<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>rumahpengetahuan.web.id &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://rumahpengetahuan.web.id/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rumahpengetahuan.web.id</link>
	<description>...ilmu pengetahuan untuk rakyat...</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 04:20:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Memerangi AIDS dan Tb</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/memerangi-aids-dan-tb/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/memerangi-aids-dan-tb/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 03:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1734</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jawa Tengah bertekad memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis (tb) di tengah masyarakat dan tempat kerja&#8221;
MEMASUKI Desember 2011, keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di Jateng antara lain ditandai dengan makin meningkatnya usia/ umur harapan hidup masyarakat dan berarti dimungkinkan makin banyak lansia yang membutuhkan peningkatan pelayanan dan pembiayaan kesehatan.
Namun di sisi lain, ada peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja, dampak dari perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), kanker, dan penyakit tidak menular lainnya juga menunjukkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jawa Tengah bertekad memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis (tb) di tengah masyarakat dan tempat kerja&#8221;</p>
<p>MEMASUKI Desember 2011, keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di Jateng antara lain ditandai dengan makin meningkatnya usia/ umur harapan hidup masyarakat dan berarti dimungkinkan makin banyak lansia yang membutuhkan peningkatan pelayanan dan pembiayaan kesehatan.</p>
<p><span id="more-1734"></span>Namun di sisi lain, ada peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dan kecelakaan kerja, dampak dari perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan serta perubahan gaya hidup yang tidak sehat. Angka kasus penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular), kanker, dan penyakit tidak menular lainnya juga menunjukkan kecenderungan meningkat.</p>
<p>Selain itu, masyarakat prihatin dengan munculnya kasus AIDS secara sporadis di penjuru Tanah Air. Laporan monitoring VCT dan data (Depkes Juni 2011) menyebutkan kasus AIDS berturut-turut meliputi DKI Jakarta dengan 17.130 penderita, Jawa Timur 846, Papua 5.472, Jawa Barat 4.974, Bali 3.849, dan Jawa Tengah 3.059 penderita.</p>
<p>Mengacu data BPS Juni 2011, dari jumlah penduduk Indonesia 238.893.400 jiwa, rata-rata kumulatif kasus AIDS ada 11,09 per 100 ribu penduduk. Distribusi penderita AIDS meliputi kelompok umur 20-29 tahun 46,4% umur 30-39 tahun 31,5%, dan umur 40-49 tahun 9,8 %.</p>
<p>Data lain menyajikan paparan jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat 7 di tingkat nasional dengan 1.030 kasus. Tingkat pertama jumlah kasus terbanyak diduduki  DKI Jakarta dengan 3.995 kasus. Jika dikalkulasi data tahun 1993-2011, penderita didominasi oleh kaum perempuan yakni sebanyak 62%. (SM, 27/07/11)</p>
<p>Acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi atau sindrom yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Rusaknya sistem kekebalan tubuh telah memperparah masalah kesehatan masyarakat yang sebelumnya sudah ada yaitu tuberkulosis (tuberculosis/ tb).</p>
<p>Banyak penelitian menunjukkan bahwa kejadian tuberkulosis telah meningkat secara nyata akibat munculnya kasus HIV. Hal ini sungguh membahayakan karena tuberkulosis masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, dan tiap tahunnya ditemukan lebih dari 300.000 kasus baru. Karena itu, para ahli kesehatan bersepakat bahwa perawatan untuk dua jenis penyakit ini hendaknya dilakukan secara bersamaan.</p>
<p>Penularan AIDS dapat melalui berbagai cara, di antaranya praktik heteroseksual 54,8%, melalui IDU (jarum suntik) 36,2%, hubungan intim sesama jenis 2,9%, parenteral 2,3 %, transfusi darah 0,2%. dan tak diketahui 3,0 %. Catatan mengenai proporsi kasus AIDS yang meninggal ada 19,1%, sedangkan proporsi terkena AIDS antara lelaki dan perempuan adalah 3:1 (Depkes, Juni 2011)</p>
<p>Momentum</p>
<p>Kamis, 1 Desember 2011 masyarakat dunia, termasuk Indonesia, memperingati Hari AIDS Sedunia atau AIDS Day. Tahun ini Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) memilih tema ”Getting to Zero, Safety Riding, and Safety Life”. Adapun Kementerian Kesehatan memilih tema nasional ”Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV dan AIDS” dengan subtema ”Penanggulangan HIV AIDS di Tempat Kerja sebagai Bagian dari Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja”. Pemerintah memacak slogan ”Stop HIV dan AIDS.”</p>
<p>Pemerintah Provinsi Jawa tengah, terutama jajaran Dinas Kesehatan, dengan seluruh komponen masyarakat menggalang kerja sama lintas institusi, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan sampai pelosok desa dengan program penanggulangan AIDS secara lintas sektor dan lintas program.</p>
<p>Pemprov terus menyosialisasikan bahaya dan penularan AIDS, pelayanan dan pengobatan tb dengan pusat rujukannya, antara lain dengan membangun balai kesehatan paru, pelayanan kesehatan di rumah sakit ataupun pelayanan dan penyuluhan oleh Komisi/ Badan Penanggulangan AIDS serta mendirikan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) di kota dan kabupaten.</p>
<p>Masyarakat Jawa Tengah bertekad lebih meningkatkan iman dan takwa, menjauhi cara penularan HIV/ AIDS, serta pantang menyerah dan terus bergerak bersama memerangi  HIV/ AIDS dan tuberkulosis di tengah masyarakat dan tempat kerja masing-masing. (10)</p>
<p>Dr Saifuddin Ali Anwar, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang, pengurus Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Cabang Jateng</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 1 Desember 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/ada-kera-yang-miliki-gen-antivirus-hiv/" rel="bookmark" class="crp_title">Ada Kera yang Miliki Gen Antivirus HIV</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pola-dbd-berubah/" rel="bookmark" class="crp_title">Pola DBD Berubah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/antibiotik-tak-rasional-bisa-ada-pandemi/" rel="bookmark" class="crp_title">Antibiotik Tak Rasional, Bisa Ada Pandemi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bonus-demografi-jawa-tengah/" rel="bookmark" class="crp_title">Bonus Demografi Jawa Tengah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/lupus-saat-sistem-kekebalan-kacau/" rel="bookmark" class="crp_title">Lupus; Saat Sistem Kekebalan Kacau</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/memerangi-aids-dan-tb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketing Entrepreneur</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/marketing-entrepreneur/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/marketing-entrepreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 03:53:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1733</guid>
		<description><![CDATA[Entah mengapa, hampir semua anak muda yang memilih jalur wirausaha selalu berpikir “bagaimana membuat sesuatu”.
Mereka masih berpikir berwirausaha itu penuh kesibukan, seperti dalam deskripsi buku-buku teks, yaitu dari mengembangkan ide, membuat, mempromosikan sampai menyerahkannya ke konsumen. Pantaslah bila sebagian besar usahawan pemula gagal dan mereka mengatakan berwirausaha itu sulit. Kalaupun berhasil, sebagian besar terperangkap dalam bisnis yang relatif murah dan overcrowding, yaitu kuliner. Ini tentu kurang sehat. Di Politeknik Negeri Malang (PNM), hari Jumat pekan lalu, saya ditunjuki produk-produk “temuan” mahasiswa.
Anda mungkin sudah biasa melihat charger baterai handphone yang dapat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah mengapa, hampir semua anak muda yang memilih jalur wirausaha selalu berpikir “bagaimana membuat sesuatu”.</p>
<p>Mereka masih berpikir berwirausaha itu penuh kesibukan, seperti dalam deskripsi buku-buku teks, yaitu dari mengembangkan ide, membuat, mempromosikan sampai menyerahkannya ke konsumen. Pantaslah bila sebagian besar usahawan pemula gagal dan mereka mengatakan berwirausaha itu sulit. Kalaupun berhasil, sebagian besar terperangkap dalam bisnis yang relatif murah dan overcrowding, yaitu kuliner. Ini tentu kurang sehat. Di Politeknik Negeri Malang (PNM), hari Jumat pekan lalu, saya ditunjuki produk-produk “temuan” mahasiswa.</p>
<p><span id="more-1733"></span>Anda mungkin sudah biasa melihat charger baterai handphone yang dapat dipakai di mobil. Tapi mungkin Anda belum melihat charger untuk dipakai pada sepeda motor.Charger itu“ditemukan” para mahasiswa PNM dan kemungkinan pasarnya sangat besar. Coba saja hitung berapa jumlah sepeda motor yang berhasil dijadikan pasar setiap tahun. Selain bersepeda motor, mereka juga pasti memiliki ponsel.</p>
<p>Pertanyaannya,bagaimana memasarkannya dan benarkah pasar membutuhkannya? Lagipula, bagaimana memodalinya agar desainnya lebih menarik dan kualitasnya lebih baik? Kalau pekerjaan membuat dan memasarkan harus dijalankan seorang entrepreneur pemula,Anda bisa bayangkan kapan mereka bisa menikmati hasil dari ide-ide kreatif anakanak muda itu? Saya kira Anda bisa dengan cepat menerkanya. Saat jaringan dan brand terbentuk, produk sudah tidak dibutuhkan lagi oleh pasar.</p>
<p>Kickstarter.com</p>
<p>Putra saya menunjukkan sebuah kit yang dapat dipasang di tali pinggangnya.Alatnya sederhana, beratnya hanya beberapa ons, dipakai untuk memasang kamera. Ia membelinya dari situs kickstarter.com. Dari situs itu saya bisa melihat video yang dibuat para wirausaha muda yang menamakan dirinya sebagai orang-orang kreatif. Dari situs itulah saya bisa melihat bagaimana seorang entrepreneurmuda come up dengan gagasan-gagasan kreatifnya. Alat yang tadi saya sebut diberi nama capture (capture camera clip system).</p>
<p>Di situ ditunjukkan masalah yang dihadapi oleh konsumen yang selamainihanya bisamenggantung kamera yang standby dipakai dikalungkan di leher.Pertanyaan yang diajukan: bagaimana kalau Anda membungkuk atau berjalan sambil merangkak? Repot bukan? Kamera akan terbentur- bentur.Oleh karena itulah Anda memerlukan capture. Tapi untuk memilikinya,si pembuatmemerlukandanabesaruntuk mengembangkan dan memasarkannya. Kickstarter.com membuka kesempatan bagi siapa saja yang mau membiayai creative project ini.</p>
<p>Besarnya berapa saja,mulai dari satu dolar hingga tak terbatas.Tentu saja setiap penyumbang akan mendapatkan “sesuatu”,mulai dari penyebutan nama, mendapatkan mock up sebelum product launching, sampai produk perdana yang jumlahnya bisa bertambah sesuai dengan jumlah donasi. Dalam tempo 75 hari sejak diluncurkan di Kickstarter, saya bisa membaca bahwa project ini berhasil mendapatkan dana sebesar USD364.968, lebih dari yang diharapkan wirausaha pemilik gagasan. Inilah yang saya sebut sebagai marketing entrepreneur.</p>
<p>Entrepreneur pada dasarnya bukanlah melulu melakukan penciptaan produk (creating product), melainkan creating value.Anda bisa bayangkan apa jadinya bila Indonesia tidak memiliki modern marketing entrepreneur dan semua mentor hanya mendorong lahirnya produk atau service entrepreneur? Saya kira masa depan dunia kewirausahaan yang beberapa tahun ini kita panaskan akan kembali berubah menjadi dingin. Tanpa marketing entrepreneur, kelak akan terjadi kelelahan di kalangan wirausaha muda. Mereka keletihan mencari modal, mengembangkan ide,membawa produk dari sebuah gagasan menjadi sesuatu yang siap dipasarkan dan memasarkannya.</p>
