurutnya, jembatan gantung di Kukar yang menggunakan kabel stayed itu terjadi pada bagian tengah jembatan. Kemudian disusul pada rubuhnya sisi kiri dan kanan di konstruksi jembatan yang ikut meleleh dan rubuh.</p>
<p>“Kondisi ini yang terjadi di Tacoma Bridge Amerika, bagian tengah jembatan ambruk dan di pinggir meleleh. Jadi runtuhan konstruksi beton di jembatan diawali pada bagian tengah. Kerugian ditaksir ratusan miliar rupiah diperparah ada korban meninggal dunia,” terangnya.</p>
<p>Terkait usia 10 tahun konstruksi Jembatan Kukar ditinjau dari kualitas konstruksi pilar, beton dan anker jembatan yang sebelumnya retak. Kondisi itu tak mungkin membuat jembatan ambruk dan terputus. Apalagi tak ada gempa yang menjadi penyebab rubuhnya jembatan ini.</p>
<p>“Penggantung vertikal jembatan sudah habis, kemudian bagian citylon juga mengalami pergeseran 20 cm dan mengancam akan rubuh dalam beberapa waktu kemudian. Sebab kondisinya sudah miring, sebaiknya dirubuhkan sekaligus agar tak membahayakan warga di sekitar yang menonton,” ungkapnya.</p>
<p>Adapun jika akan dilakukan pembangunan jembatan baru di kawasan tersebut, kondisi bangunan lama di jembatan yang rubuh harus dalam posisi nol (dari awal) pembangunan.</p>
<p>“Karena teknologi jembatan gantung, maka harus nol dulu. Sebab tidak bisa menggunakan sisa kontruksi jembatan yang rubuh,” tambahnya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas, pemerintah sebaiknya menyediakan kapal penyeberangan bagi warga sekitar. Sehingga warga tidak perlu menggunakan ruas jalan Loa Janan untuk menuju Tenggarong Kota.</p>
<p>Tacoma Narrows Bridge adalah jembatan dengan konstruksi yang sama dengan Jembatan Mahakam II, yakni dengan model cable stayed. Diresmikan pada 1 Juli 1940, jembatan ini terletak di Washington, menghubungkan Tacoma dan Peninsula. Jembatan ini membentang 1,6 km.</p>
<p>Empat bulan diresmikan, jembatan ini ambruk karena goncangan angin. Konstruksi dari jembatan tersebut tidak mampu meredam getaran akibat peristiwa resonansi yang terjadi antara jembatan dan angin di sekitar jembatan.</p>
<p>Sebelum terjadi peristiwa resonansi, mula-mula angin mempunyai kecepatan 32 mil/jam dengan amplitudo 1,5 kaki. Gerakan ini berlangsung selama 3 jam. Angin kemudian meningkat menjadi 42 mil per jam. Selain itu, kabel dukungan di tengah bentang membentak, sehingga kondisi pembebanan tak seimbang. Tak lama jembatan ini ambrol. (mor)</p>
<p>Oleh: Koran Kaltim<br />
Sindikasi – Ahad, 27 November 2011 | 08:15 WIB</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Proyek Jembatan Kukar Beresiko Sejak Awal</strong></p>
<p>Sejatinya, proyek jembatan Kukar (Mahakam II) yang ambruk Sabtu (26/11/2011) sudah sejak awal diakui sebagai proyek yang sulit. Hal itu pernah disampaikan oleh Kepala Bidang Rencana dan Evaluasi Badan Pembinaan Konstruksi Dan Investasi (Bapekin) Departemen Kimpraswil, Ir Herry Vaza, M.Eng, Sc., dan Kepala Proyek Pembangunan Jembatan Mahakam II PT Hutama Karya, Ir Idwan Suhendra, pada Koferensi Regional Teknik Jalan VI di Denpasar Bali 18-19 Juli 2002.</p>
<p>Mereka mengatakan, pembangunan Jembatan Mahakam II adalah proyek berisiko dan berteknologi tinggi. Faktor ketidakpastian atas keberhasilan pelaksanaan proyek termasuk tinggi karena tingkat pengetahuan dan pengalaman atas konstruksi dan metode pelaksanaan yang rendah.</p>
<p>Jembatan Mahakam II bukanlah jembatan gantung pertama di Indonesia. Sebelumnya sudah dibangun jembatan gantung Mamberamo di Papua sepanjang 235 meter dan Jembatan Barito sepanjang 230 meter.</p>
<p>Walaupun ketiganya merupakan jembatan gantung jenis suspension, tapi secara teknis ketiga jembatan tersebut mempunyai karakteristik struktur yang berbeda dan metoda pelaksanaan yang berbeda pula. Perbedaan yang paling utama pada proses pembangunan Jembatan Mahakam II dibandingkan dengan pembangunan jembatan gantung lainnya.</p>
<p>Jembatan Mahakam II mengandalkan peralatan standar yang umumnya tersedia di Indonesia. Antara lain winch untuk mengangkat rangka jembatan dan penggunaan peluncur untuk pemasangan clamp yang biasanya menggunakan peralatan heavy duty lifting jack yang dikombinasikan dengan penggunaan ponton dan crawler crane.</p>
<p>Kabel menggunakan tendon yang pada masing-masing sisi jembatan terdiri dari 19 buah Galvanized Spiral Wire Strand berdiameter 57,9 0,1mm, dengan panjang 526 meter dan berat 10 ton per buah. Dimensi kabel ditentukan demikian untuk memudahkan dalam pemasangannya, mengingat peralatan dengan kapasitas sebesar tersebut masih dapat ditemukan di Indonesia. Klem dan Sadel menggunakan baja tuang yang diproduksi secara lokal.</p>
