Articles in the Tokoh Category
Tokoh »
Tokoh »
Tokoh »
Tokoh »
Sebagai warga asli Dago Pakar, Bandung, Jawa Barat, Ganjar merasa bertanggung jawab pada lingkungan kawasan itu. Rasa ingin tahu dan kemauan belajar membuat Ganjar mendapat predikat sebagai ”kamus berjalan” konservasi lingkungan di Taman Hutan Rakyat Djuanda. Pertanyaan tentang sejarah hingga karakteristik flora dan faunanya bisa dia jawab tanpa melihat buku panduan.
Tokoh »
Tokoh »
Seiring kemajuan zaman, cara hidup manusia mempertahankan atau memulihkan kesehatan didukung teknologi makin lengkap. Namun, Ferry J Ngantung (48) menyederhanakan dengan mengacu pada pedoman Hippocrates. Bapak Pengobatan pertama itulah yang memaklumkan pada tahun 431 sebelum Masehi, ”Jadikan makanan sebagai obat”.
Tokoh »
Di tengah cepatnya ritme gaya hidup masa kini dan kejaran kebutuhan sehari-hari, banyak orang merasa sulit meluangkan waktu dan pikiran pada keberlangsungan masa depan satwa. Bahkan, belitan beban hidup justru menjadi pembenar bahwa satwa dan lingkungannya bisa dieksploitasi demi keberlangsungan hidup manusia.
Tokoh »
Tokoh »
Terlahir sebagai Albert Arnold Gore Jr, Al Gore tidak mendapat banyak kesulitan untuk terjun di bidang politik sebagai anggota kongres dari Partai Demokrat pada 1976. Ayahnya adalah senator selama berpuluh tahun. Tahun 1978, Al Gore bertutur, di depan kongres dia mulai berbicara tentang lingkungan hidup, tentang pembuangan limbah beracun. Kongres akhirnya setuju menggelontorkan dana 1,6 miliar dollar AS—Rp 14,4 triliun (kurs Rp 9.000)—untuk membersihkan limbah beracun dari industri.
Tokoh »
Tokoh »
Di balik pertemuan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional di Jakarta, pertengahan Desember 2010, adalah seorang anak muda dengan cita-cita besar tentang kejayaan Indonesia di antara bangsa-bangsa dunia. Dia adalah Achmad Adhitya (31), kelahiran Tanjung Karang, Lampung, dan kandidat doktor bidang kelautan di Universitas Leiden, Belanda.
Tokoh »
”Ada jalan membelah di hutan dan aku ambil yang tidak diambil orang. Kutahu, itulah bedanya.” Terjemahan penggalan puisi karya penyair Robert Frost ”The Road Not Taken” itu melekat pada jalan hidup Deni Purwandana, satu-satunya peneliti aktif komodo (”Varanus komodoensis”), yang sudah menghabiskan waktunya di Taman Nasional Komodo, Flores, Nusa Tenggara Timur, hampir satu dasawarsa.