<p>Pengalaman dan pengamatan saya menunjukkan pekerjaan besar ini membutuhkan minimal lima tahun untuk melahirkan entrepreneur yang matang dengan produk yang kreatif dan brand yang sustainable. Marketing entrepreneur tidak hanya membantu entrepreneur mendapatkan sumber dana, melainkan juga memasarkan hasil kreasi mereka.Dunia ini memang membutuhkan spesialis-spesialis yang sophisticated dan mendalami pekerjaannya.</p>
<p>Dari situlah suatu bangsa membesarkan wirausaha- wirausahanya, membangun UMKM menjadi pemain global yang tangguh sekaligus menciptakan produkproduk yang bermutu. Di era internet yang serbaterbuka, seorang pemula tidak perlu membangun personal branding hingga bertahuntahun. Kalau punya produk bagus, semua orang bisa mendapatkan pasar dari marketing entrepreneur yang menguji produknya sebelum produk-produk itu sungguh-sungguh dipasarkan.</p>
<p>Indikasinya, cukup banyak orang yang mau membiayai projectitu. Di situs KickStarter misalnya, produk capture clip camera, yang semula hanya membutuhkan USD10.000, ternyata berhasil mendulang funding sebesar USD364.698 dari 5.258 investor.Ini jelas menunjukkan pasar sangat menantikan kehadirannya, konsumen pun bisa menjadi investor.Pada produk lain,yang hanya membutuhkan sebesar USD15.000 (sebuah tali jam yang memindahkan iPod Nano), berhasil mengumpulkan funding mendekati USD1 juta dari 13.512 investor yang menyumbang dari 1 dolar hingga tak terbatas.</p>
<p>Mobilisasi dana investasi cara ini jauh lebih powerful daripada sekadar angel investor yang pernah saya ceritakan berapa waktu lalu dalam kolom ini. Selain memobilisasi dana, seorang entrepreneur pemula juga dapat menguji seberapa kuat penerimaan pasar sekaligus menggantikan marketing test melalui cara-cara konvensional. Ayo bangun jaringan marketing entrepreneur! Siapa berminat?</p>
<p>RHENALD KASALI, Ketua Program MM Universitas Indonesia</p>
<p>Sumber: Koran Sindo, 1 Desember 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/iklan-sekolah/" rel="bookmark" class="crp_title">Iklan Sekolah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/ukdw-untuk-wirausaha-dan-riset/" rel="bookmark" class="crp_title">UKDW untuk Wirausaha dan Riset</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bisnis-internet-di-indonesia-ada-di-sekitar-kita/" rel="bookmark" class="crp_title">Bisnis Internet di Indonesia Ada di Sekitar Kita</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/50-tahun-its-simbiosis-perguruan-tinggi-dan-bisnis-belum-kuat/" rel="bookmark" class="crp_title">50 TAHUN ITS; Simbiosis Perguruan Tinggi dan Bisnis Belum Kuat</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/deep-understanding/" rel="bookmark" class="crp_title">Deep Understanding</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/marketing-entrepreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Taiwan; Sampah untuk Pembangkit Listrik</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/belajar-dari-taiwan-sampah-untuk-pembangkit-listrik/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/belajar-dari-taiwan-sampah-untuk-pembangkit-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 05:38:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1728</guid>
		<description><![CDATA[SAMPAH telah menjadi masalah utama di masyarakat modern. Tingkat produksi sampah meningkat cukup drastis, sementara tuntutan akan peningkatan kualitas kesehatan semakin bertambah.
Usaha-usaha untuk mengurangi produksi sampah terus dilakukan, namun demikian, menghilangkan sampah sama sekali merupakan sesuatu yang mustahil. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi kunci penting dalam pembangunan berkelanjutan, apalagi dengan memanfaatkan sampah menjadi produk yang mempunyai nilai tambah dengan mengkonversinya ke dalam bentuk lain, seperti energi atau listrik.
 Beberapa waktu lalu penulis berkesempatan mengikuti sebuah workshop di Taiwan dan kemudian mengunjungi salah satu pembangkit listrik berbahan bakar sampah di negara ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SAMPAH telah menjadi masalah utama di masyarakat modern. Tingkat produksi sampah meningkat cukup drastis, sementara tuntutan akan peningkatan kualitas kesehatan semakin bertambah.</p>
<p>Usaha-usaha untuk mengurangi produksi sampah terus dilakukan, namun demikian, menghilangkan sampah sama sekali merupakan sesuatu yang mustahil. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi kunci penting dalam pembangunan berkelanjutan, apalagi dengan memanfaatkan sampah menjadi produk yang mempunyai nilai tambah dengan mengkonversinya ke dalam bentuk lain, seperti energi atau listrik.</p>
<p><span id="more-1728"></span><img class="alignleft" style="margin: 3px;" src="http://www.indomigas.com/wp-content/uploads/2010/03/PLN-Manajemen.jpg" alt="" width="284" height="168" /> Beberapa waktu lalu penulis berkesempatan mengikuti sebuah workshop di Taiwan dan kemudian mengunjungi salah satu pembangkit listrik berbahan bakar sampah di negara tersebut. Pembangkit listrik itu diberi nama dengan Bali Incinerator Plant.</p>
<p>Dari namanya, sangat mirip dengan Pulau Bali yang juga sangat terkenal di negara kita. Penulis pun sempat bertanya-tanya, jangan-jangan ada hubungannya dengan Bali-nya Indonesia. Namun ternyata tidak ada hubungannya sama sekali. Itu adalah nama sebuah tempat di bagian pantai barat Taiwan yang berjarak sekitar 50 km dari Ibu Kota Taipei.</p>
<p>Sekilas dari kejauhan bangunan ini tidak menampakkan sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi lebih mirip sebagai perkantoran atau bahkan mungkin pusat perbelanjaan. Struktur pembangkit keseluruhan didesain dengan dinding luar yang terbuat dari konstruksi panel aluminium dan kaca. Ketinggian bangunan ini mencapai 60 meter dan cerobongnya menjulang setinggi 150 meter yang tampak seperti sebuah menara. Bangunan pembangkit ini didesain oleh IM Pei, seorang arsitek yang sangat terkenal di Amerika. Area tempat pengumpulan sampah diletakkan pada sisi timur pembangkit dengan ketinggian 13 meter. Truk-truk pengangkut sampah diatur untuk mendapatkan akses ke area tersebut.</p>
<p>Kapasitas</p>
<p>Pembangkit listrik ini mulai beroperasi tahun 2001, awalnya hanya sebuah insinerator sampah biasa, tetapi kemudian berubah menjadi pembangkit listrik dengan memanfaatkan panas dari pembakaran di insinerator untuk menghasilkan uap dan kemudian uap tersebut digunakan untuk menggerakan turbin.<br />
Luas area pembangkit ini sekitar 3,5 hektare dengan luas bangunan mencapai 1,8 hektare dan mempunyai kapasitas penampungan sampah 1350 ton per hari. Jumlah tersebut adalah hasil pengumpulan sampah dari kota-kota di sekitar pembangkit.</p>
<p>Sistem yang digunakan adalah insinerator yang berjumlah tiga unit dengan sistem pencampuran mekanis yang bisa bekerja penuh selama 24 jam. Tiap unit didesain untuk dapat membakar 450 ton sampah per hari. Listrik dibangkitkan dengan memanfaatkan panas keluaran insinerator melalui tiga boiler yang memproduksi uap panas untuk kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin dan putaran yang dihasilkan dari turbin digunakan untuk memutar generator listrik.</p>
<p>Pembangkit ini dilengkapi dengan bunker yang dapat menampung 16.200 m3 sampah. Secara keseluruhan, ada 14 pintu penampungan sampah, 11 pintu untuk pembuangan sampah pada umumnya, dan 3 lainnya untuk pembuangan sampah dengan ukuran besar seperti furniture dan lain-lain. Setelah pembakaran, jumlah sampah dapat berkurang sangat drastis menjadi hanya dua puluh persen berat atau sepuluh persen volume.</p>
<p>Pada kondisi normal, pembangkit ini mampu membangkitkan listrik sebesar 35 MW atau lebih dari 800 ribu KWH per harinya. Dengan pengurangan untuk kebutuhan operasional pembangkit, maka pembangkit ini dapat menyalurkan listrik lebih dari 21 ribu KWH per bulan atau 260 ribu KWH per tahun. Listrik sebanyak itu bisa memberikan pelayanan kepada 160 ribu pelanggan atau sekitar 40 ribu rumah.</p>
<p>Tempat Wisata</p>
<p>Untuk menangani polusi yang dihasilkan dari proses pembakaran di insinerator, maka pembangkit ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang terdiri dari tiga alat utama, antara lain unit pengolahan gas buang dan unit pengolahan limbah cair. Unit pengolahan gas buang berfungi untuk mengurangi gas asam dan partikulat yang ada di gas buang. Unit ini terdiri dari pemisah debu dengan sistem siklon, scrubber semi-kering dan fabric filter baghouse. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa keluaran gas memenuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah setempat.</p>
<p>Yang menarik dari pembangkit ini adalah dijadikannya pembangkit listrik ini sebagai tempat wisata edukasi bagi siswa-siswi tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan dalam dua tahun, pengunjungnya telah mencapai 19 ribu orang, sehingga masyarakat diperkenalkan metode pengolahan sampah ini sejak usia dini.</p>
<p>Tempat ini juga dijadikan area untuk syuting video klip, iklan dan sinetron. Harapannya suatu saat Indonesia akan mempunyai sistem pembangkit seperti ini yang berfungsi ganda, tidak hanya untuk penanganan sampah, tetapi juga untuk menghasilkan listrik, sekaligus sebagai wahana pendidikan bagi para siswa.<br />
Pemerintah daerah sebagai ujung tombak pengelolaan sampah sudah saatnya untuk memikirkan, merencanakan dan kemudian mengimplementasikan teknologi semacam ini. (24)</p>
<p>M Syamsiro, Pengajar di Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra Yogyakarta</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 28 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bensin-dari-sampah-plastik/" rel="bookmark" class="crp_title">Bensin dari Sampah Plastik</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/dorong-penggunaan-plastik-yang-mudah-terurai/" rel="bookmark" class="crp_title">Dorong Penggunaan Plastik yang Mudah Terurai</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/panas-bumi-juga-terganjal-harga/" rel="bookmark" class="crp_title">Panas Bumi Juga Terganjal Harga</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pembangkit-listrik-41-turbin-angin-dibangun/" rel="bookmark" class="crp_title">Pembangkit Listrik; 41 Turbin Angin Dibangun</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/teliti-turbin-sabet-medali-emas-dunia/" rel="bookmark" class="crp_title">Teliti Turbin Sabet Medali Emas Dunia</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/belajar-dari-taiwan-sampah-untuk-pembangkit-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyimak Keberhasilan China di Antariksa</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/menyimak-keberhasilan-china-di-antariksa/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/menyimak-keberhasilan-china-di-antariksa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 05:31:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1726</guid>
		<description><![CDATA[KESUKSESAN pesawat antariksa Shenzhou VIII melakukan pengaitan dengan modul laboratorium antariksa Tiangong-1 pada 3 November lalu, seolah menjadi bukti kedigdayaan negara China sebagai negara superpower baru. Tidak cukup dengan meraih gelar superpower di bidang militer dan ekonomi, tapi juga di bidang antariksa.