<p>Untuk meminimalkan biaya, Tower yang terbuat dari struktur Baja dengan berat 146 ton per buah, difabrikasi dalam kondisi terurai, yaitu terdiri dalam 8 segmen. Hal ini dilakukan agar pemasangan tower dapat dilakukan tanpa harus menggunakan alat angkat berkapasitas besar.</p>
<p>Sewaktu jembatan ini baru diresmikan, Profesor Jamaludin, ahli fisika dan matematika dan Universitas Mulawarman, pernah memaparkan analisanya. Menurutnya konstruksi jembatan ini tidak memperhatikan teori dasar perubahan frekwensi angin. “Angin dapat berubah-ubah, dari frekwensi rendah ke tinggi. Konstruksi jembatan tidak memperhatian itu. Pertama kali dioperasikan saja sudah retak-retak. Tampaknya tidak bisa sampai sepuluh tahun umurnya,” ujar Jamaludin ketika itu.</p>
<p>&#8220;Penyebab rubuhnya Jembatang Kukar belum dapat diketahui pasti penyebabnya,&#8221; kata Sekretaris Lembaga Penelitian Untag 1945 Samarinda, Dr Hendrik Sulistio kepada Koran Kaltim malam tadi.</p>
<p>&#8220;Kejadian rubuhnya Jembatan Gerbang Dayaku di Kukar ini persis dengan situasi yang menimpa Jembatan Tacoma Amerika yang disebabkan angin. Tapi untuk Jembatan Kukar ini tidak ada angin, apalagi gempa. Jadi banyak faktor penyebabnya,&#8221; jelas Hendrik yang juga mengajar di Fakultas Teknik Sipil Untag 1945 Samarinda dan Surabaya ini.</p>
<p>jika ingin diketahui secara rinci soal penyebabnya, kata hendrik, harus segera dibentuk tim agar penyelidikan yang dihasilkan benar-benar valid. &#8220;Upaya itu lebih bijak, karena penyebabnya tak bisa dilakukan hanya dengan analisa dan pengamatan saja,&#8221; tutur Hendrik juga selaku konsultan teknik ini.</p>
<p>Menurutnya, jembatan gantung di Kukar yang menggunakan kabel stayed itu terjadi pada bagian tengah jembatan. Kemudian disusul pada rubuhnya sisi kiri dan kanan di konstruksi jembatan yang ikut meleleh dan rubuh.</p>
<p>Terkait usia 10 tahun konstruksi Jembatan Kukar ditinjau dari kualitas konstruksi pilar, beton dan anker jembatan yang sebelumnya retak. Kondisi itu tak mungkin membuat jembatan ambruk dan terputus. Apalagi tak ada gempa yang menjadi penyebab rubuhnya jembatan ini.</p>
<p>&#8220;Penggantung vertikal jembatan sudah habis, kemudian bagian citylon juga mengalami pergeseran 20 cm dan mengancam akan rubuh dalam beberapa waktu kemudian. Sebab kondisinya sudah miring, sebaiknya dirubuhkan sekaligus agar tak membahayakan warga di sekitar yang menonton,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Adapun jika akan dilakukan pembangunan jembatan baru di kawasan tersebut, kondisi bangunan lama di jembatan yang rubuh harus dalam posisi nol (dari awal) pembangunan. &#8220;Karena teknologi jembatan gantung, maka harus nol dulu. Sebab tidak bisa menggunakan sisa kontruksi jembatan yang rubuh,&#8221; ujar hendrik. (HP)</p>
<p>Sumber: Gatra, Senin, 28 November 2011 07:09</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/jembatan-selat-sunda-dibangun-10-tahun/" rel="bookmark" class="crp_title">Jembatan Selat Sunda Dibangun 10 Tahun</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mencari-penyebab-ambruknya-jembatan-mahakam-ii/" rel="bookmark" class="crp_title">Mencari Penyebab Ambruknya Jembatan Mahakam II</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/akhir-golden-gate-dari-tenggarong/" rel="bookmark" class="crp_title">Akhir Golden Gate dari Tenggarong</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/orang-orang-di-balik-jembatan-suramadu/" rel="bookmark" class="crp_title">Orang-Orang Di Balik Jembatan Suramadu</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/jembatan-selat-sunda-dipacu/" rel="bookmark" class="crp_title">Jembatan Selat Sunda Dipacu</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/mengenal-jembatan-mahakam-ii-proyek-sulit-dengan-teknologi-minim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Taiwan; Sampah untuk Pembangkit Listrik</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/belajar-dari-taiwan-sampah-untuk-pembangkit-listrik/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/belajar-dari-taiwan-sampah-untuk-pembangkit-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 05:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1728</guid>
		<description><![CDATA[SAMPAH telah menjadi masalah utama di masyarakat modern. Tingkat produksi sampah meningkat cukup drastis, sementara tuntutan akan peningkatan kualitas kesehatan semakin bertambah.
Usaha-usaha untuk mengurangi produksi sampah terus dilakukan, namun demikian, menghilangkan sampah sama sekali merupakan sesuatu yang mustahil. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi kunci penting dalam pembangunan berkelanjutan, apalagi dengan memanfaatkan sampah menjadi produk yang mempunyai nilai tambah dengan mengkonversinya ke dalam bentuk lain, seperti energi atau listrik.
