Home » Artikel

50 Tahun Penerbangan Manusia Pertama ke Antariksa

12 April 2011 452 views No Comment

Pada 12 April 2011, Rusia dan semua negara di dunia memperingati 50 tahun penerbangan manusia pertama ke antariksa. Bisa dikatakan, tanpa melebih- lebihkan, peristiwa penting ini telah membuka babak baru dalam sejarah umat manusia.

Peristiwa ini dianggap sebagai simbol kemajuan ilmu dan teknik keberadaban kita serta hasrat manusia untuk mendapat pengetahuan yang lebih mendalam.

Yuri Alekseevich Gagarin, pilot- angkasawan yang menguji coba wahana antariksa ”Vo st o k ”, adalah warga negara USSR (Uni Soviet, sekarang Rusia). Insan yang menjelajahi jalan ke bintang- bintang ini lahir pada 9 Maret 1934 di Desa Klushino, daerah Gzhatskiy, dekat kota Smolensk. Orangtuanya adalah petani biasa.

Selama belajar di perguruan keahlian, Yuri Gagarin berminat pada bidang penerbangan dan masuk sekolah penerbangan militer. Sesudah tamat, dia mulai berdinas di salah satu unit penerbangan di Armade, Laut Utara. Di sana, dia kemudian melamar untuk dicalonkan sebagai angkasawan, dan tanggal 3 Maret 1960, Panglima AU USSR menandatangani surat keputusan untuk yang bersangkutan.

Pada waktu itu, beberapa prestasi di bidang perkembangan teknologi roket sudah dicapai oleh USSR. Fondasi yang selayaknya di bidang ilmu, teknik, dan industri sudah didirikan.

Umpamanya, di bawah kepemimpinan Sergey Korolev—pe – rancang terkemuka, yang dalam banyak hal menentukan arah perkembangan ilmu pengetahuan antariksa Rusia dan dunia—di – kerjakan rudal balistik antarbenua yang pertama di dunia. Pada Oktober 1957, roket ini membawa satelit bumi buatannya yang pertama ke antariksa.

Peristiwa ini mempunyai arti luar biasa untuk mempelajari antariksa dan bumi sebagai salah satu planet tata surya. Pada 1960, untuk pertama kali, penerbangan ke orbit antariksa menyertakan makhluk-makhluk hidup (sejumlah anjing) yang dengan sukses kembali ke bumi.

Sebetulnya ada beberapa pilot muda lain yang dilatih menjadi antariksawan, tetapi yang terpilih Yuri Gagarin. Pada 12 April 1961, wahana antariksa pertama di dunia yang diberi nama ”Vo st o k ” akhirnya diluncurkan ke orbit bumi dengan membawa seorang manusia.

Seusai penelitian dilakukan dan program penerbangan dirampungkan, wahana antariksa ”Vo st o k ” dengan sukses mendarat tanpa masalah di wilayah yang ditentukan sebelumnya. Penerbangan itu memang hanya berlangsung selama 108 menit, tetapi kurun waktu ini telah menjadi ”waktu bintang”. Dalam beberapa jam, berita yang menggembirakan tersebut telah menyebar ke seluruh dunia, dan Yuri Gagarin pun serentak menjadi ”warga negara dunia”.

Kegagahberanian putra Rusia sederhana yang murah senyum ini langsung menawan hati seluruh umat manusia. Orang pun kemudian bisa menonton adegan- adegan film dokumenter yang telah jadi sejarah: persiapan penerbangan, wajah Yuri Gagarin yang tenang dan serius sebelum dia melangkah ke angkasa yang tidak dikenal, dan ungkapannya yang termasyhur, ”Berangkat!”

Pada akhir April 1961, Yuri Gagarin mengadakan kunjungan ke luar negeri untuk yang pertama kali. Perjalanan angkasawan ke berbagai negara dan benua tersebut, yang kadang-kadang disebut orang sebagai ”misi perdamaian”, berlangsung selama dua tahun. Para raja, presiden, tokoh politik, sarjana, aktor, dan musisi menganggap pertemuan dengan Yuri Gagarin sebagai kehormatan besar.

Setelah penerbangan Yuri Gagarin, berkat kerja keras para ilmuwan Soviet, para perancang, insinyur, dan para pekerja, serta pribadi antariksawan-antariksawan Uni Soviet, sempat dilakukan serangkaian terobosan yang luar biasa dalam penjelajahan angkasa luar. Di antaranya, penerbangan pertama seorang antariksawati, penerbangan bersama pertama oleh beberapa antariksawan, keluarnya pada pertama kali seorang manusia ke angkasa luar, serta didirikannya stasiun antariksa di orbit yang aktivitasnya sekarang dilanjutkan oleh ISS, yaitu proyek multilateral di bidang pemanfaatan dan penelitian angkasa luar.

Penghargaan Indonesia

Di Indonesia, yang mempunyai hubungan persahabatan dan kerja sama erat di berbagai bidang dengan Uni Soviet, penerbangan pertama manusia ke angkasa luar direspons secara bersemangat. Pada periode awal 1960-an, nama ”Yu r i ” menjadi sangat populer di Indonesia.

Presiden Soekarno ketika berkunjung ke Moskow, pada Juni 1961, secara pribadi menyerahkan kepada Yuri Gagarin hadiah negara (Indonesia) tertinggi: Bintang Mahaputra Tanah Air. Tidak banyak orang tahu bahwa Presiden Soekarno juga menghadiahkan sebuah wisma di daerah Bogor kepada Yuri Gagarin. Sekarang wisma tersebut milik Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia. Sayangnya, Yuri Gagarin sendiri tidak pernah berkunjung ke Indonesia, tetapi sejumlah mitra kerjanya—German Titov, Andrian Nikolayev, Valentina Tereshkova, Valeriy Bikovskiy— sempat mengunjungi Indonesia.

Berkat pengalaman yang unik, potensi intelektual dan teknik, Rusia sekarang adalah salah satu negara pelopor di bidang penjelajahan angkasa luar. Rusia juga mementingkan kerja sama internasional dalam penelitian dan pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai. Saat ini Rusia telah menandatangani persetujuan- persetujuan antarpemerintah di bidang kedirgantaraan dengan hampir 20 negara di dunia, termasuk dengan Indonesia.

Hubungan Rusia-Indonesia di bidang ini diadakan dalam berbagai bentuk. Misalnya, telah dibahas peluang kerja sama antara ”Roskosm os” dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Perusahaan Rusia di bidang sistem satelit informasi bernama Reshetnev, pada 2009, menang tender untuk mendirikan dan meluncurkan satelit komersial ”Te l ko m – 3 ” sebelum akhir tahun ini. Direncanakan juga terwujudnya proyek ”Air Launch”, yaitu peluncuran roket- roket dari perut pesawat berpangkalan di Pulau Biak dengan membawa satelit ke orbit.

Dalam konteks hubungan Rusia- Indonesia, ini semua menunjukkan bahwa kedua negara punya potensi besar untuk mengembangkan kerja sama bilateral di bidang kedirgantaraan.

Kini penerbangan ke angkasa luar, aktivitas wahana teknik di angkasa luar, dan kegiatan manusia di stasiun orbit sudah jadi suatu gejala yang biasa. Akan tetapi, kita ingat bahwa semua ini berhulu pada peristiwa yang luar biasa, yang terjadi 50 tahun yang lalu: penerbangan pertama antariksawan Yuri Gagarin.

ALEXANDER IVANOV Duta Besar Rusia untuk Republik Indonesia

Sumber: Kompas, 12 April 2011

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.


− eight = 1