Dunia memang sedang dibuat kagum dengan pencapaian China dalam teknologi antariksanya. Dulu dunia hanya mengenal AS dan Rusia sebagai dua negara yang mampu menjelajahi dan ”menguasai” antariksa. Namun secara berangsur-angsur anggapan itu mulai ditinggalkan. Sedikit demi sedikit Negeri Tirai Bambu ini mulai mengejar ketertinggalannya.
Dan tentunya yang paling kentara adalah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>KESUKSESAN pesawat antariksa Shenzhou VIII melakukan pengaitan dengan modul laboratorium antariksa Tiangong-1 pada 3 November lalu, seolah menjadi bukti kedigdayaan negara China sebagai negara superpower baru. Tidak cukup dengan meraih gelar superpower di bidang militer dan ekonomi, tapi juga di bidang antariksa.</p>
<p><span id="more-1726"></span>Dunia memang sedang dibuat kagum dengan pencapaian China dalam teknologi antariksanya. Dulu dunia hanya mengenal AS dan Rusia sebagai dua negara yang mampu menjelajahi dan ”menguasai” antariksa. Namun secara berangsur-angsur anggapan itu mulai ditinggalkan. Sedikit demi sedikit Negeri Tirai Bambu ini mulai mengejar ketertinggalannya.</p>
<p>Dan tentunya yang paling kentara adalah pada tahun 2003 lalu, negara berpenduduk terbanyak di dunia ini berhasil mengirim taikonot (sebutan China untuk astronaut) pertamanya ke antariksa. Sekaligus menjadikan negara itu sebagai negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang mampu mengirimkan manusia ke luar angkasa.</p>
<p>Berbicara mengenai teknologi antariksa China, tentunya tak bisa lepas dari nama Qian Xuesen. Dialah perintis teknologi roket China dan dikenal sebagai bapak program teknologi antariksa China. Qian Xuesen memulai program luar angkasa China pada tahun 1950-an. Berkat kerja kerasnya, China berhasil meluncurkan satelit pertamanya, Dong Fang Hong 1, pada tanggal 24 April 1970 dengan menggunakan roket Long March 1F. Peristiwa inilah yang kemudian menobatkan China sebagai negara kelima yang mampu meluncurkan satelitnya sendiri.</p>
<p>Long March</p>
<p>Roket Long March (di China dikenal dengan nama Chang Zheng) merupakan hasil modifikasi dari rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missile -ICBM) jenis Dong Feng (Angin Timur) milik China. Roket inilah yang menjadi andalan China, baik untuk peluncuran satelit maupun pesawat antariksa. Sampai saat ini, China telah mengembangkan roket Long March seri 1 hingga seri 4.</p>
<p>Setelah menguasai teknologi antariksa (roket dan satelit), China mulai aktif memasarkan wahana peluncur satelitnya ke pasar komersial. Pasar peluncuran satelit untuk tujuan komersial memang dikenal keras. Selain China, tercatat di segmen ini ada negara-negara seperti AS, Rusia, Konsorsium Eropa, India dan Jepang yang saling berebut bisnis peluncuran satelit.</p>
<p>Sama halnya dengan produk-produk teknologinya yang dikenal murah meriah, mulai dari telepon genggam, komputer, laptop, TV, hingga produk otomotif, China pun memasang tarif murah bagi pihak yang memanfaatkan jasa peluncuran satelitnya. Tarif peluncuran yang murah dan teknologi peluncuran satelit yang memadai, tentunya menjadi keunggulan tersendiri.</p>
<p>Tepatnya pada tahun 1990, China mulai memasuki pasar internasional peluncuran satelit, dengan berhasil meluncurkan satelit AsiaSat 1 sampai ke orbit GTO (Geostationary Transfer Orbit). Peluncuran satelit AsiaSat 1 ini menggunakan roket Long March 3. China memasarkan teknologi antariksanya melalui China Great Wall Industry Corporation (CGWIC). Perusahaan inilah yang juga dipilih oleh PT Indosat Tbk untuk meluncurkan satelit komunikasi Palapa-D pada 2009 silam.</p>
<p>Setelah malang melintang di jasa peluncuran satelit, tak membuat China cepat berpuas diri. China tetap terus mengembangkan teknologi antariksanya. Ambisi berikutnya adalah memiliki sebuah stasiun antariksa berawak buatan sendiri yang rencananya beroperasi penuh pada tahun 2020. Tekad ini dilatarbelakangi oleh penolakan AS terhadap keinginan China untuk ikut bergabung dengan Stasiun Antariksa Internasional (International Space Station). Dengan bekal teknologi yang dimiliki, China akhirnya memutuskan untuk mengembangkan stasiun antariksanya sendiri.</p>
<p>Sebagai langkah awal, China meluncurkan modul laboratorium antariksa tak berawak Tiangong-1 (Istana Surga-1) pada tanggal 29 September. Kemudian disusul dengan peluncuran pesawat antariksa tanpa awak Shenzhou VII pada 1 November lalu.</p>
<p>Seperti diberitakan Harian Suara Merdeka, Rabu (2/11), bahwa pesawat antariksa tanpa awak Shenzhou VIII diluncurkan dengan bantuan roket Long March 2F yang dimodifikasi dari pusat antariksa (space center) Jiuquan di Provinsi Gansu. Tujuan dari peluncuran ini adalah untuk melakukan uji coba pengaitan Shenzhou-VIII dengan Tiangong-1.</p>
<p>Proses pengaitannya sendiri, sebagaimana diumumkan Komandan Umum Proyek Penerbangan Antariksa Berawak China Chang Wanquan, yang dikutip China Radio International (3/11), berlangsung lancar. Sekaligus mencatatkan China sebagai negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan Rusia yang mampu menguasai teknologi docking di antariksa.</p>
<p>Teknologi antariksa bukanlah teknologi yang bisa dikuasai secara instan, China membutuhkan lebih dari 40 tahun untuk bisa menjadi seperti sekarang ini. Apa yang telah dilakukan China tentunya membuka mata negara-negara lain tentang pentingnya pengembangan teknologi keantariksaan. Negara-negara seperti India, Jepang, Iran, dan Korea Selatan juga tak mau ketinggalan, telah mengembangkan kemampuannya dalam penguasaan teknologi antariksa dengan membangun roket dan satelit secara mandiri.</p>
<p>Tertinggal</p>
<p>Lalu bagaimana dengan Indonesia? Terus terang, Indonesia sebenarnya sudah sejak lama mengembangkan teknologi roket. Pada 14 Agustus 1964, melalui Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Indonesia berhasil meluncurkan roket Kartika 1, yang merupakan roket buatan sendiri, sehingga tercatat sebagai negara kedua (setelah Jepang) di Asia, yang berhasil meluncurkan roketnya sendiri.</p>
<p>Sayangnya teknologi peroketan yang dirintis oleh Indonesia itu terhenti. Akibatnya, teknologi roket Indonesia tertinggal jauh jika dibandingkan dengan China, India dan Jepang. Tiga negara Asia ini memang dikenal sangat konsisten dan memiliki komitmen yang kuat dalam mengembangkan teknologi peroketannya.</p>
<p>Indonesia walaupun telah lama menggunakan teknologi antariksa, tetapi belum sepenuhnya menguasai teknologi ini. Hal itulah yang mendasari LAPAN untuk segera merealisasikan roket peluncur satelit buatan sendiri. Apalagi Pemerintah telah mendorong LAPAN untuk mengembangkan  roket RX-550 (diameter 550 mm) yang merupakan bagian dari roket pengorbit satelit RPS-01. Harapan ke depannya, roket buatan LAPAN ini bisa segera diwujudkan, sehingga bisa menjadi kebanggan kita semua. Karena terus terang negeri ini begitu haus akan kebanggan di bidang teknologi. (24)<br />
&#8211;Yudi Supriyono, pemerhati pertahanan dan dirgantara.</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 7 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/teknologi-dirgantaraastronot-china-kunjungi-indonesia/" rel="bookmark" class="crp_title">Teknologi Dirgantara;Astronot China Kunjungi Indonesia</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/31-roket-diluncurkan-minat-mahasiswa-tinggi/" rel="bookmark" class="crp_title">31 Roket Diluncurkan; Minat Mahasiswa Tinggi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/perancangan-satelit-nano-ajak-mahasiswa/" rel="bookmark" class="crp_title">Perancangan Satelit Nano Ajak Mahasiswa</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/50-tahun-penerbangan-manusia-pertama-ke-antariksa/" rel="bookmark" class="crp_title">50 Tahun Penerbangan Manusia Pertama ke Antariksa</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/kompetisi-roket-diikuti-40-tim/" rel="bookmark" class="crp_title">Kompetisi Roket Diikuti 40 Tim</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/menyimak-keberhasilan-china-di-antariksa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Bumi Berlimpah Air?</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-bumi-berlimpah-air/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-bumi-berlimpah-air/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 05:23:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1724</guid>
		<description><![CDATA[SALAH satu hal yang membedakan bumi dibanding planet-planet terestrial ”tetangganya” adalah ketersediaan air dalam jumlah melimpah. Tujuh puluh persen wajah bumi ditutupi air yang hampir seluruhnya menempati sebuah badan air tunggal, meski kita secara administratif membaginya ke dalam empat samudra berbeda.