 Beberapa waktu lalu penulis berkesempatan mengikuti sebuah workshop di Taiwan dan kemudian mengunjungi salah satu pembangkit listrik berbahan bakar sampah di negara ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAMPAH telah menjadi masalah utama di masyarakat modern. Tingkat produksi sampah meningkat cukup drastis, sementara tuntutan akan peningkatan kualitas kesehatan semakin bertambah.</p>
<p>Usaha-usaha untuk mengurangi produksi sampah terus dilakukan, namun demikian, menghilangkan sampah sama sekali merupakan sesuatu yang mustahil. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi kunci penting dalam pembangunan berkelanjutan, apalagi dengan memanfaatkan sampah menjadi produk yang mempunyai nilai tambah dengan mengkonversinya ke dalam bentuk lain, seperti energi atau listrik.</p>
<p><span id="more-1728"></span><img class="alignleft" style="margin: 3px;" src="http://www.indomigas.com/wp-content/uploads/2010/03/PLN-Manajemen.jpg" alt="" width="284" height="168" /> Beberapa waktu lalu penulis berkesempatan mengikuti sebuah workshop di Taiwan dan kemudian mengunjungi salah satu pembangkit listrik berbahan bakar sampah di negara tersebut. Pembangkit listrik itu diberi nama dengan Bali Incinerator Plant.</p>
<p>Dari namanya, sangat mirip dengan Pulau Bali yang juga sangat terkenal di negara kita. Penulis pun sempat bertanya-tanya, jangan-jangan ada hubungannya dengan Bali-nya Indonesia. Namun ternyata tidak ada hubungannya sama sekali. Itu adalah nama sebuah tempat di bagian pantai barat Taiwan yang berjarak sekitar 50 km dari Ibu Kota Taipei.</p>
<p>Sekilas dari kejauhan bangunan ini tidak menampakkan sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi lebih mirip sebagai perkantoran atau bahkan mungkin pusat perbelanjaan. Struktur pembangkit keseluruhan didesain dengan dinding luar yang terbuat dari konstruksi panel aluminium dan kaca. Ketinggian bangunan ini mencapai 60 meter dan cerobongnya menjulang setinggi 150 meter yang tampak seperti sebuah menara. Bangunan pembangkit ini didesain oleh IM Pei, seorang arsitek yang sangat terkenal di Amerika. Area tempat pengumpulan sampah diletakkan pada sisi timur pembangkit dengan ketinggian 13 meter. Truk-truk pengangkut sampah diatur untuk mendapatkan akses ke area tersebut.</p>
<p>Kapasitas</p>
<p>Pembangkit listrik ini mulai beroperasi tahun 2001, awalnya hanya sebuah insinerator sampah biasa, tetapi kemudian berubah menjadi pembangkit listrik dengan memanfaatkan panas dari pembakaran di insinerator untuk menghasilkan uap dan kemudian uap tersebut digunakan untuk menggerakan turbin.<br />
Luas area pembangkit ini sekitar 3,5 hektare dengan luas bangunan mencapai 1,8 hektare dan mempunyai kapasitas penampungan sampah 1350 ton per hari. Jumlah tersebut adalah hasil pengumpulan sampah dari kota-kota di sekitar pembangkit.</p>
<p>Sistem yang digunakan adalah insinerator yang berjumlah tiga unit dengan sistem pencampuran mekanis yang bisa bekerja penuh selama 24 jam. Tiap unit didesain untuk dapat membakar 450 ton sampah per hari. Listrik dibangkitkan dengan memanfaatkan panas keluaran insinerator melalui tiga boiler yang memproduksi uap panas untuk kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan putaran yang dihasilkan dari turbin digunakan untuk memutar generator listrik.</p>
<p>Pembangkit ini dilengkapi dengan bunker yang dapat menampung 16.200 m3 sampah. Secara keseluruhan, ada 14 pintu penampungan sampah, 11 pintu untuk pembuangan sampah pada umumnya, dan 3 lainnya untuk pembuangan sampah dengan ukuran besar seperti furniture dan lain-lain. Setelah pembakaran, jumlah sampah dapat berkurang sangat drastis menjadi hanya dua puluh persen berat atau sepuluh persen volume.</p>
<p>Pada kondisi normal, pembangkit ini mampu membangkitkan listrik sebesar 35 MW atau lebih dari 800 ribu KWH per harinya. Dengan pengurangan untuk kebutuhan operasional pembangkit, maka pembangkit ini dapat menyalurkan listrik lebih dari 21 ribu KWH per bulan atau 260 ribu KWH per tahun. Listrik sebanyak itu bisa memberikan pelayanan kepada 160 ribu pelanggan atau sekitar 40 ribu rumah.</p>
<p>Tempat Wisata</p>
<p>Untuk menangani polusi yang dihasilkan dari proses pembakaran di insinerator, maka pembangkit ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang terdiri dari tiga alat utama, antara lain unit pengolahan gas buang dan unit pengolahan limbah cair. Unit pengolahan gas buang berfungi untuk mengurangi gas asam dan partikulat yang ada di gas buang. Unit ini terdiri dari pemisah debu dengan sistem siklon, scrubber semi-kering dan fabric filter baghouse. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa keluaran gas memenuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah setempat.</p>
<p>Yang menarik dari pembangkit ini adalah dijadikannya pembangkit listrik ini sebagai tempat wisata edukasi bagi siswa-siswi tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan dalam dua tahun, pengunjungnya telah mencapai 19 ribu orang, sehingga masyarakat diperkenalkan metode pengolahan sampah ini sejak usia dini.</p>
<p>Tempat ini juga dijadikan area untuk syuting video klip, iklan dan sinetron. Harapannya suatu saat Indonesia akan mempunyai sistem pembangkit seperti ini yang berfungsi ganda, tidak hanya untuk penanganan sampah, tetapi juga untuk menghasilkan listrik, sekaligus sebagai wahana pendidikan bagi para siswa.<br />
Pemerintah daerah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah sudah saatnya untuk memikirkan, merencanakan dan kemudian mengimplementasikan teknologi semacam ini. (24)</p>
<p>M Syamsiro, Pengajar di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 28 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bensin-dari-sampah-plastik/" rel="bookmark" class="crp_title">Bensin dari Sampah Plastik</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/dorong-penggunaan-plastik-yang-mudah-terurai/" rel="bookmark" class="crp_title">Dorong Penggunaan Plastik yang Mudah Terurai</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/panas-bumi-juga-terganjal-harga/" rel="bookmark" class="crp_title">Panas Bumi Juga Terganjal Harga</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pembangkit-listrik-41-turbin-angin-dibangun/" rel="bookmark" class="crp_title">Pembangkit Listrik; 41 Turbin Angin Dibangun</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/teliti-turbin-sabet-medali-emas-dunia/" rel="bookmark" class="crp_title">Teliti Turbin Sabet Medali Emas Dunia</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/belajar-dari-taiwan-sampah-untuk-pembangkit-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyimak Keberhasilan China di Antariksa</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/menyimak-keberhasilan-china-di-antariksa/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/menyimak-keberhasilan-china-di-antariksa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 05:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1726</guid>
		<description><![CDATA[KESUKSESAN pesawat antariksa Shenzhou VIII melakukan pengaitan dengan modul laboratorium antariksa Tiangong-1 pada 3 November lalu, seolah menjadi bukti kedigdayaan negara China sebagai negara superpower baru. Tidak cukup dengan meraih gelar superpower di bidang militer dan ekonomi, tapi juga di bidang antariksa.