Air yang berlimpah dalam wujud cair merupakan faktor vital pendukung kehidupan. Delapan puluh persen tubuh makhluk hidup, termasuk manusia, tersusun dari air sebagai penunjang metabolisme. Air juga memungkinkan siklus karbon berlangsung, dalam rupa transfer karbondioksida di atmosfer menjadi sedimen karbonat dasar laut dan sebaliknya. Demikian pula daur hidrologis yang menghasilkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SALAH satu hal yang membedakan bumi dibanding planet-planet terestrial ”tetangganya” adalah ketersediaan air dalam jumlah melimpah. Tujuh puluh persen wajah bumi ditutupi air yang hampir seluruhnya menempati sebuah badan air tunggal, meski kita secara administratif membaginya ke dalam empat samudra berbeda.</p>
<p><span id="more-1724"></span>Air yang berlimpah dalam wujud cair merupakan faktor vital pendukung kehidupan. Delapan puluh persen tubuh makhluk hidup, termasuk manusia, tersusun dari air sebagai penunjang metabolisme. Air juga memungkinkan siklus karbon berlangsung, dalam rupa transfer karbondioksida di atmosfer menjadi sedimen karbonat dasar laut dan sebaliknya. Demikian pula daur hidrologis yang menghasilkan cuaca. Penguraian air di dalam butir-butir hijau daun (klorofil) menghasilkan emisi gas oksigen yang sangat diperlukan untuk pernapasan makhluk hidup aerob, termasuk manusia. Maka dapat dikatakan, tanpa keberadaan air, kehidupan takkan bisa bertahan.</p>
<p>Namun demikian, secara astronomis, keberadaan air di bumi adalah sebuah keajaiban semesta. Dalam masa purba tata surya, air tak mungkin bertahan di bumi meskipun dalam bentuk gas (uap air). Sebab pada saat itu, matahari masih berada dalam fase T-Tauri yang ganas, yang meradiasikan angin matahari dan intensitas panas jauh lebih tinggi dibanding kini. Diperkirakan suhu permukaan bumi saat itu sebesar 2.000 derajat Celcius, alias sepanas besi cair. Sementara embusan angin matahari yang sangat kuat menyebabkan semua senyawa gampang menguap (volatil) seperti air, hidrogen, helium, metana, amoniak, nitrogen, karbon monoksida dan karbondioksida terusir dari permukaan bumi dan planet-planet terestrial lainnya bersama sisa gas dan debu pembentuk tata surya. Pada saat itu, air hanya eksis pada jarak minimal 600 hingga 750 juta km dari matahari.</p>
<p>Maka, mengapa kini Bumi demikian berlimpah dengan air?</p>
<p>Pinggiran</p>
<p>Di awal tata surya, air sebenarnya ada dan berlimpah, namun dalam bentuk bekuan abadi (permafrost) yang tersimpan pada kometisimal (bakal komet) di pinggiran tata surya. Kometisimal tersebut terorganisasi dalam dua kawasan berbeda: sabuk Kuiper-Edgeworth dan awan komet Opik-Oort.</p>
<p>Sabuk Kuiper-Edgeworth adalah cakram pipih menyerupai sabuk Asteroid yang merentang dari orbit Neptunus hingga sejauh 7 miliar km dari Matahari. Sabuk Kuiper-Edgeworth berisi 1 sampai 10 miliar kometisimal dengan total massa setara 20 % massa bumi.</p>
<p>Pluto, yang dulu dianggap sebagai planet kesembilan, kini dikategorikan sebagai salah satu benda Kuiper-Edgeworth yang berukuran besar bersama dengan Eris (ditemukan tahun 2003). Sementara awan komet Opik-Oort merupakan kawasan globular (menyerupai bola) yang merentang antara 300 hingga 7.500 miliar km dari Matahari dan mengandung 1.000 hingga 10.000 miliar kometisimal dengan total massa antara 20 hingga 40 massa bumi.</p>
<p>Bila sabuk Kuiper-Edgeworth adalah sumber komet berperiode pendek (periode  &lt; 200 tahun), maka awan komet Opik-Oort adalah sumber komet berperiode panjang (periode &gt; 200 tahun), komet parabolik (komet dengan orbit parabola) dan komet hiperbolik (komet dengan orbit hiperbola).</p>
<p>Dengan deposit air di kawasan pinggiran tata surya, maka satu-satunya mekanisme yang mampu membawanya ke bumi adalah tumbukan komet. Peristiwa tumbukan komet memang melepaskan energi sangat besar disertai kenaikan suhu sangat tinggi pada titik tumbuknya. Namun distribusi kenaikan suhu tidaklah homogen, sehingga di tepiannya memungkinkan air dalam komet tetap eksis dan hanya berubah wujud dari semula berupa padatan (es) menjadi gas (uap air).</p>
<p>Bila tumbukan komet berlangsung secara terus-menerus dalam selang waktu tertentu, terjadi akumulasi uap air di bumi. Dan setelah tumbukan usai, sehingga suhu permukaan bumi menurun, terjadilah kondensasi uap air yang membentuk air cair.</p>
<p>Kuiper-Edgeworth</p>
<p>Mendekatnya komet Hartley 2 ke matahari setahun lalu menyajikan pengetahuan baru, air di bumi kemungkinan besar dihantarkan oleh komet-komet berperiode pendek, sehingga berasal dari kawasan sabuk Kuiper-Edgeworth. Pemahaman ini diperoleh dengan membandingkan sidik jari air di bumi terhadap air di komet Hartley 2.</p>
<p>Sidik jari air adalah rasio antara atom deuterium terhadap atom Hidrogen dalam air. Atom deuterium dikenal pula sebagai Hidrogen berat, karena inti atomnya tersusun oleh 1 buah proton dan 1 buah neutron. Sementara pada atom hidrogen, inti atomnya hanya berupa 1 buah proton. Jika bersenyawa dengan atom oksigen, atom deuterium akan membentuk air berat sementara atom hidrogen membentuk air ringan.</p>
<p>Air di bumi mengandung 1.558 buah atom deuterium dalam tiap 10 juta atom hidrogen. Observasi sebelumnya terhadap lima buah komet yang pernah mendekati matahari dan diduga berasal dari awan komet Opik-Oort menunjukkan, air pada komet-komet itu memiliki sidik jari berupa 2.960 buah atom deuterium per 10 juta atom hidrogen. Ini nyaris dua kali lipat sidik jari air di bumi, sehingga air di bumi tidaklah berasal dari awan komet Opik-Oort.</p>
<p>Namun observasi komet Hartley 2 menyajikan hasil berbeda. Menggunakan teleskop landas bumi Herschel, khususnya melalui instrumen Heterodyne Instrument for the Far Infrared, diketahui bahwa sidik jari air komet Hartley 2 adalah 1.610 atom deuterium dalam tiap 10 juta atom hidrogen. Ini nyaris identik dengan sidik jari air di bumi. Dan karena komet Hartley 2 berasal dari sabuk Kuiper-Edgeworth, maka dapat disimpulkan air di bumi memang berasal dari sabuk Kuiper-Edgeworth.</p>
<p>Hantaman Besar</p>
<p>Penemuan ini membawa langkah maju dalam merekonstruksi asal-usul air di bumi. Di masa awal tata surya setelah planet-planet terbentuk, terjadilah periode paling riuh tatkala planet-planet gas raksasa (yakni Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus) mengalami migrasi dari lokasi pembentukannya. Jupiter purba mengalami migrasi ke dalam (lebih mendekati matahari) sehingga memaksa sebagian planetisimal yang berada di antara Mars purba dan Jupiter purba mengorganisasi diri membentuk sabuk Asteroid.</p>
<p>Sebaliknya Saturnus, Uranus dan Neptunus purba menjalani migrasi keluar (lebih menjauhi matahari), memaksa kometisimal-kometisimal di dekatnya terlempar. Sebagian dipaksa mengorganisasi diri membentuk sabuk Kuiper-Edgeworth dan awan komet Opik-Oort. Namun sebagian lainnya dipaksa terbang menuju kawasan tata surya bagian dalam. Bagi bumi purba, periode ini disebut periode Hantaman Besar (Heavy Bombardment), yang berlangsung pada 4,2 &#8211; 3,8 miliar tahun silam.</p>
<p>Pada periode inilah kometisimal-kometisimal yang terlempar itu berduyun-duyun menumbuk bumi. Jumlah tumbukan komet per satuan waktu sangat besar, hingga sejuta kali lipat atau lebih dibanding angka sekarang. Hantaman Besar menyebabkan Bumi secara akumulatif menerima massa 280 triliun ton komet dengan sedikitnya 70 triliun ton di antaranya adalah air dalam bentuk uap.</p>
<p>Tatkala Hantaman Besar telah usai, dengan ukuran planet yang besar serta terbentuknya magnetosfer yang kuat, uap air di bumi mampu tersekap demikian lama untuk kemudian berkondensasi menciptakan hujan abadi yang membentuk samudra pertama (Panthalassa).</p>
<p>Magnetosfer menjaga air samudra ini tidak terusir ke angkasa, seperti yang terjadi pada planet Mars purba, sekaligus menjadi payung pelindung sengatan angin matahari sehingga kehidupan mampu tumbuh dan berkembang. Inilah yang membuat bakteri pertama mampu hidup dan berkembang biak dengan pesat merajai samudra pada 3,5 miliar tahun silam. (24)</p>
<p>Oleh Muh Ma’rufin Sudibyo</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 14 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/%e2%80%9dkomet-kiamat%e2%80%9d-itu-telah-pecah/" rel="bookmark" class="crp_title">”Komet Kiamat” Itu Telah Pecah</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-sejumlah-planet-berputar-terbalik/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengapa Sejumlah Planet Berputar Terbalik</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/asal-kehidupan-di-bumi/" rel="bookmark" class="crp_title">Asal Kehidupan di Bumi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/meledak-tanpa-kiamat/" rel="bookmark" class="crp_title">Meledak, Tanpa Kiamat</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/meteor-dan-kecintaan-pada-semesta/" rel="bookmark" class="crp_title">Meteor dan Kecintaan pada Semesta</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/mengapa-bumi-berlimpah-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manufacturing Hope!</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/manufacturing-hope/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/manufacturing-hope/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 06:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1720</guid>
		<description><![CDATA[Industri apakah yang harus pertama-tama dibangun di BUMN? Setelah sebulan menduduki jabatan menteri negara badan usaha milik negara (BUMN) dan setelah mengunjungi lebih dari 30 unit usaha milik publik ini,saya bertekad untuk lebih dulu membangun industri yang satu ini: manufacturing hope! Industrialisasi harapan.
Itu bisa saya lakukan setelah saya berketetapan hati untuk lebih memerankan diri sebagaiseorang chairman/CEO daripada seorang menteri. Kepada jajaran kementerian BUMN saya sering bergurau, “lebih baik saya seperti chairman saja dan biarlah wakil menteri BUMN yang akan memerankan diri sebagai menteri yang sebenarnya”. Sebagai chairman/CEO Kementerian BUMN, saya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Industri apakah yang harus pertama-tama dibangun di BUMN? Setelah sebulan menduduki jabatan menteri negara badan usaha milik negara (BUMN) dan setelah mengunjungi lebih dari 30 unit usaha milik publik ini,saya bertekad untuk lebih dulu membangun industri yang satu ini: manufacturing hope! Industrialisasi harapan.</p>
<p><span id="more-1720"></span>Itu bisa saya lakukan setelah saya berketetapan hati untuk lebih memerankan diri sebagaiseorang chairman/CEO daripada seorang menteri. Kepada jajaran kementerian BUMN saya sering bergurau, “lebih baik saya seperti chairman saja dan biarlah wakil menteri BUMN yang akan memerankan diri sebagai menteri yang sebenarnya”. Sebagai chairman/CEO Kementerian BUMN, saya akan lebih fleksibel, tidak terlalu kaku,dan tidak terlalu dibatasi oleh tembok-tembok birokrasi.</p>
<p>Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO saya akan punya daya paksa kepada jajaran korporasi di lingkungan BUMN. Meski begitu saya akan tetap ingat batas-batas: seorang chairman/CEO bukanlah seorang president director/ CEO.Ia bisa punya daya paksa, tapi tidak akan ikut melaksanakannya. Tetaplah penanggung jawab pelaksanaannya adalah president director/CEO di tiap korporasi BUMN. Dengan peran sebagai chairman/ CEO,saya tidak akan sungkan dan tidak akan segan-segan ikut mencarikan terobosan korporasi.</p>
<p>Ini sesuai saja dengan arahan Presiden SBY bahwa menteri yang sekarang harus bisa berlari kencang. Dengan memerankan diri sebagai chairman/ CEO,sayaakanbisamemenuhi harapan itu. Tengoklah misalnya bagaimana kita harus menghadapi persoalan hotel-hotel BUMN kita yang ada di Bali.Semuanya sudah berpredikat yang paling buruk. Inna Kuta Hotel sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Kuta. Inna Sanur (Bali Beach) sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Sanur.Inna Nusa Dua (Putri Bali) sudah pasti menjadi yang terjelek di kawasan Nusa Dua yang gemerlapan itu.</p>
<p>Bukan hanya yang terjelek, tapi juga sudah mau ambruk.Padahal,di zaman dulu, hotel-hotel itu tergolong yang terbaik di kelasnya. Memang pernah ada upaya untuk bangkit. Direksi kelompok hotel ini (Grup PT Hotel Indonesia Natour) pernah diperbarui. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Jajaran direksinya diambilkan dari para profesional dari luar BUMN. Dengan semangat profesionalisme, grup ini ingin mulai merombak dua hotelnya: di Padang dan di Kuta. Tapi dua-duanya mengalami kesulitan.</p>
<p>Yang di Padang over-investasi.Yang di Kuta sudah enam bulan mengalami slow down.Yang di Padang itu bisa disebut over-investasi karena jumlah kamarnya jauh lebih besar dari pasarnya. Ini akan sangat sulit mengembalikan investasinya. Adapun yang di Kuta ada persoalan desain yang cukup serius. Mengapa yang di Padang itu bisa terjadi over-investasi? Ini tak lain karena kultur BUMN yang belum bisa menghindar dari intervensi.Begitu ada perintah untuk membangun hotel dengan skala yang sangat besar, direksinya tidak mampu meyakinkan bahwa skala itu kebesaran.</p>
<p>Terutama dilihat dari kemampuan perusahaan.Yang di Kuta masalahnya lebih rumit lagi karena ketambahan masalah birokrasi. Dua proyek itu kemudian menjadi isu yang ruwet.Ujungujungnya direktur utama yang didatangkan dari luar BUMN itu tidak tahan lagi dan mengundurkan diri. Dalam suasana ruwet seperti itu, tidak mungkin perusahaan bisa maju. Bahkan moral manajemen dan karyawannya pun bisa rusak, down,dan lalu putus harapan. Maka dalam kesempatan tiga hari menghadiri KTT ASEAN di Bali pekan lalu, saya memanfaatkan waktu untuk manufacturing hope.</p>
<p>Selama di Bali saya tidak tidur di hotel bintang lima di kompleks KTT berlangsung,tapi memilih tidur di Inna Hotel Kuta yang katanya terjelek itu.Saya ingin ikut merasakan kesulitan manajemen dan karyawan di hotel ini.Saya ingin mendalami persoalan yang menghadang mereka. Pagi-pagi saya turun naik di proyek setengah jadi ini. Menjelang senja kembali turun naik lagi entah sampai berapa kali. Saya ingin, kalau bisa, menerobos hambatannya.</p>
<p>Setidaknya saya ingin agar mereka tidak merasa sendirian dalam kesulitannya.Bahkan di malam kedua,saya tidur di kamar mockup di tengah-tengah proyek yang lagi slow-down itu. Saya melakukan ini tidak lain untuk manufacturing hope. Hasilnya insya Allah cukup baik. Di hari kedua semua persoalan bisa teruraikan. Proyek hotel yang sangat grandini bisa dan harus berjalan kembali. Bahkan tahun depan harus sudah jadi.</p>
<p>Diputuskanlah hari itu: sebuah hotel baru dengan nama baru (Grand Inna Kuta) akan lahir dan menjadi sangat ikonik.Apalagi letaknya hanya di seberang Hard Rock Hotel dengan posisi yang jauh lebih baik karena langsung punya akses ke Pantai Kuta. Pun setelah selesai upacara pembukaan KTT ASEAN (selesai melihat cantiknya Perdana Menteri Thailand yang baru,Yingluck Sinawatra),saya copot jas,ganti sepatu kets,dan langsung meninjau luar dalam Hotel Inna Putri Bali.Lokasinya tidak jauh dari gedung megah untuk KTT ASEAN di Nusa Dua itu.</p>
<p>Saya perhatikan mulai dari dapurnya, ruang cucinya, kamarnya, kebunnya, pantainya, dan cottage-cottage-nya. Ternyata benar.Bukan hanya telah menjadi yang terjelek di Nusa Dua, tapi juga sudah mau ambruk.Di sini,saya juga harus manufacturing hope. Tahun depan hotel yang sangat luas ini harus mulai dibangun ulang. Seusai membuat keputusan soal Nusa Dua, malam ketiga saya memilih tidur di Sanur. Hotel seluas (duile!) 41 ha ini juga perlu dibangkitkan.</p>
<p>Inilah hotel berbintang yang pertama di Bali. Inilah warisan Bung Karno.Kondisinya sudah kalah dengan tetangga-tetangganya. Hotel ini memiliki garis pantai matahari terbit sejauh 1 km! Alangkah hebatnya (mestinya). Saya tentu menginginkan tahun depan hotel besar ini juga ikut bangkit. Mengapa? Karena tiga-tiganya berada di Bali. Sebuah kawasan wisata yang pertumbuhannya sangat tinggi. Memang Grup Inna Hotel masih punya puluhan hotel lainnya di seluruh Indonesia (dan umumnya juga dalam keadaan termehek-mehek), tetapi sebaiknya fokus dulu di tiga hotel itu.</p>
<p>Dari sinilah kelak hope akan ditularkan ke seluruh Indonesia. Tiga hotel besar inilah yang lebih dulu akan jadi titik tolak kebangkitan entah berapa banyak hotel-hotel BUMN ke depan. Saya sebut “entah berapa banyak”karena banyak BUMN yang kini juga memiliki hotel.Grup Inna punya banyak hotel.Garuda Indonesia punya banyak hotel.Pertamina punya banyak hotel. Kontraktor seperti perusahaan perumahan punya banyak hotel. Bahkan Jasa Marga konon juga lagi menyiapkan banyak hotel.Karena itu keberhasilan tiga pionir di Bali tadi akan besar artinya bagi BUMN.</p>
<p>Memang sebulan pertama ini baru hope yang bisa dibangun. Tapi kalau sebuah hope bisa membuat hidup kita lebih bergairah, mengapa kita tidak manufacturing hope? Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad,dan totalitas.Semuanya bisa diperoleh secara gratis!</p>
<p>DAHLAN ISKAN, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)</p>
<p>Sumber: Koran Sindo, 21 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/lembaga-riset-belum-terkoordinasi/" rel="bookmark" class="crp_title">Lembaga Riset Belum Terkoordinasi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/yanuar-nugroho-tentang-ketercerabutan-teknologi/" rel="bookmark" class="crp_title">Yanuar Nugroho tentang Ketercerabutan Teknologi</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/kiprah-nelson-tansu-anak-medan-yang-jadi-profesor-termuda-amerika/" rel="bookmark" class="crp_title">Kiprah Nelson Tansu, Anak Medan yang Jadi Profesor Termuda Amerika</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/habibie-award-hadiah-untuk-sejarawan-ilmuwan-dan-tokoh-agama/" rel="bookmark" class="crp_title">Habibie Award; Hadiah untuk Sejarawan, Ilmuwan, dan Tokoh Agama</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bangkitkan-lagi-industri-strategis/" rel="bookmark" class="crp_title">Bangkitkan Lagi Industri Strategis</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/manufacturing-hope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Transparansi Survei Politikus Muda</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/transparansi-survei-politikus-muda/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/transparansi-survei-politikus-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 05:54:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1718</guid>
		<description><![CDATA[”Politikus muda yang banyak terekspose di media lebih berkesan sedang terlibat masalah, atau setidaknya diduga terlibat&#8221;
HASIL survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) beberapa waktu lalu antara  lain menunjukkan hanya sekitar 24% masyarakat yang menilai politikus muda itu baik. Data lain menunjukkan penilaian masyarakat yang menganggap bahwa tidak ada bedanya antara politikus yunior dan senior. Hasil survei lembaga lain pun menunjukkan belum munculnya politikus muda yang popularitasnya mampu bersaing dengan politikus senior.