Dunia memang sedang dibuat kagum dengan pencapaian China dalam teknologi antariksanya. Dulu dunia hanya mengenal AS dan Rusia sebagai dua negara yang mampu menjelajahi dan ”menguasai” antariksa. Namun secara berangsur-angsur anggapan itu mulai ditinggalkan. Sedikit demi sedikit Negeri Tirai Bambu ini mulai mengejar ketertinggalannya.
Dan tentunya yang paling kentara adalah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KESUKSESAN pesawat antariksa Shenzhou VIII melakukan pengaitan dengan modul laboratorium antariksa Tiangong-1 pada 3 November lalu, seolah menjadi bukti kedigdayaan negara China sebagai negara superpower baru. Tidak cukup dengan meraih gelar superpower di bidang militer dan ekonomi, tapi juga di bidang antariksa.</p>
<p><span id="more-1726"></span>Dunia memang sedang dibuat kagum dengan pencapaian China dalam teknologi antariksanya. Dulu dunia hanya mengenal AS dan Rusia sebagai dua negara yang mampu menjelajahi dan ”menguasai” antariksa. Namun secara berangsur-angsur anggapan itu mulai ditinggalkan. Sedikit demi sedikit Negeri Tirai Bambu ini mulai mengejar ketertinggalannya.</p>
<p>Dan tentunya yang paling kentara adalah pada tahun 2003 lalu, negara berpenduduk terbanyak di dunia ini berhasil mengirim taikonot (sebutan China untuk astronaut) pertamanya ke antariksa. Sekaligus menjadikan negara itu sebagai negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang mampu mengirimkan manusia ke luar angkasa.</p>
<p>Berbicara mengenai teknologi antariksa China, tentunya tak bisa lepas dari nama Qian Xuesen. Dialah perintis teknologi roket China dan dikenal sebagai bapak program teknologi antariksa China. Qian Xuesen memulai program luar angkasa China pada tahun 1950-an. Berkat kerja kerasnya, China berhasil meluncurkan satelit pertamanya, Dong Fang Hong 1, pada tanggal 24 April 1970 dengan menggunakan roket Long March 1F. Peristiwa inilah yang kemudian menobatkan China sebagai negara kelima yang mampu meluncurkan satelitnya sendiri.</p>
<p>Long March</p>
<p>Roket Long March (di China dikenal dengan nama Chang Zheng) merupakan hasil modifikasi dari rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile -ICBM) jenis Dong Feng (Angin Timur) milik China. Roket inilah yang menjadi andalan China, baik untuk peluncuran satelit maupun pesawat antariksa. Sampai saat ini, China telah mengembangkan roket Long March seri 1 hingga seri 4.</p>
<p>Setelah menguasai teknologi antariksa (roket dan satelit), China mulai aktif memasarkan wahana peluncur satelitnya ke pasar komersial. Pasar peluncuran satelit untuk tujuan komersial memang dikenal keras. Selain China, tercatat di segmen ini ada negara-negara seperti AS, Rusia, Konsorsium Eropa, India dan Jepang yang saling berebut bisnis peluncuran satelit.</p>
<p>Sama halnya dengan produk-produk teknologinya yang dikenal murah meriah, mulai dari telepon genggam, komputer, laptop, TV, hingga produk otomotif, China pun memasang tarif murah bagi pihak yang memanfaatkan jasa peluncuran satelitnya. Tarif peluncuran yang murah dan teknologi peluncuran satelit yang memadai, tentunya menjadi keunggulan tersendiri.</p>
<p>Tepatnya pada tahun 1990, China mulai memasuki pasar internasional peluncuran satelit, dengan berhasil meluncurkan satelit AsiaSat 1 sampai ke orbit GTO (Geostationary Transfer Orbit). Peluncuran satelit AsiaSat 1 ini menggunakan roket Long March 3. China memasarkan teknologi antariksanya melalui China Great Wall Industry Corporation (CGWIC). Perusahaan inilah yang juga dipilih oleh PT Indosat Tbk untuk meluncurkan satelit komunikasi Palapa-D pada 2009 silam.</p>
<p>Setelah malang melintang di jasa peluncuran satelit, tak membuat China cepat berpuas diri. China tetap terus mengembangkan teknologi antariksanya. Ambisi berikutnya adalah memiliki sebuah stasiun antariksa berawak buatan sendiri yang rencananya beroperasi penuh pada tahun 2020. Tekad ini dilatarbelakangi oleh penolakan AS terhadap keinginan China untuk ikut bergabung dengan Stasiun Antariksa Internasional (International Space Station). Dengan bekal teknologi yang dimiliki, China akhirnya memutuskan untuk mengembangkan stasiun antariksanya sendiri.</p>
<p>Sebagai langkah awal, China meluncurkan modul laboratorium antariksa tak berawak Tiangong-1 (Istana Surga-1) pada tanggal 29 September. Kemudian disusul dengan peluncuran pesawat antariksa tanpa awak Shenzhou VII pada 1 November lalu.</p>