Hasil survei itu sebenarnya tidak mengejutkan. Akhir-akhir ini, politikus muda yang banyak terekspose di media lebih berkesan sedang terlibat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>”Politikus muda yang banyak terekspose di media lebih berkesan sedang terlibat masalah, atau setidaknya diduga terlibat&#8221;</p>
<p>HASIL survei yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) beberapa waktu lalu antara  lain menunjukkan hanya sekitar 24% masyarakat yang menilai politikus muda itu baik. Data lain menunjukkan penilaian masyarakat yang menganggap bahwa tidak ada bedanya antara politikus yunior dan senior. Hasil survei lembaga lain pun menunjukkan belum munculnya politikus muda yang popularitasnya mampu bersaing dengan politikus senior.</p>
<p><span id="more-1718"></span>Hasil survei itu sebenarnya tidak mengejutkan. Akhir-akhir ini, politikus muda yang banyak terekspose di media lebih berkesan sedang terlibat masalah, atau setidaknya diduga terlibat. Kasus Nazaruddin yang menyita perhatian publik, pembangunan wisma atlet SEA Games, dan suap di Kemenakertrans setidak-tidaknya menyeret dua nama politikus muda. Namun ada politikus muda yang bagus kiprahnya seperti Rieke Diah Pytaloka, Budiman Sudjatmiko, Nurul Arifin, Ganjar Pranowo, dan Maruarar Sirait, yang banyak memperjuangkan kepentingan rakyat, justru kurang terekspose media.</p>
<p>Dilihat dari Teori Kultivasi ala George Gebner, persepsi masyarakat terkait politikus muda tampaknya lebih berkorelasi dengan mereka yang bermasalah dan sering terekspose sehingga ingatan utama masyarakat tertuju pada mereka. Akuratkah hasil survei terkait dengan penilaian terhadap politikus muda itu? Apa yang perlu dilakukan oleh politikus yunior agar bisa melanjutkan estafet kepemimpinan nasional?</p>
<p>Melihat sejumlah komplain dari beberapa politikus muda terhadap hasil suvei, utamanya dikaitkan dengan dugaan ada tendensi maka sudah waktunya lembaga-lembaga survei mulai membuka diri. Sinyalemen Pramono Anung yang menyebut hasil survei itu digunakan untuk kampanye pihak tertentu, demikian pula pernyataan senada sebagaimana diungkapkan Priyo Budi Santosa atau Didi Irawadi Syamsudin, tentu tidak bisa diabaikan.</p>
<p>Dalam bahasa metodologi penelitian, keterbukaan yang selama ini rata-rata hanya ditunjukkan oleh metode baku seperti jumlah sampling, standard error dan lainnya, tidaklah cukup. Di AS, bahkan siapa sponsornya, apa tujuan survei itu, selalu dibuka ke publik.</p>
<p>Demikian pula lembaga surveinya terbuka pula untuk diaudit. Dilihat dari sisi metodologi penelitian, keakurasian sebuah penelitian akan sangat bergantung dari keakurasian (validitas) data yang dikumpulkan, dan untuk itu reliabilitas alat ukurnya pun perlu diuji. Karena itu, selain pertanyaan apakah alat ukur yang dipakai telah mengukur apa yang seharusnya diukur maka situasi saat pengukuran, bahkan sikap dan perilaku pengukur sebelum dan ketika pengukuran itu dilakukan, akan memengaruhi validitas data yang dikumpulkan.</p>
<p>Demikian pula pemetaan sampling secara benar, juga akan mempengaruhi akurasi generalisasi simpulannya. Singkatnya, metodologi penelitian kuantitatif yang objektif itu memerlukan kecermatan dan keakurasian dalam tiap langkahnya sehingga tidak menimbulkan bias yang sangat memengaruhi keakurasian data. Ini perlu perhatian serius karena penelitian kuantitatif perlu dilakukan secara rigid mengingat sangat berbeda dari penelitian kualitatif yang sifatnya subjektif spekulatif.</p>
<p>Audit terhadap lembaga survei oleh mereka yang kompeten di bidangnya pun penting. Melalui cara itu, semua hal baik yang terkait dengan metodologi penelitiannya maupun motivasi survei itu menjadi jelas. Ini penting karena saat ini ada lembaga survei terkemuka yang bahkan memonopoli survei terhadap ratingmedia penyiaran misalnya, selalu mengatakan rahasia bila ditanya terkait pemetaan sampling-nya misalnya.</p>
<p>Padahal pemetaan sampling akan memengaruhi keakuratan karakter populasinya, utamanya generalisasi simpulannya. Belum lagi kelemahan teknis alat ukur yang digunakan. Kondisi riil itulah yang menyebabkan sejumlah akademisi mempertanyakan keakurasian hasil survei tersebut.</p>
<p>Ke depan, lembaga-lembaga survei sebaiknya makin terbuka. Bila memang metodologi penelitian yang digunakan sesuai dengan standar akademis maka audit bukanlah hal yang tabu. Demikian pula terkait sponsor, selama hanya ingin mengetahui kondisi partai, elite, bahkan bisnisnya secara objektif, juga tidak ada masalah, kecuali bila memang terbukti memengaruhi hasil, misalnya dengan mengubah data demi tujuan tertentu. (10)</p>
<p>Drs Gunawan Witjaksana MSi, dosen Metodologi Penelitian Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Semarang dan Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM)</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 15 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/membaca-statistik-lebih-kritis/" rel="bookmark" class="crp_title">Membaca Statistik Lebih Kritis</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mengamati-pengamat-pemilu/" rel="bookmark" class="crp_title">Mengamati Pengamat Pemilu</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/komodifikasi-survei-opini-publik/" rel="bookmark" class="crp_title">Komodifikasi Survei Opini Publik</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/berbohong-dengan-statistika/" rel="bookmark" class="crp_title">Berbohong dengan Statistika</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/jajak-pendapat-publik-membantu-demokrasi-bekerja/" rel="bookmark" class="crp_title">Jajak Pendapat Publik Membantu Demokrasi Bekerja</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/transparansi-survei-politikus-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyejahterakan lewat PLTU</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/menyejahterakan-lewat-pltu/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/menyejahterakan-lewat-pltu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Nov 2011 05:51:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1716</guid>
		<description><![CDATA[PEMBANGKIT listrik tenaga uap (PLTU) baru di Jateng akan dibangun di Kabupaten Batang, dengan kapasitas total 2 x1.000 MW, atau terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Saat ini, kita belum mempunyai pembangkit tipe itu, yang daya per unitnya sampai 1.000 MW. Paling besar 660 MW, seperti di Tanjung Jati Jepara dan Paiton Probolinggo Jatim.
Pemenang tender proyek pembangkit berbahan bakar batu bara itu adalah J-Power dari Jepang, yang berkonsorsium dengan Itochu (Jepang) dan Adaro (Indonesia). Pembangunannya akan menelan biaya investasi sekitar Rp 30 triliun, dengan perkiraan operasional komersial tahun 2017.  ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PEMBANGKIT listrik tenaga uap (PLTU) baru di Jateng akan dibangun di Kabupaten Batang, dengan kapasitas total 2 x1.000 MW, atau terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Saat ini, kita belum mempunyai pembangkit tipe itu, yang daya per unitnya sampai 1.000 MW. Paling besar 660 MW, seperti di Tanjung Jati Jepara dan Paiton Probolinggo Jatim.</p>
<p><span id="more-1716"></span>Pemenang tender proyek pembangkit berbahan bakar batu bara itu adalah J-Power dari Jepang, yang berkonsorsium dengan Itochu (Jepang) dan Adaro (Indonesia). Pembangunannya akan menelan biaya investasi sekitar Rp 30 triliun, dengan perkiraan operasional komersial tahun 2017.  Jangka waktu kontrak pembelian listrik dengan PLN atau power purchase agreement (PPA) adalah 25 tahun dengan skema build-operate-transfer (BOT).</p>
<p>Pembangunan PLTU belum dimulai tetapi sudah ramai mendapat tanggapan pro dan kontra. Proyek PLTU di Batang itu bersejarah karena untuk kali pertama Indonesia menggunakan ultra supercritical. Teknologi ini diyakini sangat efisien dan lebih ramah lingkungan karena mengunakan batu bara berkalori rendah. Jepang dan China sudah lama menerapkan teknologi itu.</p>
<p>Bagi daerah, proyek itu berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, baik dari sektor formal maupun informal, terutama di sekitar lokasi. Misanya selama pembangunan dan pengoperasian akan menyerap tenaga kerja. Belum lagi usaha jasa yang bisa berkembang di sekitarnya, misalnya tumbuhnya warung makan, rumah kos, atau jasa lain.<br />
Dengan beroperasinya PLTU itu nantinya Batang menjadi daerah yang lebih diminati investor. Selain ada jaminan pasokan energi untuk industri, dipastikan prasarana dan infrastrukturnya lebih terpelihara karena lokasi pembangkit itu berdekatan dengan calon lokasi jalan tol Batang-Semarang. Konsekuensinya, lalu lintas barang menuju Semarang/ Surabaya ataupun Jakarta dan untuk ekspor lebih mudah dan lancar.</p>
<p>Belum lagi meningkatnya kesejahteraan masyarakat kabupaten tersebut. Perusahaan pengelola harus menyisihkan sebagian keuntungannya untuk kegiatan sosial di lingkungannya, melalui corporate social responbility (CSR).  Nilai CSR dari pengelola PLTU itu diperkirakan cukup besar dan bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi angka kemiskinan.</p>
<p>Calon lokasi PLTU kemungkinan di Ujungnegoro, dari empat lokasi yang ditawarkan; tiga lainnya adalah Denasri Kulon, Celong, dan Labuhan. Sebagian wilayah Ujungnegoro merupakan daerah pantai yang termasuk kawasan konservasi laut daerah (KKLD) karena ada terumbu karang yang masih hidup dan mendukung keberlangsungan kehidupan ikan dan beragam biota laut lainnya.</p>
<p>Dampak Sosial</p>
<p>Ujungnegoro juga merupakan kawasan wisata terpadu karena di tempat itu terdapat makam Syeikh Maulana Maghribi dan Gua Aswotomo. Bila kawasan ini dipilih menjadi lokasi PLTU maka perlu rekayasa teknik agar tidak merusak lingkungan.</p>
<p>Pembangkit itu menggunakan batu bara sebagai bahan bakar dan pembakarannya akan menghasilkan limbah padat berupa abu terbang(fly ash), slag (bottom ash), dan lumpur (flue gas desulfurization). Kendala yang dihadapi perusahaan pemakai batu bara dalam mengelola limbah hasil pembakaran batu bara adalah terbatasnya lahan untuk penyimpanan sementara limbahnya.</p>
<p>Padahal limbah itu tiap hari bertambah dan sampai saat ini pemanfaatannya masih terbatas.  Jika limbah tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal pasti menimbulkan dampak sosial dan lingkungan. Pemkab juga harus cepat menentukan calon lokasi dan menyosialisasikan sampai tingkat desa, melibatkan pegiat LSM dan pemerhati lingkungan. Kecepatan menentukan calon lokasi akan menutup beroperasinya calo tanah. .</p>
<p>Pembuatan dokumen amdalnya pun memerlukan keterbukaan pada tiap tahapannya, juga dengan melibatkan  pegiat LSM dan pemerhati lingkungan.<br />
Dokumen amdal  pembangunan PLTU jangan hanya menganalisis dampak teknis melainkan juga dampak dampak sosial.</p>
<p>Dalam rangka melindungi masyarakat dari dampak pembangunan, Pemkab seyogianya membuat perjanjian dengan pengelola PLTU mengenai penyerapan tenaga kerja lokal, penyediaan material bangunan, pertanggungjawaban pada kerusakan infrastruktur, untuk meninimalisasi dampak sosial. (10)</p>
<p>Wondhi R Trisnanto, Kabid Penyuluhan Bapeluh Kabupaten Batang</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 15 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/batan-dan-logika-pltn/" rel="bookmark" class="crp_title">Batan dan Logika PLTN</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/memahami-pembangkit-listrik-nuklir-korea/" rel="bookmark" class="crp_title">Memahami Pembangkit Listrik Nuklir Korea</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/bahan-bakar-pltn-proses-panjang-zat-radioaktif/" rel="bookmark" class="crp_title">Bahan Bakar PLTN ;Proses Panjang Zat Radioaktif</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/manfaat-dan-dampak-pltn-tidak-sebanding/" rel="bookmark" class="crp_title">Manfaat dan Dampak PLTN Tidak Sebanding</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pembangkit-listrik-41-turbin-angin-dibangun/" rel="bookmark" class="crp_title">Pembangkit Listrik; 41 Turbin Angin Dibangun</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/menyejahterakan-lewat-pltu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bonus Demografi Jawa Tengah</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/bonus-demografi-jawa-tengah/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/bonus-demografi-jawa-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Nov 2011 06:29:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1712</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jateng hampir menikmati bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun hampir lipat dua dari kelompok umur tidak produktif&#8221;
PADA 31 Oktober 2011, berdasarkan hasil kajian Dana Kependudukan PBB (UNFPA), jumlah penduduk dunia mencapai angka 7 miliar. Entah bagaimana mereka menghitungnya, namun terlepas dari itu, ini adalah peringatan tentang ”bencana” jika pertumbuhan penduduk makin tak terkendali. Tahun 1800 jumlah penduduk dunia hanya 1 miliar jiwa. Jumlah itu naik lipat dua dari tahun 1930. Artinya, untuk bertambah 1 miliar jiwa diperlukan waktu 130 tahun.