<p>Seperti diberitakan Harian Suara Merdeka, Rabu (2/11), bahwa pesawat antariksa tanpa awak Shenzhou VIII diluncurkan dengan bantuan roket Long March 2F yang dimodifikasi dari pusat antariksa (space center) Jiuquan di Provinsi Gansu. Tujuan dari peluncuran ini adalah untuk melakukan uji coba pengaitan Shenzhou-VIII dengan Tiangong-1.</p>
<p>Proses pengaitannya sendiri, sebagaimana diumumkan Komandan Umum Proyek Penerbangan Antariksa Berawak China Chang Wanquan, yang dikutip China Radio International (3/11), berlangsung lancar. Sekaligus mencatatkan China sebagai negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Rusia yang mampu menguasai teknologi docking di antariksa.</p>
<p>Teknologi antariksa bukanlah teknologi yang bisa dikuasai secara instan, China membutuhkan lebih dari 40 tahun untuk bisa menjadi seperti sekarang ini. Apa yang telah dilakukan China tentunya membuka mata negara-negara lain tentang pentingnya pengembangan teknologi keantariksaan. Negara-negara seperti India, Jepang, Iran, dan Korea Selatan juga tak mau ketinggalan, telah mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan teknologi antariksa dengan membangun roket dan satelit secara mandiri.</p>
<p>Tertinggal</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Indonesia? Terus terang, Indonesia sebenarnya sudah sejak lama mengembangkan teknologi roket. Pada 14 Agustus 1964, melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Indonesia berhasil meluncurkan roket Kartika 1, yang merupakan roket buatan sendiri, sehingga tercatat sebagai negara kedua (setelah Jepang) di Asia, yang berhasil meluncurkan roketnya sendiri.</p>
<p>Sayangnya teknologi peroketan yang dirintis oleh Indonesia itu terhenti. Akibatnya, teknologi roket Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan China, India dan Jepang. Tiga negara Asia ini memang dikenal sangat konsisten dan memiliki komitmen yang kuat dalam mengembangkan teknologi peroketannya.</p>
<p>Indonesia walaupun telah lama menggunakan teknologi antariksa, tetapi belum sepenuhnya menguasai teknologi ini. Hal itulah yang mendasari LAPAN untuk segera merealisasikan roket peluncur satelit buatan sendiri. Apalagi Pemerintah telah mendorong LAPAN untuk mengembangkan  roket RX-550 (diameter 550 mm) yang merupakan bagian dari roket pengorbit satelit RPS-01. Harapan ke depannya, roket buatan LAPAN ini bisa segera diwujudkan, sehingga bisa menjadi kebanggan kita semua. Karena terus terang negeri ini begitu haus akan kebanggan di bidang teknologi. (24)<br />
&#8211;Yudi Supriyono, pemerhati pertahanan dan dirgantara.</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 7 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/teknologi-dirgantaraastronot-china-kunjungi-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Teknologi Dirgantara;Astronot China Kunjungi Indonesia</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/31-roket-diluncurkan-minat-mahasiswa-tinggi/" rel="bookmark" class="crp_title">31 Roket Diluncurkan; Minat Mahasiswa Tinggi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/perancangan-satelit-nano-ajak-mahasiswa/" rel="bookmark" class="crp_title">Perancangan Satelit Nano Ajak Mahasiswa</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/50-tahun-penerbangan-manusia-pertama-ke-antariksa/" rel="bookmark" class="crp_title">50 Tahun Penerbangan Manusia Pertama ke Antariksa</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/kompetisi-roket-diikuti-40-tim/" rel="bookmark" class="crp_title">Kompetisi Roket Diikuti 40 Tim</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/menyimak-keberhasilan-china-di-antariksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Bumi Berlimpah Air?</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-bumi-berlimpah-air/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-bumi-berlimpah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 05:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1724</guid>
		<description><![CDATA[SALAH satu hal yang membedakan bumi dibanding planet-planet terestrial ”tetangganya” adalah ketersediaan air dalam jumlah melimpah. Tujuh puluh persen wajah bumi ditutupi air yang hampir seluruhnya menempati sebuah badan air tunggal, meski kita secara administratif membaginya ke dalam empat samudra berbeda.
Air yang berlimpah dalam wujud cair merupakan faktor vital pendukung kehidupan. Delapan puluh persen tubuh makhluk hidup, termasuk manusia, tersusun dari air sebagai penunjang metabolisme. Air juga memungkinkan siklus karbon berlangsung, dalam rupa transfer karbondioksida di atmosfer menjadi sedimen karbonat dasar laut dan sebaliknya. Demikian pula daur hidrologis yang menghasilkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SALAH satu hal yang membedakan bumi dibanding planet-planet terestrial ”tetangganya” adalah ketersediaan air dalam jumlah melimpah. Tujuh puluh persen wajah bumi ditutupi air yang hampir seluruhnya menempati sebuah badan air tunggal, meski kita secara administratif membaginya ke dalam empat samudra berbeda.</p>
<p><span id="more-1724"></span>Air yang berlimpah dalam wujud cair merupakan faktor vital pendukung kehidupan. Delapan puluh persen tubuh makhluk hidup, termasuk manusia, tersusun dari air sebagai penunjang metabolisme. Air juga memungkinkan siklus karbon berlangsung, dalam rupa transfer karbondioksida di atmosfer menjadi sedimen karbonat dasar laut dan sebaliknya. Demikian pula daur hidrologis yang menghasilkan cuaca. Penguraian air di dalam butir-butir hijau daun (klorofil) menghasilkan emisi gas oksigen yang sangat diperlukan untuk pernapasan makhluk hidup aerob, termasuk manusia. Maka dapat dikatakan, tanpa keberadaan air, kehidupan takkan bisa bertahan.</p>
<p>Namun demikian, secara astronomis, keberadaan air di bumi adalah sebuah keajaiban semesta. Dalam masa purba tata surya, air tak mungkin bertahan di bumi meskipun dalam bentuk gas (uap air). Sebab pada saat itu, matahari masih berada dalam fase T-Tauri yang ganas, yang meradiasikan angin matahari dan intensitas panas jauh lebih tinggi dibanding kini. Diperkirakan suhu permukaan bumi saat itu sebesar 2.000 derajat Celcius, alias sepanas besi cair. Sementara embusan angin matahari yang sangat kuat menyebabkan semua senyawa gampang menguap (volatil) seperti air, hidrogen, helium, metana, amoniak, nitrogen, karbon monoksida dan karbondioksida terusir dari permukaan bumi dan planet-planet terestrial lainnya bersama sisa gas dan debu pembentuk tata surya. Pada saat itu, air hanya eksis pada jarak minimal 600 hingga 750 juta km dari matahari.</p>
<p>Maka, mengapa kini Bumi demikian berlimpah dengan air?</p>
<p>Pinggiran</p>
<p>Di awal tata surya, air sebenarnya ada dan berlimpah, namun dalam bentuk bekuan abadi (permafrost) yang tersimpan pada kometisimal (bakal komet) di pinggiran tata surya. Kometisimal tersebut terorganisasi dalam dua kawasan berbeda: sabuk Kuiper-Edgeworth dan awan komet Opik-Oort.</p>
<p>Sabuk Kuiper-Edgeworth adalah cakram pipih menyerupai sabuk Asteroid yang merentang dari orbit Neptunus hingga sejauh 7 miliar km dari Matahari. Sabuk Kuiper-Edgeworth berisi 1 sampai 10 miliar kometisimal dengan total massa setara 20 % massa bumi.</p>
<p>Pluto, yang dulu dianggap sebagai planet kesembilan, kini dikategorikan sebagai salah satu benda Kuiper-Edgeworth yang berukuran besar bersama dengan Eris (ditemukan tahun 2003). Sementara awan komet Opik-Oort merupakan kawasan globular (menyerupai bola) yang merentang antara 300 hingga 7.500 miliar km dari Matahari dan mengandung 1.000 hingga 10.000 miliar kometisimal dengan total massa antara 20 hingga 40 massa bumi.</p>
<p>Bila sabuk Kuiper-Edgeworth adalah sumber komet berperiode pendek (periode  &lt; 200 tahun), maka awan komet Opik-Oort adalah sumber komet berperiode panjang (periode &gt; 200 tahun), komet parabolik (komet dengan orbit parabola) dan komet hiperbolik (komet dengan orbit hiperbola).</p>
<p>Dengan deposit air di kawasan pinggiran tata surya, maka satu-satunya mekanisme yang mampu membawanya ke bumi adalah tumbukan komet. Peristiwa tumbukan komet memang melepaskan energi sangat besar disertai kenaikan suhu sangat tinggi pada titik tumbuknya. Namun distribusi kenaikan suhu tidaklah homogen, sehingga di tepiannya memungkinkan air dalam komet tetap eksis dan hanya berubah wujud dari semula berupa padatan (es) menjadi gas (uap air).</p>
<p>Bila tumbukan komet berlangsung secara terus-menerus dalam selang waktu tertentu, terjadi akumulasi uap air di bumi. Dan setelah tumbukan usai, sehingga suhu permukaan bumi menurun, terjadilah kondensasi uap air yang membentuk air cair.</p>
<p>Kuiper-Edgeworth</p>
<p>Mendekatnya komet Hartley 2 ke matahari setahun lalu menyajikan pengetahuan baru, air di bumi kemungkinan besar dihantarkan oleh komet-komet berperiode pendek, sehingga berasal dari kawasan sabuk Kuiper-Edgeworth. Pemahaman ini diperoleh dengan membandingkan sidik jari air di bumi terhadap air di komet Hartley 2.</p>
<p>Sidik jari air adalah rasio antara atom deuterium terhadap atom Hidrogen dalam air. Atom deuterium dikenal pula sebagai Hidrogen berat, karena inti atomnya tersusun oleh 1 buah proton dan 1 buah neutron. Sementara pada atom hidrogen, inti atomnya hanya berupa 1 buah proton. Jika bersenyawa dengan atom oksigen, atom deuterium akan membentuk air berat sementara atom hidrogen membentuk air ringan.</p>
<p>Air di bumi mengandung 1.558 buah atom deuterium dalam tiap 10 juta atom hidrogen. Observasi sebelumnya terhadap lima buah komet yang pernah mendekati matahari dan diduga berasal dari awan komet Opik-Oort menunjukkan, air pada komet-komet itu memiliki sidik jari berupa 2.960 buah atom deuterium per 10 juta atom hidrogen. Ini nyaris dua kali lipat sidik jari air di bumi, sehingga air di bumi tidaklah berasal dari awan komet Opik-Oort.</p>