Namun setelah itu, untuk bertambah 1 miliar lagi, rentang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Jateng hampir menikmati bonus demografi, jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun hampir lipat dua dari kelompok umur tidak produktif&#8221;</p>
<p>PADA 31 Oktober 2011, berdasarkan hasil kajian Dana Kependudukan PBB (UNFPA), jumlah penduduk dunia mencapai angka 7 miliar. Entah bagaimana mereka menghitungnya, namun terlepas dari itu, ini adalah peringatan tentang ”bencana” jika pertumbuhan penduduk makin tak terkendali. Tahun 1800 jumlah penduduk dunia hanya 1 miliar jiwa. Jumlah itu naik lipat dua dari tahun 1930. Artinya, untuk bertambah 1 miliar jiwa diperlukan waktu 130 tahun.</p>
<p><span id="more-1712"></span>Namun setelah itu, untuk bertambah 1 miliar lagi, rentang waktunya makin pendek, hanya 30 tahun. Artinya, penduduk dunia menjadi 3 miliar pada 1960 dan berturut-turut bertambah 1 miliar pada 1975 (rentang waktu 15 tahun), 1987 (rentang waktu 12 tahun), dan 2000 (rentang waktu 13 tahun) menjadi 6 miliar jiwa. Puncaknya, hanya dalam 11 tahun penduduk dunia bertambah lagi 1 miliar.</p>
<p>Kegelisahan dunia juga dirasakan negeri ini. Meski sebenarnya kita kaya-raya, baik sumber daya alam maupun sumber bahan pangan, faktanya ekonomi kita dikendalikan ekonomi dunia. Karenanya, jika jumlah penduduk kita yang saat ini mendekati angka 240 juta jiwa terus bertambah 1,49 % per tahun (sesuai hasil Sensus Penduduk 2010), maka ”bencana” juga akan makin mengancam.</p>
<p>Lebih celaka lagi, dari 240-an juta jiwa itu, 60 % tinggal di Jawa, yang luasnya hanya sekitar 7 % dari luas Indonesia. Bahkan tingkat urbanisasi di negeri ini hampir 50 %. Padahal orang juga paham, kehidupan kota-kota saat ini membawa banyak masalah, seperti persoalan ketenagakerjaan, lingkungan dan aneka konflik sosial lainnya.</p>
<p>Di tingkat regional, dari 32,3 juta penduduk Jawa Tengah jika dirinci menurut kelompok umur, diperoleh angka: pada kelompok umur 0-14 tahun 26,73 %, kelompok umur 15-64 tahun 65,72 %, dan kelompok umur 65 tahun ke atas 7,55 %. Angka itu menunjukkan bahwa Jateng hampir menikmati bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun hampir lipat dua  dari kelompok umur tidak produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas). Hanya masalahnya, apakah kelompok usia produktif itu termasuk penduduk yang bermutu, karena data BPS (2010) menunjukkan ada 5.204.437 jiwa penduduk Jateng bekerja kurang dari 35 jam per minggu, alias setengah penganggur.</p>
<p>Meski laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jawa Tengah hanya 0,37 % dan tercatat terendah di Indonesia, melihat besarnya kelompok umur balita maka tersirat bahwa LPP rendah tersebut bukan karena turunnya angka kelahiran, karena total fertility rate (TFR) di provinsi ini masih 2,3. Demikian pula rasio anak terhadap wanita melonjak tajam dari 128 balita per 1.000 wanita menjadi 318,62 balita per 1.000 wanita. Ini artinya fertilitas makin tinggi. Dengan kata lain, rendahnya LPP hampir dapat dipastikan karena faktor lain, misalnya migrasi keluar.</p>
<p>Jadi Mata Pelajaran</p>
<p>Kenyataan itu diperberat oleh fakta bahwa di Jateng ada 36,05% perempuan menikah pada usia di bawah 19 tahun, bahkan ada 11,9% perempuan usia 10-15 tahun yang sudah menikah (Susenas, 2009). Kenyataan ini menunjukkan bahwa program pemberdayaan perempuan, peningkatan status sosial ekonomi, peningkatan pendidikan dan sebagainya, merupakan hal mendasar yang harus digarap serius.</p>
<p>Jika tingkat pendidikan pasangan usia subur (pus) rendah maka akan memiskinkan mereka, serta memengaruhi usia kawin pertama, dan sebaliknya. Kemiskinan menyebabkan mereka kekurangan gizi dan nutrisi serta menghambat keikutsertaan dalam KB, karena ada yang berpendapat banyak anak banyak rezeki atau banyak anak berarti nantinya membantu ekonomi keluarga. Banyaknya petugas lapangan KB (PLKB) yang beralih tugas juga menjadi persoalan.</p>
<p>Dari hasil sensus penduduk 2010 diperoleh angka perbandingan jumlah penduduk laki-laki dan perempuan 98,8 yaitu, artinya sebaran penduduk menurut jenis kelamin menunjukkan bahwa umumnya kabupaten dan kota di Jateng lebih banyak penduduk perempuan, kecuali Kabbupaten  Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Magelang, Kendal, Batang, Brebes, dan Kota Pekalongan.</p>
<p>Jumlah wanita usia subur (WUS) usia 15-49 tahun cukup tinggi yaitu 53,38%, dengan kelompok umur wanita 10-14 tahun paling tinggi. Kenyataan ini merupakan tantangan yang berat bagi program kependudukan dan KB di provinsi ini. Hal yang harus ditingkatkan adalah pembentukan pusat informasi konseling kesehatan reproduksi remaja (PIK), memasukkan tema KB dan kesehatan reproduksi remaja ke mata pelajaran yang ada, bukan kurikulum tersendiri. (10)</p>
<p>Saratri Wilonoyudho, dosen Unnes, kandidat doktor Ilmu Kependudukan-Urbanisasi UGM</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 8 November 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/ledakan-penduduk/" rel="bookmark" class="crp_title">Ledakan Penduduk</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/memerangi-aids-dan-tb/" rel="bookmark" class="crp_title">Memerangi AIDS dan Tb</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/747-warga-jateng-pakai-kontrasepsi-modern/" rel="bookmark" class="crp_title">74,7% Warga Jateng Pakai Kontrasepsi Modern</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/mayoritas-pekerja-lulusan-sd/" rel="bookmark" class="crp_title">Mayoritas Pekerja Lulusan SD</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pola-dbd-berubah/" rel="bookmark" class="crp_title">Pola DBD Berubah</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/bonus-demografi-jawa-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengembangan Pesawat Perintis di Indonesia</title>
		<link>http://rumahpengetahuan.web.id/pengembangan-pesawat-perintis-di-indonesia/</link>
		<comments>http://rumahpengetahuan.web.id/pengembangan-pesawat-perintis-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 15:32:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rumahpengetahuan.web.id/?p=1708</guid>
		<description><![CDATA[BULAN lalu, masyarakat di Tanah Air dikejutkan dengan dua kecelakaan pesawat terbang yang terjadi hanya berselang beberapa minggu. Kecelakaan pertama terjadi pada 9 September, saat pesawat Cesna Grand Caravan milik maskapai Susi Air jatuh di Kabupaten Yahukimo, Papua.
Lalu, kecelakaan kedua terjadi pada pesawat Casa 212-200 milik maskapai Nusantara Buana Air (NBA) yang jatuh di pegunungan Bohorok, Sumatra Utara pada, 29 September.