<p>Namun observasi komet Hartley 2 menyajikan hasil berbeda. Menggunakan teleskop landas bumi Herschel, khususnya melalui instrumen Heterodyne Instrument for the Far Infrared, diketahui bahwa sidik jari air komet Hartley 2 adalah 1.610 atom deuterium dalam tiap 10 juta atom hidrogen. Ini nyaris identik dengan sidik jari air di bumi. Dan karena komet Hartley 2 berasal dari sabuk Kuiper-Edgeworth, maka dapat disimpulkan air di bumi memang berasal dari sabuk Kuiper-Edgeworth.</p>
<p>Hantaman Besar</p>
<p>Penemuan ini membawa langkah maju dalam merekonstruksi asal-usul air di bumi. Di masa awal tata surya setelah planet-planet terbentuk, terjadilah periode paling riuh tatkala planet-planet gas raksasa (yakni Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus) mengalami migrasi dari lokasi pembentukannya. Jupiter purba mengalami migrasi ke dalam (lebih mendekati matahari) sehingga memaksa sebagian planetisimal yang berada di antara Mars purba dan Jupiter purba mengorganisasi diri membentuk sabuk Asteroid.</p>
<p>Sebaliknya Saturnus, Uranus dan Neptunus purba menjalani migrasi keluar (lebih menjauhi matahari), memaksa kometisimal-kometisimal di dekatnya terlempar. Sebagian dipaksa mengorganisasi diri membentuk sabuk Kuiper-Edgeworth dan awan komet Opik-Oort. Namun sebagian lainnya dipaksa terbang menuju kawasan tata surya bagian dalam. Bagi bumi purba, periode ini disebut periode Hantaman Besar (Heavy Bombardment), yang berlangsung pada 4,2 &#8211; 3,8 miliar tahun silam.</p>
<p>Pada periode inilah kometisimal-kometisimal yang terlempar itu berduyun-duyun menumbuk bumi. Jumlah tumbukan komet per satuan waktu sangat besar, hingga sejuta kali lipat atau lebih dibanding angka sekarang. Hantaman Besar menyebabkan Bumi secara akumulatif menerima massa 280 triliun ton komet dengan sedikitnya 70 triliun ton di antaranya adalah air dalam bentuk uap.</p>
<p>Tatkala Hantaman Besar telah usai, dengan ukuran planet yang besar serta terbentuknya magnetosfer yang kuat, uap air di bumi mampu tersekap demikian lama untuk kemudian berkondensasi menciptakan hujan abadi yang membentuk samudra pertama (Panthalassa).</p>
<p>Magnetosfer menjaga air samudra ini tidak terusir ke angkasa, seperti yang terjadi pada planet Mars purba, sekaligus menjadi payung pelindung sengatan angin matahari sehingga kehidupan mampu tumbuh dan berkembang. Inilah yang membuat bakteri pertama mampu hidup dan berkembang biak dengan pesat merajai samudra pada 3,5 miliar tahun silam. (24)</p>
<p>Oleh Muh Ma’rufin Sudibyo</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 14 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/%e2%80%9dkomet-kiamat%e2%80%9d-itu-telah-pecah/" rel="bookmark" class="crp_title">”Komet Kiamat” Itu Telah Pecah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-sejumlah-planet-berputar-terbalik/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/asal-kehidupan-di-bumi/" rel="bookmark" class="crp_title">Asal Kehidupan di Bumi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/meledak-tanpa-kiamat/" rel="bookmark" class="crp_title">Meledak, Tanpa Kiamat</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/meteor-dan-kecintaan-pada-semesta/" rel="bookmark" class="crp_title">Meteor dan Kecintaan pada Semesta</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-bumi-berlimpah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Soekarja Somadikarta; Profesor Burung Bermata Elang</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/soekarja-somadikarta-profesor-burung-bermata-elang/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/soekarja-somadikarta-profesor-burung-bermata-elang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 03:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Profil Ilmuwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1721</guid>
		<description><![CDATA[”Beliau adalah profesor burung,” kata Ketua Panitia Seleksi Penerima Habibie Award 2011 Prof Ing Wardiman Djojonegoro di Jakarta, 10 November 2011. Saat itu, ia mengumumkan Soekarja Somadikarta sebagai salah seorang peraih Habibie Award.
Namun, Soma, demikian ilmuwan berusia 81 tahun ini disapa, adalah profesor burung dalam arti sebenarnya. Ia tulen guru besar ornitologi, cabang ilmu biologi, yang mempelajari seluk-beluk satwa burung.
Sebagai spesialis taksonomi (pengklasifikasian), Soma meneliti segala macam burung, terutama jenis-jenis burung yang hidup di Indonesia. Setiap jenis burung dicermati dan dicatat ciri-cirinya untuk kemudian ia masukkan dalam sistem klasifikasi yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”Beliau adalah profesor burung,” kata Ketua Panitia Seleksi Penerima Habibie Award 2011 Prof Ing Wardiman Djojonegoro di Jakarta, 10 November 2011. Saat itu, ia mengumumkan Soekarja Somadikarta sebagai salah seorang peraih Habibie Award.</p>
<p>Namun, Soma, demikian ilmuwan berusia 81 tahun ini disapa, adalah profesor burung dalam arti sebenarnya. Ia tulen guru besar ornitologi, cabang ilmu biologi, yang mempelajari seluk-beluk satwa burung.</p>
<p><span id="more-1721"></span>Sebagai spesialis taksonomi (pengklasifikasian), Soma meneliti segala macam burung, terutama jenis-jenis burung yang hidup di Indonesia. Setiap jenis burung dicermati dan dicatat ciri-cirinya untuk kemudian ia masukkan dalam sistem klasifikasi yang berlaku baku dalam ilmu biologi.</p>
<p>Soma termasuk peneliti konvensional yang mengklasifikasikan jenis- jenis burung hanya atas dasar ciri-ciri morfologis atau ciri-ciri fisik yang kasatmata. Dibandingkan dengan pada masa awal ia terjun ke dunia biologi lebih dari setengah abad lalu, metode dan teknik penelitian burung kini sudah maju. Selain didasarkan pada ciri-ciri fisik, penetapan kategori burung juga didasarkan pada hasil penelitian (deoxyribonucleic acid/ DNA).</p>
<p>Pada usia senjanya, Soma masih tetap mengikuti perkembangan serta mencermati hasil-hasil penelitian mutakhir. Sejumlah hasil penelitian DNA yang dilakukan para peneliti generasi lebih muda ternyata mengonfirmasikan kebenaran hasil penelitian yang ia lakukan secara konvensional puluhan tahun sebelumnya.</p>
<p>Kapok jadi tentara</p>
<p>Lelaki kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini di awal zaman revolusi 1945, dalam usia 15 tahun, bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Setelah terbentuknya Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI), Soma ditetapkan sebagai anggota hingga berpangkat sersan, yang bertugas di daerah Bandung Selatan.</p>
<p>Namun, setelah SMP Bandung dibuka kembali di daerah Perkebunan Teh Kertasari, Bandung Selatan, Soma diizinkan bersekolah lagi.</p>
<p>Kejadian traumatik saat berperang membuat Soma jatuh sakit dan tak sanggup lagi ikut berperang. Ia dihantui rasa bersalah karena menembak mati orang lain. ”Saya jadi sadar dan tahu benar bahwa menjadi tentara bukan pekerjaan saya,” katanya.</p>
<p>Selanjutnya, Soma memilih menjadi tenaga bantu medis di sebuah balai pengobatan, tak jauh dari daerah pertempuran. Pada tahun 1949 Soma diterima sebagai mahasiswa jurusan Biologi di Sekolah Lanjutan Tinggi (SLT), Jakarta. SLT adalah cikal bakal Universitas Nasional, perguruan tinggi kaum Republiken yang didirikan sebagai tandingan Universiteit van Indonesie yang dikuasi Belanda.</p>
<p>Anggota kehormatan</p>
<p>Gelar doktor Soma raih sepuluh tahun kemudian, saat ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Freie Universitat, Berlin Barat. Disertasinya tentang pacet (Haemadipsa), binatang kecil pengisap darah yang banyak terdapat di hutan-hutan tropis Indonesia.</p>
<p>Bidang ornitologi baru didalami Soma saat ia menjadi Pejabat Kepala Museum Zoologicum Bogoriense (Museum Zoologi Bogor), 1962-1971. Waktu itu ada program tugas belajar bagi para peneliti yang bekerja di museum tersebut. Semua bidang studi biologi yang ditawarkan sudah dipilih anggota staf lain.</p>
<p>”Hanya, ornitologi tak ada yang memilih. Sebagai pimpinan, saya mengalah dan menerima tugas itu,” katanya.</p>
<p>Soma pun kemudian berangkat ke Amerika Serikat, ke museum koleksi satwa burung milik Smithsonian Institution di New York. Dia belajar sambil bekerja sebagai peneliti tamu Dewan Penelitian Nasional AS.</p>
<p>Sejak itu, Soma tak pernah berpisah lagi dengan ilmu biologi, khususnya taksonomi burung. Ia selalu hadir dalam berbagai fora ilmiah ornitologi internasional.</p>
<p>Mahasiswa bimbingannya tak hanya berasal dari Universitas Indonesia, tempatnya menjadi guru besar. Ia juga menjadi guru bagi mahasiswa serta calon master dan doktor di berbagi perguruan tinggi lain, baik di dalam maupun di luar negeri.</p>
<p>Prestasi dan dedikasinya yang luar biasa menjadikan Soma dihormati masyarakat ornitologi internasional. Persatuan ahli ornitologi Inggris, British Ornithologists’ Union, misalnya, menjadikannya salah seorang anggota kehormatan, yang seluruhnya hanya berjumlah 20 orang. Penghargaan serupa ia dapat dari beberapa organisasi ilmiah lain yang juga bergengsi, termasuk dari American Ornithologists’ Union.</p>
<p>Pada tahun 2006 Soma terpilih pula sebagai Presiden Kehormatan International Ornithological Congress (Kongres Ornitologi Internasional) yang diselenggarakan di Campos do Jordao, Brasil.</p>
<p>Entah kenapa, Soma justru tak dijadikan anggota kehormatan Indonesian Ornithologists’ Union (IdOU), organisasi profesi ornitologi Indonesia yang notabene ikut ia dirikan.</p>
<p>Pengakuan lain atas jasa-jasanya diberikan dalam bentuk penamaan burung. Pada tahun 1997 tim peneliti Universitas Indonesia menemukan jenis burung baru di Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Jenis burung dari keluarga Zosteropidae atau burung kacamata itu kemudian resmi diberi nama ilmiah Zosterops somadikartai.</p>
<p>Rendahnya penghargaan terhadap profesi peneliti di Indonesia membuat tak banyak sarjana yang memilih profesi itu. ”Apalagi jadi peneliti burung yang dianggap tak bisa menghasilkan uang,” ungkap Soma.</p>
<p>Akibatnya, meski Indonesia sudah lebih dari 60 tahun merdeka, hingga saat ini Somadikarta masih menjadi satu-satunya guru besar ornitologi yang dimiliki negeri ini.</p>
<p>Padahal, Indonesia memiliki sekitar 1.500 spesies burung; yang lebih kurang 600 di antaranya adalah spesies endemik di negeri kita.</p>
<p>Somadikarta memang dikenal sebagai ilmuwan yang teliti dan berdaya pengamatan tajam. Karena itu, rasanya tak berlebihan jika kita menyebutnya ”Profesor Burung Bermata Elang”&#8230;.</p>
<p>(Mulyawan Karim)</p>
<p>Sumber: Kompas, 26 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pakar-biologi-asal-jerman-meninggal/" rel="bookmark" class="crp_title">Pakar Biologi asal Jerman Meninggal</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/virus-flu-burung-terus-berubah/" rel="bookmark" class="crp_title">Virus Flu Burung Terus Berubah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/konflik-teritorial-hambat-elang/" rel="bookmark" class="crp_title">Konflik Teritorial Hambat Elang</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/populasi-elang-jawa-di-tahura-raden-soerjo-kian-susut/" rel="bookmark" class="crp_title">Populasi Elang Jawa di Tahura Raden Soerjo Kian Susut</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/serangan-ulat-bisa-meluas/" rel="bookmark" class="crp_title">Serangan Ulat Bisa Meluas</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/soekarja-somadikarta-profesor-burung-bermata-elang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