Tragedi kecelakaan pesawat terbang yang menerbangi rute perintis itu harus menjadi momentum pembenahan penerbangan perintis di Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya dipisahkan oleh perairan. Untuk ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BULAN lalu, masyarakat di Tanah Air dikejutkan dengan dua kecelakaan pesawat terbang yang terjadi hanya berselang beberapa minggu. Kecelakaan pertama terjadi pada 9 September, saat pesawat Cesna Grand Caravan milik maskapai Susi Air jatuh di Kabupaten Yahukimo, Papua.</p>
<p>Lalu, kecelakaan kedua terjadi pada pesawat Casa 212-200 milik maskapai Nusantara Buana Air (NBA) yang jatuh di pegunungan Bohorok, Sumatra Utara pada, 29 September.</p>
<p><span id="more-1708"></span>Tragedi kecelakaan pesawat terbang yang menerbangi rute perintis itu harus menjadi momentum pembenahan penerbangan perintis di Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar wilayahnya dipisahkan oleh perairan. Untuk menunjang sarana perhubungan, membutuhkan alat transportasi penerbangan perintis untuk menjangkau daerah-daerah terpencil di berbagai kawasan kepulauan yang selama ini sulit terjangkau oleh moda transportasi lain.</p>
<p>Penerbangan perintis memiliki peran untuk membuka daerah-daerah terisolasi dan tentu saja menggairahkan bisnis pariwisata di daerah. Apalagi dengan adanya subsidi yang diberikan oleh pemerintah bagi penyelenggaraan penerbangan perintis di Indonesia.</p>
<p>Subsidi penerbangan perintis untuk tahun ini saja jumlahnya mencapai Rp 267 miliar. Subsidi pemerintah dilakukan untuk memenuhi kekurangan biaya operasional maskapai penerbangan yang melayani rute-rute penerbangan perintis. Apabila tidak dikenakan subsidi bisa dipastikan maskapai penerbangan bakal merugi.</p>
<p>Jumlah rute penerbangan perintis di Indonesia saat ini terus berkembang, antara lain di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua, Maluku, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan lain-lain. Kondisi geografis yang serba sulit membuat kebutuhan terhadap penerbangan perintis sangat dibutuhkan di wilayah-wilayah tersebut.</p>
<p>Beberapa maskapai penerbangan yang melayani penerbangan perintis antara lain Susi Air, Nusantara Buana Air (NBA), Merpati Nusantara Airlines, Wing Air di wilayah Sumatra, Sulawesi dan Papua, Trigana Air Service di wilayah Nusa Tenggara Timur, Papua, Maluku dan wilayah Sumatra, Riau Airlines di wilayah Aceh dan Sumatra Utara, PT Sabang Merauke Raya Air Charter (SMAC) di wilayah Sulawesi dan Kalimantan, Deraya di wilayah Sumatra, Maluku, Papua dan lain-lain.</p>
<p>Asli Indonesia</p>
<p>Sebagian penerbangan perintis di beberapa wilayah di Indonesia masih menggunakan pesawat perintis produksi lama. Beberapa di antaranya tidak layak pakai atau sudah uzur, sehingga diperlukan pesawat perintis yang lebih modern, cepat, ekonomis, dan nyaman, untuk menjangkau antardaerah dan antarpulau.</p>
<p>Menjawab kebutuhan inilah, sejak tahun 2006 PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan Kementerian Industri berinisiatif mengembangkan pesawat perintis yang diberi nama N-219. Lalu, apa arti kode N-219? sama halnya dengan pesawat N-250 (Nusantara, 2 mesin,50 penumpang), pada pesawat N-219 kode &#8221;N&#8221; berarti Nusantara, maksudnya asli buatan Indonesia. Angka &#8221;2&#8221; berarti 2 mesin (2 baling-baling), sedangkan angka &#8221;19&#8221; berarti mampu mengangkut 19 penumpang.</p>
<p>Nantinya pesawat N-219 akan menjadi pesawat buatan Indonesia kedua setelah N-250 yang 100 persen pengembangannya dilakukan di dalam negeri.</p>
<p>Pesawat N-219 merupakan pesawat generasi baru rancangan asli PT DI, yang dikembangkan berdasarkan sertifikat FAR 23/CASR 23 (commuter category). Pesawat berkapasitas 19 tempat duduk ini tidak membutuhkan landasan yang luas, sehingga cocok untuk melayani penerbangan antardaerah dan antarpulau di Tanah Air yang umumnya memiliki landasan pesawat terbang yang tidak panjang.</p>
<p>Sebelum membuat pesawat N-219, sebenarnya PT DI yang berdiri sejak 23 Agustus 1976, telah berhasil membuat berbagai jenis pesawat terbang dan helikopter, seperti  pesawat NC-212 , helikopter NBO-105, helikopter NAS-330 Puma, helikopter NBK-117, helikopter NAS-332 Super  Puma, NBell-412, pesawat CN-235, dan pesawat N-250 Gatotkaca. Kecuali CN-235 dan N-250, semua pesawat dan helikopter di atas merupakan hasil lisensi dari pihak luar negeri, seperti Spanyol, Jerman, dan Prancis.</p>
<p>Lain halnya dengan CN-235 yang merupakan hasil kerja sama dengan CASA Spanyol (sekarang Airbus Military). Kemudian N-250 yang merupakan pesawat terbang pertama yang dirancang dan dibuat sendiri oleh Indonesia, meskipun beberapa komponennya masih diimpor.</p>
<p>Pesawat N-219 ditenagai oleh dua buah mesin PT6A-61 yang masing-masing berkekuatan 850 shaft horse power (SHP) buatan Pratt &amp; Whitney dengan kecepatan jelajah maksimum 395 km/jam dan kecepatan jelajah ekonomis 352 km/jam.</p>
<p>Di kelasnya, N-219 mendapat dua saingan yakni Viking DHC-6 Twin Otter produksi Kanada dan Harbin Y-12 produksi China (Suara Merdeka, 23/9/2011). Sebagai perbandingan, harga pesawat Y-12 senilai 4,5 juta dolar AS dan Twin Otter di atas 5 juta dolar AS. Sementara harga pesawat N-219 hanya 3,8 juta dolar AS atau sekitar Rp 35 miliar per unit.</p>
<p>Secara keseluruhan, produk PT DI ini memiliki 70 % muatan lokal (local content). Penggunaan komponen lokal yang mencapai 70% membuat harga pesawat ini jauh lebih murah dibandingkan dengan pesawat buatan luar negeri. Dari sekian banyak komponen, hanya mesin dan avionik yang masih di impor dari luar negeri.</p>
<p>Nah, tentunya kita berharap, ke depan PT DI bisa membuat mesin pesawat sendiri. Apalagi PT DI, melalui anak perusahaannya, yaitu PT Nusantara Turbin dan Propulsi (PT NTP), sejak lama telah memiliki kemampuan untuk  memperbaiki dan melaksanakan jasa overhaul berbagai jenis mesin pesawat terbang. Bahkan akhir 2010 lalu, melalui kerja sama dengan Siemens AG telah mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT Siemens Industrial Power Indonesia yang khusus memproduksi turbin uap.</p>
<p>Pembuatan desain pesawat N-219 menggunakan CAD (computer aided design) dengan UBOM sehingga proses perancangan lebih cepat. Melalui desain tersebut, pada tahun 2007 PT DI dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dalam membuat model uji aerodinamika N-219 skala 1:6,3.</p>
<p>Di penghujung tahun 2008, model pesawat N-219 menjalani uji aerodinamika di laboratorium uji terowongan angin di Laboratorium Aero Gasdinamika dan Getaran (LAGG), Serpong. Model ini juga menjalani pengujian pendaratan di air (ditching) di Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH), Surabaya.</p>
<p>Kegiatan ini melibatkan Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi (PTIST) sebagai pelaksana program, sedangkan LAGG dan BPPH sebagai pelaksana teknis.</p>
<p>Pengujian skala laboratorium dilakukan untuk mendapatkan data karakteristik aerodinamika dan ditching pesawat udara N-219. Hasil pengujian akan digunakan untuk meninjau ulang desain yang dikembangkan sebelum masuk ke tahapan prototipe.</p>
<p>Dua tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 22 Desember 2010, hasil uji aerodinamika yang dilakukan BPPT selesai dan diserahkan ke PT DI. BPPT telah melaksanakan pengujian model aerodinamika sebanyak 139 polar dari 300 polar.</p>
<p>Pada tahun 2011 ini, pengembangan pesawat telah masuk dalam tahapan detail engineering design (DED) untuk pembuatan prototipe pesawat. Prototipe N-219 yang dibangun berjumlah dua unit dan ditargetkan pembuatan prototipe ini tuntas pada tahun 2013. Pembuatan prototipe pesawat membutuhkan dana sekitar Rp 300 miliar, dengan Rp 59 miliar di antaranya akan dikucurkan pada tahun depan.</p>
<p>Regenerasi</p>
<p>Bagi PT DI sendiri, proyek N-219 berperan penting untuk meregenerasi tenaga ahli dan insinyur aeronotikanya. Melalui proyek pesawat perintis N-219 inilah generasi insinyur yang lama bisa mengalihkan ilmunya ke generasi berikutnya yang jauh lebih muda, sehingga menjadi jembatan alih teknologi antara para insinyur CN-235 dan N-250 dengan insinyur generasi baru.</p>
<p>Seperti kita tahu, generasi insinyur yang pernah ikut mengembangkan pesawat CN-235 dan N-250 semakin tua dan tidak lama lagi akan pensiun.</p>
<p>Saat ini, sekitar 40 pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota telah menyatakan minatnya untuk membeli pesawat N-219. Berdasarkan hasil penelitian PT Dirgantara Indonesia dan Kementerian Perindustrian, kebutuhan pesawat kapasitas 19 penumpang mencapai 97 pesawat untuk versi sipil dan 105 pesawat untuk versi khusus.</p>
<p>Pilihan untuk mengembangkan pesawat N-219 merupakan langkah yang tepat. Selain dapat digunakan sebagai alat angkut sipil, pesawat ini juga dapat dimodifikasi menjadi alat angkut kargo, alat angkut militer, bantuan korban bencana (SAR), surveillance (pengawasan) bahkan bisa dipakai sebagai pesawat patroli maritim (maritime patrol aircraft).</p>
<p>Keberanian PT DI untuk merajut mimpi-mimpinya itu patut mendapat acungan jempol. Dengan terwujudnya pesawat perintis N-219, tentunya bisa menjadi bukti tetap eksisnya PT DI sebagai salah satu produsan pesawat terbang dunia dan yang pasti menjadi salah satu cermin kemajuan bangsa dalam hal penguasaan teknologi. Keinginan luhur itulah yang sedang diemban oleh ahli-ahli dirgantara Indonesia dalam  memberi sumbangsih yang nyata demi kemajuan bangsa. (24)<br />
&#8211;Yudi Supriyono, pemerhati alutsista dan penerbangan.</p>
<p>Sumber: Suara Merdeka, 31 Oktober 2011</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/n219-pesawat-untuk-landasan-pendek/" rel="bookmark" class="crp_title">N219, Pesawat untuk Landasan Pendek</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/revitalisasi-teknologi-industri-penerbangan/" rel="bookmark" class="crp_title">Revitalisasi Teknologi Industri Penerbangan</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/revitalisasi-teknologi-industri-penerbangan-nasional/" rel="bookmark" class="crp_title">Revitalisasi Teknologi Industri Penerbangan Nasional</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/tak-ada-peta-jalan-industri-dirgantara/" rel="bookmark" class="crp_title">Tak Ada Peta Jalan Industri Dirgantara</a></li><li><a href="http://rumahpengetahuan.web.id/pesawat-roket-baru-eads-tempuh-paris-tokyo-dalam-25-jam/" rel="bookmark" class="crp_title">Pesawat Roket Baru EADS, Tempuh Paris-Tokyo dalam 2,5 Jam</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rumahpengetahuan.web.id/pengembangan-pesawat-perintis-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

